GRESIK, IniBaruBerita.id – Meningkatkan kinerja guru dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sangat diperlukan di era saat ini.
Peningkatan kapasitas dan kapabilitas guru menjadi modal penting terwujudnya internal yang bagus.
Nah, internal madrasah yang bagus maka bisa menjadikan guru lebih enjoy dalam mengajar.
Jika sudah enjoy, maka berdampak pada pembelajaran yang diperoleh siswa.
Juga nantinya, siswa akan merasakan hal dan pengalaman terbaik dalam belajar mengajar.
Karena dirasa penting, sebuah madrasah di Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik mengajak para guru untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM)
Selama dua hari, mereka digembleng di salah satu hotel Kota Surabaya.
Mereka diberikan motivasi kerja agar lebih semangat.
Hal ini penting untuk meningkatkan kinerja di sekolah selama setahun kedepan.
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Darussa’adah Karangrtumpuk Desa Campurejo Panceng, Muhammad Nadlim mengatakan rapat kerja dan peningkatan kapasitas ini upaya madrasah untuk memperbaiki aspek internal.
Hal pertama yang dilakukan adalah dengan membedah visi-misi yang menjadi tujuan bersama.
“Hari pertama kami melakukan rapat kerja, membedah visi misi yang akan berjalan setahun kedepan, semangatnya ini yang kami bangun dan kami tumbuhkan,” katanya di Surabaya pada Sabtu (6/7/2024).
Nadlim mengungkapkan, semangat pengabdian para guru harus dijaga.
Bahkan kata dia, wajib bagi seorang guru untuk terus belajar sehingga bisa menyesuaikan perkembangan zaman.
“Kami ingin guru kami bisa melakukan hal terbaik, juga penting untuk belajar terkait pola pendidikan era sekarang,” ujarnya.
Nadlim menyatakan jika guru di era saat ini juga dituntut kreatif dan inovatif.
Misalnya dengan menggunakan informasi teknologi, maka pekerjaan akan semakin mudah sehingga membantu tugas guru itu sendiri.
“Pemanfaatan teknologi adalah mutlak, sehingga guru-guru harus paham,” ungkapnya.
Dia menerangkan, dalam setahun kedepan madrasahnya akan fokus dalam peningkatan mutu pendidikan.
“Juga optimalisasi struktur guru, penambahan muatan lokal, keterbukaan manajemen dan penurunan biaya siswa,” ujarnya.
Selain internal, Nadlim juga menekankan soal branding sekolah.
Pada hari kedua, para guru diajak melek digital. Memanfaatkan media sosial untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Nadlim menyadari, madrasah yang ia pimpin berada jauh di pelosok desa. Lokasinya 50 Kilometer dari pusat Kota Gresik dan berbatasan langsung dengan Lamongan.
“Jadi kami butuh branding itu, meski sekolah kami jauh dari kota, tapi inovasi harus terus dilakukan, termasuk branding,” tutupnya.







