Menu

Mode Gelap
BKMS dan Tenant JIIPE Salurkan 44 Hewan Kurban untuk Warga Gresik Angkat Isu Kekerasan Anak, Dinas KBPPPA Gresik Gelar Lomba Film untuk Pelajar SMP Kadisperpusip Gresik Apresiasi Konsistensi PT Smelting Salurkan CSR untuk Perkuat Literasi Daerah Icon Mall Gresik Hadirkan Food City, Pusat Kuliner UMKM yang Nyaman dan Terjangkau Jauh-jauh dari Korsel, Enam Aktivis Lingkungan Kepincut Pengelolaan Sampah di Desa Randuboto Gresik Dishub Gresik Tanamkan Nilai Etika dan Disiplin Lewat Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini

Kebudayaan

Warga Pesisir Karanganyar Probolinggo, Gelar Larung Sesaji ke Tengah Laut

badge-check


					Warga Pesisir Karanganyar Probolinggo, Gelar Larung Sesaji ke Tengah Laut Perbesar

Bagikan

Probolinggo, inibaruberita.id – Perairan laut Desa Karanganyar, Senin (22/5/2023) pagi tumplek blek dipadati ribuan masyarakat lokal dan daerah tetangga.Mereka datang ke acara “Petik Laut” yang digelar masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Menariknya, tradisi leluhur larung sesaji ke tengah laut itu sebelumnya telah dihiasi pernak-pernik kapal lengkap dengan isi didalamnya berisi seribu macam sesembahan larung sesajen seperti kepala sapi, ayam, segala macam bumbur dapur lengkap, buah-buahan lengkap dan pakaian pria dan wanita lengkap, emas, kain kafan, dan segala macam kue.

Acara petik laut yang identik dengan ritual selamatan desa ini rutin diadakan setiap tahun, tepatnya pada diantara bulan Mei-nya. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Karanganyar kepada Allah SWT atas segala kelimpahan rejeki dan rasa aman.

Untuk menambah semarak suasana, Pemerintah Desa Karanganyar juga mengadakan lomba perahu hias, lomba tarik tambang, pukul kendi, lari karung dan arak-arakan jitek dari Pantai Karanganom ke Balai Desa bersama Kades setempat.

Semua ini adalah dalam rangka meningkatkan solidaritas masyarakat dan kelestarian lingkungan sebagai penunjang desa wisata yang saat ini digagas Pemerintah Desa Karanganyar sekaligus mengenalkan Pantai Karanganyar yang cukup elok dan eksotis panoramanya.

“Petik Laut merupakan budaya peninggalan nenek moyang kami dan akan terus kami pertahankan, karena ada nilai-nilai luhur yang terkandung yakni kerukunan dan keguyuban masyarakat. Sebab semua bersatu padu menyiapkan segala sesuatunya,” jelas Kepala Desa Karanganyar, Mahfud.

Tidak hanya ramai oleh aktivitas warga masyarakat Desa Karanganyar, setiap tahun kegiatan petik laut juga kerap menarik kehadiran masyarakat dari luar Desa Karanganyar untuk menimati suasana atau menyaksikan secara langsung prosesi ritual petik laut ini.

Umar Riyanto, Panitia Petik Laut Karanganyar mengatakan agenda petik laut digelar selama seminggu berturut-turut. Tidak hanya larung sesajen, pihaknya juga menggelar acara sholawatan bersama Majelis Sholawat Subhanul Muslimin, Konser Religi Gambus dan doa bersama Ulama’, kiai dan tokoh agama Desa Karanganyar.

“Sebelum larung sesajen, kami juga gelar doa bersama bersama Habib Muhammad Ba’ali, Kiai Al-Fayadl, Ra Faiz, Ra Fahmi dan sejumlah kiai di Ponpes Nurul Jadid,” ujar Umar sejumlah wartawan, Senin (22/5).

Umar juga mengaku, petik laut ini juga telah menampilkan sebanyak 35 kapal nelayan sekitar yang telah dihias menarik dan bagus dipandang mata. Kapal-kapal itu berjejer disepanjang pantai yang juga ikut dilombakan.

“Hadiahpun bertaburan disetiap kegiatan yang kami gelar. Mulai dari lomba kapal hias dengan nilai hadiahnya sekitar 10 juta dan hadiah door price lainnya. Petik laut ditahun ini terbilang sukses dan meriah. Ini juga untuk mengenalkan wisata pantai dan desa wisata Karanganyar yang dicetuskan Pak Kades,” tegas Umar.

“Tradisi petik laut leluhur kami adalah dengan melarung sesaji berupa hasil laut, hasil bumi, hasil ternak dan kepala sapi ke tengah samudra tepatnya di kawasan karang ditengah laut yang sering disebut bank ikan itu. Karang yang merupakan warisan leluhur ini akan terus kami jaga kelestariannya secara turun-temurun,” tandasnya. (fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Berhadiah Umroh Bagi Warga Probolinggo yang Menemukan Kades Terlibat Money Politik

26 November 2024 - 11:37 WIB

Sedekah Bumi Desa Betiting Dimeriahkan Khotmil Qur’an, Kirab Hasil Bumi hingga Wayang Kulit

16 Oktober 2024 - 23:33 WIB

Sholawat, Grebeg Ayam 3 Ton, Kirab Budaya, Hingga Wayang Campursari Meriahkan Sedekah Bumi Desa Sidowungu

1 Oktober 2024 - 12:42 WIB

Sambut Maulid Nabi, Pemdes Menunggal dan Gus Azmi Bersholawat Bersama Ribuan Jama’ah

12 September 2024 - 12:59 WIB

Tradisi Sedekah Bumi Desa Petiyintunggal sebagai Warisan Leluhur Masih Terjaga di Tengah Era Modern

9 September 2024 - 11:05 WIB

Trending di Kebudayaan