Gresik — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dengan mengolah limbah plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) menjadi produk paving block bernilai ekonomis.
Plastik LDPE yang diolah merupakan jenis plastik sekali pakai seperti kantong kresek dan plastik es yang selama ini kurang diminati untuk didaur ulang karena harga jualnya rendah. Akibatnya, limbah tersebut sering menumpuk dan merusak lingkungan.
Koordinator kegiatan, M. Fikih Ardiansah, mengatakan program ini bertujuan memberikan nilai tambah pada sampah plastik agar bermanfaat secara ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
“Selama ini plastik LDPE dianggap tidak bernilai. Melalui inovasi ini kami ingin mengubahnya menjadi produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujar Fikih, Jumat (16/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Makin Gemes dan Bank Sampah Bersemi (BSB) Desa Manyarejo.
Warga tidak hanya menerima materi, namun juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan plastik menjadi paving block. Proses produksi dimulai dari pengenalan alat, pemilahan dan pelehan plastik pada suhu tertentu, hingga pencetakan ke dalam cetakan paving block.
Dengan metode sederhana tersebut, masyarakat diharapkan mampu memproduksi secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Menurut Fikih, paving block berbahan LDPE memiliki daya tahan yang cukup baik untuk kebutuhan skala kecil, seperti halaman rumah, teras, dan jalan setapak.
“Produk ini cukup kuat untuk infrastruktur ringan. Selain mengurangi sampah, masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil produksinya,” ujarnya.
Program inovasi ini mendapat respon positif dari warga Desa Manyarejo. Mereka menilai kegiatan tersebut memberi pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah yang produktif.
Ke depan, mahasiswa KKN UTM berharap pengolahan plastik LDPE menjadi paving block dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai solusi lingkungan yang bernilai ekonomi.
Reporter: Angga Purwancara







