Menu ✖

Mode Gelap
7 OPD Pemkab Probolinggo Transaksikan Rp691 Juta ke Satu Penyedia, Pengadaan Jadi Sorotan JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah, Alfiana Firda Afnaini Salurkan Bak Sampah ke Lima Desa Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo Golkar Probolinggo Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput Lewat Rakerda dan Pelantikan Massal Pengurus Kecamatan Tuntas 100 Persen! LPJ LDNU Gresik Buktikan Sukses Besar Dakwah Aswaja Selama 5 Tahun

Pemerintahan

LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta

badge-check


					LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta Perbesar

PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id– Dugaan penerimaan insentif dari pungutan pajak daerah senilai sekitar Rp560 juta oleh Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo pada tahun 2025 kembali menjadi sorotan. Kali ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justisia Arunakara Indonesia mendesak Kepala BPPKAD segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

Ketua LBH Justisia Arunakara Indonesia, Umar Fauzi, menegaskan bahwa besarnya nominal insentif tersebut layak menjadi perhatian publik. Menurutnya, meskipun pemberian insentif diduga memiliki dasar regulasi, penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan daerah tetap harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Nilai insentif yang mencapai sekitar Rp560 juta tentu bukan angka yang kecil. Publik berhak mengetahui dasar hukum, mekanisme perhitungan, serta alasan pemberian insentif tersebut agar tidak memunculkan dugaan ataupun spekulasi di tengah masyarakat,” tegas Umar.

Ia menilai, keterbukaan informasi merupakan kewajiban setiap pejabat publik, terlebih ketika muncul pemberitaan yang menyangkut penggunaan anggaran negara atau daerah. Menurutnya, diamnya pejabat yang menjadi sorotan justru berpotensi memperbesar polemik dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Apabila memang seluruh prosesnya telah sesuai ketentuan, seharusnya tidak ada alasan untuk menutupinya. Justru penjelasan secara terbuka akan memberikan kepastian kepada masyarakat dan mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang,” ujarnya.

LBH Justisia Arunakara Indonesia juga mengingatkan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari keuangan daerah pada hakikatnya merupakan uang rakyat yang pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Karena itu, masyarakat dinilai memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai dasar pemberian insentif tersebut.

Selain meminta klarifikasi, Umar berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo menjadikan persoalan ini sebagai momentum untuk memperkuat transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif maupun krisis kepercayaan publik.

Sebelumnya, dugaan penerimaan insentif pungutan pajak daerah oleh Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo dengan nilai sekitar Rp560 juta menjadi perhatian publik setelah ramai diberitakan. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo belum memberikan keterangan resmi maupun hak jawab kepada media terkait informasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

7 OPD Pemkab Probolinggo Transaksikan Rp691 Juta ke Satu Penyedia, Pengadaan Jadi Sorotan

5 November 2026 - 13:17 WIB

JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin

5 November 2026 - 05:07 WIB

PUPR Probolinggo Tegaskan Tiga Proyek Infrastruktur Belum Dibayar 100 Persen, Tunggu Uji Teknis dan Laboratorium

30 Oktober 2026 - 04:53 WIB

DPRD Probolinggo Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal 70 Persen, Perusahaan Diminta Siapkan Peluang bagi Warga

29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Edi Hadisiswoyo Resmi Jadi Pj Sekda Gresik, Bupati Titip Penguatan PAD Tanpa Bebani Rakyat

28 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Trending di Pemerintahan