Menu ✖

Mode Gelap
JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah, Alfiana Firda Afnaini Salurkan Bak Sampah ke Lima Desa Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo Golkar Probolinggo Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput Lewat Rakerda dan Pelantikan Massal Pengurus Kecamatan Tuntas 100 Persen! LPJ LDNU Gresik Buktikan Sukses Besar Dakwah Aswaja Selama 5 Tahun Hadirkan The Next Wave of Batik, Gressmall Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya di Hari Sumpah Pemuda

Pemerintahan

JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin

badge-check


					JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin Perbesar

PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Menurunnya tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Probolinggo mendapat perhatian DPRD. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada masyarakat miskin yang membutuhkan jaminan kesehatan saat berobat.

Wakil anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rendra Hadi Kusuma, meminta pemerintah segera mengambil langkah agar masyarakat kurang mampu tidak kehilangan akses pelayanan kesehatan akibat kepesertaan JKN yang tidak aktif.

Berdasarkan data yang disampaikannya, tingkat keaktifan peserta JKN di Kabupaten Probolinggo turun dari 81,73 persen menjadi 69,20 persen. Penurunan tersebut mencapai 12,53 poin persentase.

Rendra menilai, pemerintah perlu segera melakukan evaluasi dan pendataan ulang untuk mengetahui penyebab penurunan tersebut. Mulai dari data ganda, perpindahan domisili, perubahan status kepesertaan, peserta meninggal dunia, hingga perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Politisi Fraksi PKB itu meminta agar proses verifikasi dilakukan secara cermat sehingga masyarakat yang masih layak menerima bantuan iuran tidak ikut kehilangan jaminan kesehatan.

Menurutnya, pemerintah juga harus menyiapkan mekanisme pengaktifan kembali kepesertaan JKN, baik melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI JK) maupun bantuan dari pemerintah daerah.

Selain itu, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai persyaratan, tempat pengurusan, dan proses reaktivasi kepesertaan.

Rendra mengingatkan, keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) tidak cukup hanya dilihat dari angka cakupan kepesertaan. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan ketika membutuhkan.

Ia juga meminta pemerintah pusat, provinsi, dan daerah bersama-sama mencari solusi, terutama terkait kemampuan anggaran daerah dalam menanggung iuran masyarakat kurang mampu.

“Jangan sampai masyarakat miskin kehilangan jaminan kesehatan justru ketika mereka membutuhkan pelayanan medis,” menjadi perhatian yang ditekankan Rendra.

Menurutnya, jaminan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, persoalan penurunan kepesertaan JKN harus segera ditangani agar warga yang benar-benar membutuhkan tetap mendapatkan perlindungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Golkar Probolinggo Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput Lewat Rakerda dan Pelantikan Massal Pengurus Kecamatan

2 November 2026 - 10:29 WIB

PUPR Probolinggo Tegaskan Tiga Proyek Infrastruktur Belum Dibayar 100 Persen, Tunggu Uji Teknis dan Laboratorium

30 Oktober 2026 - 04:53 WIB

Reses Masa Persidangan I 2026, H. Muhammad Zubaidi Fraksi Gerindra Serap Aspirasi Warga Tiga Kecamatan

29 Oktober 2026 - 14:27 WIB

DPRD Probolinggo Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal 70 Persen, Perusahaan Diminta Siapkan Peluang bagi Warga

29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Reses di Pajarakan, H. Wahid Nurahman Tampung Aspirasi Warga untuk Perjuangkan Prioritas Pembangunan

29 Oktober 2026 - 01:19 WIB

Trending di Politik