Menu

Mode Gelap
Kepala Kemenhaj Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sururi sebagai Ketua DPD FK KBIHU Gresik  Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-79, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Bersama LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta Realisasi Pajak Daerah Capai 52,91 Persen, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh Reno Handoyo Jadi Satu-satunya Pendaftar Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Panitia Tegaskan Tak Ada Pendaftaran Susulan Pembangunan Gedung SMPI Tarbiayatul Hasan Disorot, Kepala Sekolah Mengaku Tak Dilibatkan

Pemerintahan

Pemdes Betiting Cerme Gandeng Kampus Negeri Jiran untuk Deteksi Penyakit Tanaman Melalui Smartphone

badge-check


					Pemdes Betiting Cerme Gandeng Kampus Negeri Jiran untuk Deteksi Penyakit Tanaman Melalui Smartphone Perbesar

 

GRESIK, IniBaruBerita.id – Desa Betiting memang berbeda dengan desa lain di Kabupaten Gresik. Desa yang masuk wilayah Kecamatan Cerme ini “Go Internasional” kini tengah menjalin kerjasama dengan negara Jiran Malaysia.

Kepala Desa Betiting Cerme, Musoli mengatakan, Desanya menjadi tempat penelitian kerjasama pengembangan tematik hasil kerjasama antara PENS dengan UTM (University Teknologi Mara) Malaysia.

“Penelitian dilakukan hari ini, Rabu (2/10) di Desa Betiting. Melibatkan banyak ahli, termasuk dari Malaysia,” ujar Kades Musoli.

Ditambahkan kades, penelitian antar negara ini meliputi deteksi hama penyakit tanaman dengan smartphone, portable device dan drone.

Pengendali hama burung pipit, menggunakan tali perak otomatis. Smart Soil tester dan terakhir pemetaan lahan dengan drone.

Para peneliti, kata Musoli, terdiri dari Mike Yuliana Ketua P3M yang juga ketua tim peneliti, didampingi Budarni staf dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. Sedangkan ahli dari UTM Malaysia adalah Prof Azlina Idris.

Kades berharap dengan diadakan penelitian antarnegara imi, bisa semakin memajukan pertanian dan potensi pertanian di Desa Betiting sehingga pada akhirnya petani bisa makmur karena produksi yang melimpah.

“Kenapa di Betiting? karena di desa kami, bisa panen padi hingga 3 kali dalam setahun. Ini sangat luar biasa dibanding desa lainnya. Meski desa kami dikepung kawasan perumahan, tetapi kami masih memiliki wilayah pertanian potensial. Inilah ya g mendorong Dinas Pertanian Gresik menjadikan desa kami sebagai pusat penelitian, sekaligus membantu petani kami dalam menghadapi segala jenis hama pertanian,” kata Kades Musoli bangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-79, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Bersama

25 Juli 2026 - 03:46 WIB

LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta

20 Juli 2026 - 09:11 WIB

Realisasi Pajak Daerah Capai 52,91 Persen, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh

14 Juli 2026 - 18:12 WIB

Cegah Jalur Ilegal, Disnaker Probolinggo Gandeng Petugas Sensus Ekonomi Edukasi Perlindungan PMI

3 Juni 2026 - 14:21 WIB

Angkat Isu Kekerasan Anak, Dinas KBPPPA Gresik Gelar Lomba Film untuk Pelajar SMP

23 Mei 2026 - 13:10 WIB

Trending di Pemerintahan