Menu

Dark Mode
Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo Meriah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Masquerade Night Sambut Tahun Baru 2026 Reforma Agraria ATR/BPN Bawa Dampak Ekonomi Nyata, Produk Gula Semut Hargorejo Tembus Pasar Global PC Fatayat NU Gresik Perkuat Sinergi dengan Pemkab dalam Pendampingan Anak Penderita Atresia Bilier di Menganti Realisasi Pajak Dekati Target, Pemkab Gresik Manjakan Wajib Pajak dengan Hadiah Mewah BUMDes Kedanyang Makmur Kembangkan Peternakan Kambing untuk Tingkatkan PADes Gresik

Bisnis

Coffe shop Bertemakan Etnik di Probolinggo Jadi Tempat Pilihan Untuk Bersantai

badge-check


					Coffe shop Bertemakan Etnik di Probolinggo Jadi Tempat Pilihan Untuk Bersantai Perbesar

PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Bagi para penikmat kopi dan tempat Instagramebel, harus mencoba suasana caffe shop etnik yang sangat menyenangkan untuk bersantai dan berkumpul bersama teman ataupun pasangan.

Dikabupaten perobolingo, tempat seperti ini masih cukup jarang ditemui. Kebanyakan caffe shop yang biasanya ditemui bertemakan modern minimalis dan kontemporer.

Berbeda dengan coffe shop yang ada Jalan Raya Pantura, Banjar, Randupitu, Kecamatan, Gending, kabupaten Probolinggo. Disana berdiri sebuah coffe shop bertema etnik Jawa. dengan bangunan joglo dibaguan belakang. Coffe shop tersebut diberi nama Tumilir District, dikelola oleh park Of Tumilir Grup.

owner coffe shop Tumilir District Rangga aviantara mengatakan interior bangunan yang hampir 80 persen terbuat dari kayu kuno dengan beragam corak dan model.

“Berawal dari hobi kayu kuno. inisiatif ini muncul. Membangun coffe shop dengan tema etnik Jawa,” ungkapnya.

Coffe shop ini terdiri dari dua bangunan, pertama rumah inti yang digunakan untuk melayani dan pembuatan pesanan dan bangunan joglo dibaguan belakang.

“Bangunan inti kita tidak full kayu, karena untuk menyimpan alat-alat pembuatan coffe butuh tempat yang aman. Hanya dibagian samping saja kita gunakan bata ekspose. Bagian belakang bangunan tetap kita kayu kuno rumah Jawa,” kata pria usia 29 tersebut.

Bagian joglo, sangat kental dapat dirasakan nuansa jawanya. Seperti pada rumah adat joglo yang kita ketahui, ciri khas bangunan joglo salah satunya ada pada atap yang memiliki bentuk tajug yang menyerupai gunung. Sejumlah bagian kayu dibagian bangunan joglo juga terdapat ukiran, menambah kesan kekuno-kunoannya.

“Arahnya memang etnik Jawa. Mulai dari kursi, jendela, dan yang berbahan kayu lainnya, memang sudah Kuno (bekas rumah Jawa),”kata pria asal Wirojayan Asri I, Wiroborang, Kecamatan Mayangan tersbut.

Nuansa kekunoan dan etnik Jawanya sejatinya sudah bisa dirasakan sejak pengunjung baru sampai. Di bagian depan area coffe shop kita dapat melihat pintu gerbang yang terbuat dari kayu.

Dua roda dokar menghiasi pintu gerbang pada duasisinya. Dari kejauhan, bangunan inti dan joglo juga terlihat sangat jelas jika, tema bangunan coffe tersebut etnik Jawa.

“Awalnya agak gambling ya, karena menah tema coffe shop semacam ini belum familiar,” katanya.

Coffe shop yang dibangunan tepat di jalan Pantura Gending ini terbilang masih sangat muda untuk sebuah usaha. Berdiri sekitar 1,5 Tahun silam. Namun konsep yang ditawarkan cukup menjanjikan, diminati oleh para pecinta kopi.

“Sehari, sekali datang kita bisa sampai melayani 100 orang. Sampai kewalahan. Tentu dimonen tertentu saja. Kalau rata-rata setiap harinya 50 orang yang datang,” katanya.

Meski bertemukan etnik, sejumlah menu yang disuguhkan beragam. Mulai dari kopi tradisional tubruk, sampai pengkohan kopi seperti ekspreso. Kopi late pun menjadi salah satu menu andalan coffe shop ini. Bahkan Syphon Coffee juga ada.

“Makanan kita ada makan tradisional. mulai dari pepes karang asem, gurami dan dara goreng. Bervariasi untuk harga minuman, dari Rp 8-45 ribu. kita juga siapkan minuman dengan tema es krim,” katanya.

Tema etnik tentu tak terlepas dengan spot outdoor nan kehijauan. Taman-taman yang juga difungsikan sebagai tempat nongkrong memberi kesan asri. Tempatnya berada di depan dan samping bangunan inti.

“Kita juga ada lokasi outdoor. Jadi misal lelah dengan hiruk pikuk bekerja atau ingin memandang hijau-hijau kita siapkan,” ujanya.

Sejatinya tak ada target khusus pelanggan yang diinginkan oleh pemilik. Sebab, sejauh ini pelanggan yang datang banyak dari beragam kalangan. Mulai dari anak sekolah, sampai kantoran.

“Sebenarnya kenapa kita ambil lokasi Gending, karena ini ditengah-tengah kabupaten. Dimana lokasinya ditengah-tengah, kebarat keta dan timur ke kota Kraksaan. Jadi kita siapkan untuk warga Gending. Namun karena ditepi jalan Pantura, traveler juga banyak yang mampir,” ujarnya.

Bertemakan Etnik Jawa ini, tak hanya digandrungi sebagai tempat kopi. loaksinya juga kerap di sewa menjadi spot foto sekali seumur hidup. Seperti prewedding dan kegiatan kantoran lainnya.

“Bahkan untuk perbaikan kita bisa. beberapa kali sudah disewa menjadi spot foto prewedding. Tentang meregoh kocek lainnya, 3 Jam Rp 350. Bisa request tempat ingin dimodel seperti apa,” katanya. (Dyn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hotel Horison GKB Gresik Laksanakan Program CSR dalam Rangka Road to Anniversary ke-22 PT Metropolitan Golden Management

18 May 2025 - 06:15 WIB

Jasa Sertifikasi Halal di Jakarta-Bogor Murah dan Terpercaya

6 February 2025 - 12:46 WIB

Diguncang Gempa Ratusan Kali, BRI Gresik Bantu Renovasi Ruang Kelas Rp 75 juta di Bawean

30 July 2024 - 16:03 WIB

BRI Gresik Peduli Warga Kurang Mampu dengan Salurkan 800 Paket Pangan Bergizi

30 July 2024 - 15:59 WIB

Resmi Dikukuhkan, HIPMI Gresik Siap Bantu Pemkab Tekan Angka Pengangguran

29 July 2024 - 04:36 WIB

Trending on Bisnis