PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan terus dilakukan. Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Alfiana Firda Afnaini, S.Hub.Int., M.M., dari Komisi III Fraksi Partai Gerindra, menyalurkan bantuan bak atau gerobak sampah kepada masyarakat di lima desa, Senin (2/11/2026).
Lima desa penerima bantuan tersebut meliputi Desa Pendil, Klenang Kidul, Klenang Wetan, Gading Kulon, dan Banyuanyar Kidul. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga setempat yang berharap fasilitas itu dapat membantu meningkatkan kebersihan dan penataan lingkungan di wilayah masing-masing.
Program penyediaan bak sampah ini tidak sekadar berorientasi pada penambahan fasilitas kebersihan, tetapi juga menjadi upaya mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Alfiana Firda Afnaini menjelaskan, persoalan sampah tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan dan kesadaran bersama dari masyarakat, terutama dalam membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Program bak sampah ini kami dorong agar masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus ada kesadaran dan keterlibatan masyarakat masing-masing,” ungkap Alfiana.
Ia berharap, ke depan program tersebut dapat berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Harapan saya, ke depan sampah bisa diselesaikan mulai dari desa, bahkan dari rumah tangga masing-masing. Dengan begitu, beban TPA tidak semakin berat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendukung program SAE Lingkungan,” tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana. Edukasi, kebiasaan memilah sampah, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting agar program tersebut berjalan secara berkelanjutan.
Antusiasme warga di lima desa penerima bantuan menjadi salah satu modal awal untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui program ini, diharapkan tumbuh pola pengelolaan sampah yang lebih mandiri, dimulai dari rumah tangga, diperkuat melalui lingkungan desa, sehingga pengurangan sampah tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.
Penulis : Chandra







