Menu ✖

Mode Gelap
Oka Mahendra, dari Dapil Pesantren hingga Kursi Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo DPRD Kabupaten Probolinggo Bahas Nasib PPPK dan Persoalan Agraria dengan Anggota DPR RI Sunday Clinic RS Petrokimia Gresik, Periksa Kesehatan Lebih Fleksibel di Akhir Pekan 25 Pejabat Resmi Digeser, Bupati Gresik Akhirnya Buka Suara Soal Mutasi Eselon II Perubahan Desil DTSEN Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Probolinggo Dorong Transparansi Data Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan

Pemerintahan

PDAM Gresik Naikkan Tarif Pelanggan Industri dan Niaga untuk Tingkatkan Pelayanan dan Pengembangan Jaringan

badge-check


					PDAM Gresik Naikkan Tarif Pelanggan Industri dan Niaga untuk Tingkatkan Pelayanan dan Pengembangan Jaringan Perbesar

GRESIK, IniBaruBerita.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Kabupaten Gresik terus melakukan peningkatan pelayanan dan pengembangan jaringan pipa untuk menyalurkan air kepada para pelanggan.

Guna menunjang hal tersebut, Perumda Giri Tirta Gresik melakukan penyesuaian tarif pelanggan untuk kategori niaga dan industri mulai Rp1.000 sampai Rp1.500 dengan total 6.638 pelanggan. Sedangkan untuk pelanggan kategori rumah tangga tidak ada kenaikan tarif.

Direktur Umum Perumda Giri Tirta Gresik Ahmad Rusdilfahmi mengatakan penyesuaian harga tarif air ini tertuang dalam Peraturan Bupati Gresik Nomor 31 Tahun 2024, seperti pada kategori pelanggan niaga kecil yang meliputi kos-kosan, toko kelontong hingga perkantoran naik dari harga Rp5.000 per meter kubik (m3) menjadi Rp6.500.

“Untuk industri kecil kenaikannya sama dengan kategori niaga kecil. Sedangkan untuk kategori niaga besar naik dari Rp7.500 menjadi Rp8.500,” ujar Fahmi, saat Sosialisasi Penyesuaian Tarif Niaga dan Industri Kecil di Kantor Cabang Perumda Giri Tirta Gresik, Rabu (5/6/2024).

Sejak Tahun 2018, lanjut Fahmi, pihaknya belum pernah menaikan tarif. Sementara tarif listrik dan biaya operasional terus naik. Sehingga kenaikan ini bertujuan untuk subsidi silang dengan kategori rumah tangga. Saat ini Perumda tercatat ada 123.000 pelanggan.

“HPP air kita Rp7.650 per meter kubik. Sedangkan kita jual air ke masyarakat hanya Rp1.500 per meter kubik. Tentu agar tidak rugi kami harus naikan tarif di kategori niaga dan industri,” jelasnya.

Selain itu, Perumda Giri Tirta Gresik juga melakukan penyaluran air ke 8 desa di Kecamatan Duduksampeyan yang saat ini sudah dilakukan simulasi agar dapat mengalir lancar. Khususnya di lokasi terjauh seperti di Desa Kemudi, yang perlu dibuatkan tandon air dahulu.

“Rencananya total ada 4.895 sambungan rumah tangga mulai mengalir bulan ini,” ucapnya.

“Tentunya pengembangan jaringan ini butuh pembiayaan yang tidak sedikit,” imbuhnya.

Terkait keluhan pelanggan rumah tangga yang mengalami lonjakan pembayaran bulanan, Fahmi menyebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Mulai dari petugas keliling yang tidak bisa melihat meteran air karena rumah di kunci, kebocoran air di rumah pelanggan hingga adanya pergantian meteran baru.

“Tahun 2023 kemarin kami melakukan penggantian 5.000 unit meteran air baru. Sedangkan tahun 2024 ada penggantian 10.000 meteran. Semuanya gratis. Sehingga perhitungan pengunaan air semakin akurat,” kata Fahmi.

Dirinya juga menepis bila pasokan sumber air menipis atau kurang. Bahkan, saat ini kondisinya oversupply atau berlebih. Semua tak lepas dari banyaknya sumber air. Salah satunya dari mata air Umbulan.

“Kemarin ada perusahaan yang bilang butuh air banyak. Saya langsung sampaikan kalau kami siap menyumplai berapa pun kebutuhan yang diperlukan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Oka Mahendra, dari Dapil Pesantren hingga Kursi Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo

26 September 2026 - 09:39 WIB

DPRD Kabupaten Probolinggo Bahas Nasib PPPK dan Persoalan Agraria dengan Anggota DPR RI

25 September 2026 - 15:00 WIB

25 Pejabat Resmi Digeser, Bupati Gresik Akhirnya Buka Suara Soal Mutasi Eselon II

25 September 2026 - 09:51 WIB

Perubahan Desil DTSEN Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Probolinggo Dorong Transparansi Data

25 September 2026 - 09:27 WIB

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

Trending di Pemerintahan