GRESIK, IniBaruBerita.id – Belum genap sebulan menjabat sebagai Anggota DPR RI, Nila Yani Hardiyanti langsung gerak cepat turun ke bawah menyerap aspirasi masyarakat ke salah satu sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Gresik, Senin (28/10/2024).
Anggota Komisi VII ini mendatangi sentra IKM di Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti karena ingin berdiskusi dan mendengar langsung dari pekerja industri rumahan terutama terkait dengan persoalan yang dihadapi selama berproduksi.
“Saya langsung turun menemui mereka karena ingin berdiskusi dan mendengar langsung, sekaligus ingin memberikan dukungan dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan IKM khususnya di IKM pelemwatu Menganti,”Kata Nila Yani, saat dihubungi via WA, Rabu (30/10/2024).
Didampingi Dirut BUMDes dan Kepala Desa Pelemwatu serta Camat Menganti, politisi muda dari Fraksi PDIP ini mengatakan sentra IKM telah menjadi roda perekonomian rakyat sehingga dibutuhkan keberpihakan untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing IKM.
“Keberadaan sentra IKM di Desa Pelemwatu ini harus didukung karena sentra IKM ini bisa menjadi program prioritas penting bagi pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sementara saat bertemu dengan pelaku usaha di sentra tersebut, adik Bupati Gresik ini lebih banyak mendengarkan. Sejumlah persoalan yang dihadapi para pelaku usaha dengan serius disimaknya. Salah satunya adalah persoalan keamanan dalam proses bekerja.
“Ada beberapa persoalan yang sudah saya dengar dari mereka, salah satunya pekerja dalam industri logam seperti persoalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak boleh dianggap hal sepele, karena pekerjaan semacam ini pasti ada faktor human error,” ungkapnya.
Sentra IKM di Desa Pelemwatu memproduksi berbagai peralatan dan mesin. Di antaranya mesin parut kelapa, gilingan kopi, dan mesin pencabut bulu ayam. Sebelumnya, Nila Yani telah lebih dulu menerima informasi dari beberapa pelaku usaha. Karena itu, ia menindaklanjuti dengan mengunjungi langsung sentra tersebut.
“Saya ingin memastikan hal-hal apalagi yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha di sentra IKM. Ternyata ada, seperti kebutuhan sertifikasi SNI hasil produk peralatan dan mesin yang dihasilkan. Karena dengan mengantongi sertifikat bisa meningkatkan ekspansi dan nilai jual dari produk mereka,” bebernya.
Selain itu, ditambahkan Nilai Yani, pada tahun 2025 mendatang Kabupaten Gresik akan mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat untuk IKM. Ia menekankan perlunya keseriusan dari pihak Kabupaten Gresik untuk mengawal pelaksanaan sentra IKM agar bisa terlaksana dengan baik.
“Saya menekankan peran serta seluruh pihak untuk mengawal sentra IKM ini, khususnya Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik. Termasuk menggunakan produk buatan lokal agar dapat mencapai kemandirian produksi nasional,” tutupnya.







