Menu ✖

Mode Gelap
7 OPD Pemkab Probolinggo Transaksikan Rp691 Juta ke Satu Penyedia, Pengadaan Jadi Sorotan JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah, Alfiana Firda Afnaini Salurkan Bak Sampah ke Lima Desa Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo Golkar Probolinggo Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput Lewat Rakerda dan Pelantikan Massal Pengurus Kecamatan Tuntas 100 Persen! LPJ LDNU Gresik Buktikan Sukses Besar Dakwah Aswaja Selama 5 Tahun

Sosial

Jauh-jauh dari Korsel, Enam Aktivis Lingkungan Kepincut Pengelolaan Sampah di Desa Randuboto Gresik

badge-check


					Jauh-jauh dari Korsel, Enam Aktivis Lingkungan Kepincut Pengelolaan Sampah di Desa Randuboto Gresik Perbesar

Gresik – Enam aktivis lingkungan asal Korea Selatan melakukan kunjungan studi ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (20/05/2026)

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan dan pengurangan sampah plastik berbasis masyarakat yang telah berjalan sukses di desa tersebut.

Kepala Desa Randuboto, Andi Sulandra, mengungkapkan bahwa para aktivis luar negeri tersebut tertarik menjadikan Desa Randuboto sebagai objek studi setelah mendapatkan rekomendasi dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan, Ecoton.

“Mereka tahu tentang Randuboto ini dari Ecoton. Mereka kemudian diajak ke sini untuk melihat bagaimana integrasi pengolahan sampah dari hulu ke hilir yang dinilai sudah berjalan sangat baik,” ujar Andi saat dikonfirmasi, Kamis (21/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pihak Pemerintah Desa memaparkan seluruh potensi pengolahan limbah yang dilakukan di TPS 3R. Mulai dari pemilahan sampah basah (organik) dan kering, pengolahan sampah plastik menggunakan metode pirolisis, hingga pembuatan kompos di rumah kompos khusus.

Andi menjelaskan bahwa kesadaran warga Desa Randuboto dalam mengelola sampah sudah terbangun secara organik. Hal ini membuat para aktivis Korea Selatan terkesan dengan kebersihan, kerapian, serta keterpaduan sistem yang ada.

“Saya jelaskan bahwa di sini sampah daun atau ranting sudah tidak boleh dibakar, melainkan diolah di rumah kompos. Hasil komposnya dimanfaatkan untuk pupuk tanaman dan alas kandang ayam agar tidak bau. Mereka sangat terkesan dan bilang “Randuboto is good” karena semua jenis sampah terpantau dan ada solusinya,” tambahnya.

Selain mempelajari sistem yang sudah ada, kunjungan yang juga didampingi oleh akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) ini membawa misi besar untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat.

Andi membeberkan, ke depan akan ada rencana kerja sama antara Pemerintah Desa Randuboto dengan Non-Govermental Organization (NGO) untuk memperkenalkan konsep toko isi ulang (refill) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti sampo dan sabun. Di Korea Selatan, lini usaha berkonsep eco-entrepreneurship ini sudah berjalan masif.

“Mereka punya misi besar mengurangi plastik, salah satunya lewat metode refill. Jadi masyarakat kalau beli air minum, sabun, atau sampo tinggal bawa wadah sendiri untuk diisi ulang. Tindak lanjutnya, konsep toko refill ini akan diperkenalkan dan diterapkan di beberapa titik lokasi di Desa Randuboto,”pungkasnya.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah, Alfiana Firda Afnaini Salurkan Bak Sampah ke Lima Desa

4 November 2026 - 11:24 WIB

Aturan Plasi Petani Probolinggo Belum Jelas, DPRD Soroti Kepastian Harga

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Krisis Air Bersih Probolinggo, Muad Dorong Solusi Permanen agar Warga Tak Bergantung pada Tangki

14 Oktober 2026 - 05:45 WIB

Krisis Air Bersih di Malasanwetan Probolinggo, Warga 6 Hari Kesulitan Air, Bantuan Tangki Kembali Disalurkan

14 Oktober 2026 - 05:28 WIB

Hari Pelanggan Nasional: PLN Nusantara Power UP Paiton Hadiahkan Beasiswa S1 Untuk Generasi Penerus Bangsa

27 Agustus 2026 - 04:45 WIB

Trending di Sosial