PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, mendorong Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk memperkuat perannya sebagai wadah keterlibatan generasi muda, termasuk kalangan Gen Z.
Menurut Oka, besarnya potensi pemilih dari kelompok usia muda perlu direspons dengan membuka ruang partisipasi yang lebih luas, baik dalam kegiatan organisasi, sosial maupun kemasyarakatan.
Ia menyebut, pemilih berusia di bawah 45 tahun diperkirakan mencapai sekitar 60 persen pada pemilu mendatang. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan organisasi kepemudaan.
“AMPG ini adalah Angkatan Muda Partai Golkar. Kita membutuhkan organisasi yang bisa mewadahi kegiatan teman-teman Gen Z. Jadi, eksistensinya tidak boleh dipandang remeh. Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana Golkar tidak memandang sebelah mata kontribusi anak-anak muda,” ujar Oka.
Ia menilai generasi muda memiliki potensi besar dalam dinamika kehidupan sosial, termasuk dalam perkembangan ruang publik dan dunia digital.
Karena itu, keberadaan AMPG diharapkan tidak hanya menjadi wadah berorganisasi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, serta berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.
Untuk memperluas peran AMPG di Kabupaten Probolinggo, Oka mendorong agar struktur organisasi tidak hanya berada di tingkat kabupaten.
Ia meminta kepengurusan AMPG dibentuk secara struktural hingga tingkat desa. Menurutnya, keberadaan organisasi di tingkat akar rumput penting untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus membuka ruang keterlibatan pemuda di berbagai wilayah.
“AMPG harus membentuk kepengurusan secara struktural. Kalau di kabupaten sudah ada, perintahnya memang harus dibentuk sampai di tingkat desa karena nanti itu akan menjadi bagian dari pemenangan Golkar,” tegasnya.
Penguatan struktur hingga tingkat desa tersebut diarahkan untuk memperluas ruang partisipasi generasi muda sekaligus mendekatkan organisasi dengan masyarakat di tingkat bawah.
Dengan struktur yang lebih luas, AMPG diharapkan mampu menjadi wadah bagi pemuda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Sementara itu, agenda Silaturahmi dan Ngopi Bareng AMPG Kabupaten Probolinggo turut membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kehidupan kepemudaan.
Beberapa isu yang menjadi pembahasan antara lain toleransi, keberagaman, potensi intoleransi, hingga maraknya ujaran kebencian di ruang digital.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keberagaman.
Generasi muda juga didorong untuk menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab, sehingga ruang digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan penyampaian gagasan yang positif.***
Reporter: Candra
Editor: Umar Fauzi, S.H







