Gresik – Video seorang oknum pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) Ibnu Sina Gresik, cekcok dengan penumpang bus hingga viral menuai hujatan di media sosial, beberapa hari lalu berakhir damai secara kekeluargaan.
Meski sempat menimbulkan polemik dan kegaduhan, kasusnya sudah clear. Bahkan, pihak manajemen memberikan sanksi berupa menarik pegawai tersebut dari bagian pelayanan ke bagian administrasi.
Manajemen RSUD Ibnu Sina pun memastikan insiden tersebut merupakan perselisihan pribadi dan tidak berkaitan dengan pelayanan institusi.
Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik, dr. Sony, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan penelusuran dan klarifikasi kepada sejumlah pihak begitu video tersebut menyebar di media sosial.
“Dari hasil penelusuran dan klarifikasi, manajemen menyatakan ini murni masalah pribadi yang kemudian menyeret nama institusi. Persoalan telah berakhir damai dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan,”ujar dr. Sony, dihubungi via WhatsApp, Selasa (22/09/26).
Meski permasalahan antar-individu tersebut berakhir damai, manajemen tetap mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan dan aturan internal yang berlaku di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Setiap tindakan pegawai yang berpotensi melanggar nilai-nilai dan merugikan institusi akan tetap diproses melalui mekanisme resmi rumah sakit.
dr. Sony, menegaskan, pegawai tersebut sebenarnya mengalami masalah gangguan pendengaran, sehingga nada suaranya keras saat berbicara.
Namun, meski begitu, pihak manajemen tetap memberikan sanksi sesuai dengan aturan. Saat ini, pegawai tersebut ditarik dari pelayanan ke bagian administrasi.
“Kita tarik dari pelayanan ke administrasi kantor pak. Bantu administrasi di kantor manajemen yang tidak berinteraksi dengan pasien,”tegasnya.
Reporter : Angga Purwancara







