Menu

Mode Gelap
Kepala Kemenhaj Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sururi sebagai Ketua DPD FK KBIHU Gresik  Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-79, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Bersama LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta Realisasi Pajak Daerah Capai 52,91 Persen, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh Reno Handoyo Jadi Satu-satunya Pendaftar Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Panitia Tegaskan Tak Ada Pendaftaran Susulan Pembangunan Gedung SMPI Tarbiayatul Hasan Disorot, Kepala Sekolah Mengaku Tak Dilibatkan

Pendidikan

Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo

badge-check


					Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo Perbesar

Gresik — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dengan mengolah limbah plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) menjadi produk paving block bernilai ekonomis.

Plastik LDPE yang diolah merupakan jenis plastik sekali pakai seperti kantong kresek dan plastik es yang selama ini kurang diminati untuk didaur ulang karena harga jualnya rendah. Akibatnya, limbah tersebut sering menumpuk dan merusak lingkungan.

Koordinator kegiatan, M. Fikih Ardiansah, mengatakan program ini bertujuan memberikan nilai tambah pada sampah plastik agar bermanfaat secara ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

“Selama ini plastik LDPE dianggap tidak bernilai. Melalui inovasi ini kami ingin mengubahnya menjadi produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujar Fikih, Jumat (16/1/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Makin Gemes dan Bank Sampah Bersemi (BSB) Desa Manyarejo.

Warga tidak hanya menerima materi, namun juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan plastik menjadi paving block. Proses produksi dimulai dari pengenalan alat, pemilahan dan pelehan plastik pada suhu tertentu, hingga pencetakan ke dalam cetakan paving block.

Dengan metode sederhana tersebut, masyarakat diharapkan mampu memproduksi secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Menurut Fikih, paving block berbahan LDPE memiliki daya tahan yang cukup baik untuk kebutuhan skala kecil, seperti halaman rumah, teras, dan jalan setapak.

“Produk ini cukup kuat untuk infrastruktur ringan. Selain mengurangi sampah, masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil produksinya,” ujarnya.

Program inovasi ini mendapat respon positif dari warga Desa Manyarejo. Mereka menilai kegiatan tersebut memberi pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah yang produktif.

Ke depan, mahasiswa KKN UTM berharap pengolahan plastik LDPE menjadi paving block dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai solusi lingkungan yang bernilai ekonomi.

 

 

Reporter: Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Gedung SMPI Tarbiayatul Hasan Disorot, Kepala Sekolah Mengaku Tak Dilibatkan

13 Juli 2026 - 07:20 WIB

Viral Siswa Tak Lolos SPMB, Dispendik Gresik Tegaskan Proses Berjalan Sesuai Aturan dengan Prinsip Transparansi

17 Juni 2026 - 09:54 WIB

Dinas Pendidikan Gresik Raih Penghargaan Nasional, Bukti Nyata Komitmen Tingkatkan Mutu

10 Juni 2026 - 18:22 WIB

Kadisperpusip Gresik Apresiasi Konsistensi PT Smelting Salurkan CSR untuk Perkuat Literasi Daerah

22 Mei 2026 - 03:01 WIB

Sabet Juara di Ajang MTQ XXXII Kabupaten Gresik, MINU Tratee Putera Konsisten Cetak Generasi Qur’ani

21 April 2026 - 02:24 WIB

Trending di Pendidikan