Menu

Mode Gelap
Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan Diduga Oknum Penyidik Polres Probolinggo Tidak Profesional Dinilai Merendahkan Profesi LBH Final Golkar Cup 2026 di Batur Meriah, Sepak Bola Dorong Semangat Kebersamaan dan UMKM Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

Peristiwa

Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan

badge-check


					Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan Perbesar

Gresik – Video seorang oknum pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) Ibnu Sina Gresik, cekcok dengan penumpang bus hingga viral menuai hujatan di media sosial, beberapa hari lalu berakhir damai secara kekeluargaan.

Meski sempat menimbulkan polemik dan kegaduhan, kasusnya sudah clear. Bahkan, pihak manajemen memberikan sanksi berupa menarik pegawai tersebut dari bagian pelayanan ke bagian administrasi.

Manajemen RSUD Ibnu Sina pun memastikan insiden tersebut merupakan perselisihan pribadi dan tidak berkaitan dengan pelayanan institusi.

Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik, dr. Sony, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan penelusuran dan klarifikasi kepada sejumlah pihak begitu video tersebut menyebar di media sosial.

“Dari hasil penelusuran dan klarifikasi, manajemen menyatakan ini murni masalah pribadi yang kemudian menyeret nama institusi. Persoalan telah berakhir damai dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan,”ujar dr. Sony, dihubungi via WhatsApp, Selasa (22/09/26).

Meski permasalahan antar-individu tersebut berakhir damai, manajemen tetap mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan dan aturan internal yang berlaku di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Setiap tindakan pegawai yang berpotensi melanggar nilai-nilai dan merugikan institusi akan tetap diproses melalui mekanisme resmi rumah sakit.

dr. Sony, menegaskan, pegawai tersebut sebenarnya mengalami masalah gangguan pendengaran, sehingga nada suaranya keras saat berbicara.

Namun, meski begitu, pihak manajemen tetap memberikan sanksi sesuai dengan aturan. Saat ini, pegawai tersebut ditarik dari pelayanan ke bagian administrasi.

“Kita tarik dari pelayanan ke administrasi kantor pak. Bantu administrasi di kantor manajemen yang tidak berinteraksi dengan pasien,”tegasnya.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba, 100 Pegawai Dishub Gresik Dites Urin oleh BNNK

11 Agustus 2026 - 05:51 WIB

JAKPRO Desak Audit Menyeluruh Dugaan Mark-Up Program MBG di Probolinggo

9 Juni 2026 - 13:42 WIB

Kawal Kasus Warga Miskin, LBH Justisia Arunakara Minta Kebijakan RS IHC Wonolangan Ringankan Biaya Pasien

8 Juni 2026 - 08:11 WIB

Berenang di Wisata Ranu Betok Probolinggo, Dua Pemuda Tewas Tenggelam

5 Juni 2026 - 09:50 WIB

Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus

30 Maret 2026 - 02:07 WIB

Trending di Peristiwa