Gresik — Peringatan Hari Guru Nasional di Kabupaten Gresik berlangsung semarak dan sarat apresiasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan kembali komitmennya meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru sebagai bagian dari upaya mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik, Hariyanto, dalam berbagainya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi para guru yang terus berjuang mencerdaskan anak bangsa.
“Kami memberikan penghargaan dan penghargaan atas kontribusi guru.Semoga momentum ini memantik semangat guru dalam mendedikasikan dirinya bagi pendidikan,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Hariyanto juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Gresik atas dukungan penuh terhadap dunia pendidikan, termasuk berbagai program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan. Ia menyebut sebanyak 1.000 penghafal Al-Qur’an kini menempuh pendidikan di kelas tahfiz yang semakin diminati.
Selain itu, guru honorer (GTT) kini dapat mengikuti berbagai program pelatihan, seiring hampir seluruh GTT di Gresik berhasil diangkat menjadi ASN PPPK yang terdiri dari 2.086 PPPK penuh dan 670 PPPK paruh waktu, dengan total 2.756 orang,”bebernya.
Pemkab Gresik juga memberikan insentif bagi guru PAUD dan guru swasta. Tahun ini guru swasta menerima Rp7,2 juta per tahun melalui anggaran sebesar Rp30 miliar, dengan total penerima mencapai 3.982 guru.
Di bidang infrastruktur pendidikan, Kadispendik menyebut kondisi ruang kelas semakin membaik. Pada tahun 2025, tinggal 9% atau sekitar 760 ruang kelas yang berstatus rusak, sementara 8.324 ruang lainnya telah dinyatakan baik.
“Tahun depan ditargetkan 765 ruang dapat diperbaiki, termasuk 345 ruang guru, dan sisanya akan diselesaikan pada tahun 2026,”ucapnya.
Sementara untuk memperkuat karakter pendidikan, Hariyanto menegaskan penting hadirnya “generasi Qurani” di Gresik. “Harapannya Gresik semakin aman. BMT hari ini juga memberikan doorprize umroh gratis untuk para guru,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menegaskan peran penting guru dalam keberhasilan peserta didik. Ia juga menyoroti tantangan baru dalam pendidikan, seperti berkurangnya minat anak pada permainan lapangan serta semakin lamanya waktu penggunaan gadget. Menurutnya, hal ini perlu diatasi melalui kolaborasi.
“Pemda terus berupaya memberikan pendidikan yang menyenangkan dengan rasa aman dan nyaman. Transformasi digital, termasuk penguatan laboratorium digital, harus didorong,” jelasnya.
Bupati juga memastikan bahwa anggaran pendidikan, termasuk BOSDA, tetap aman pada tahun 2026 meskipun terjadi penyesuaian APBD. Pemkab juga mendorong peningkatan inovasi pendidikan dan kualitas pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.
Pada acara puncak, undian umroh khusus guru menjadi perhatian para peserta. Dua guru yang beruntung memperoleh hadiah umroh tersebut yaitu Muhammad Fuad Muzayyinul dan Umi Azizah.
Peringatan Hari Guru Nasional di Gresik tahun ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan menuju Generasi Emas 2045.
Reporter : Angga Purwancara







