Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) memaparkan capaian strategi pembangunan tahun 2025. Berbagai prioritas program menunjukkan kemajuan signifikan, di antaranya meliputi peningkatan kualitas organisasi, penyediaan air bersih, pembangunan sarana pendidikan, serta revitalisasi ruang publik.
Di sektor perumahan, program Revitalisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, menunjukkan perkembangan positif. Tercatat hingga 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah telah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah sudah mencapai 50 unit dari 102 unit.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan komitmen Pemkab Gresik terus mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), salah satunya yang berlangsung di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng. Program perbaikan rumah ini adalah bentuk keberpihakan Pemkab Gresik terhadap warga kurang mampu agar mereka bisa tinggal di hunian yang lebih sehat dan aman.
“Pemkab menargetkan pemerataan bantuan RTLH hingga seluruh kecamatan, karena kawasan kumuh harus ditangani secara menyeluruh,” kata Bupati, Sabtu (6/12/2025).
Lebih lanjut, Bupati Gus Yani menekankan bahwa Permukiman kumuh bukan sekedar rumah reyot atau jalan becek. Menurutnya, kumuh adalah tanda warga negara masih hidup dan tinggal tanpa kepastian hukum atas tanahnya, tanpa sanitasi yang sehat, dan tanpa air bersih yang layak.

“Program ini bukan sekedar soal angka anggaran, melainkan harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni, kepastian hukum atas tanah, serta lingkungan yang aman dan sehat,” tambahnya.
Sementara pada sektor air bersih, Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan waduk di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas. Dikatakan Bupati, infrastruktur ini merupakan upaya besar Pemkab Gresik untuk mengatasi kekurangan air bersih warga di sejumlah wilayah, sehingga distribusi air PDAM Gresik semakin merata. Menurutnya, pembangunan waduk merupakan langkah penting dalam pemerataan layanan dasar.
“Pembangunan waduk baru tersebut merupakan langkah strategis Pemkab untuk menjangkau rumah-rumah pelanggan. Dengan infrastruktur ini, layanan distribusi air PDAM Gresik bisa semakin merata. Tentunya Pemkab berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih, bisa terpenuhi tanpa hambatan,”ujarnya.
Kemajuan pembangunan yang lain, di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Pemkab Gresik sedang membangun infrastruktur air bersih untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi. Infrastruktur ini dianggap krusial untuk menjamin kenyamanan dan keamanan lingkungan pendidikan masyarakat.
Bupati Yani menegaskan bahwa layanan air bersih di kawasan itu menjadi prioritas. Pemenuhan air bersih di Desa Raci Tengah, termasuk untuk mendukung kegiatan Sekolah Rakyat, menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan dan kesehatan lingkungan.
“Pemkab telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan layanan air bersih di kawasan tersebut berfungsi optimal sehingga fasilitas pendidikan nonformal dapat berjalan dengan baik dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam pengembangan sarana pendidikan dan literasi sains, pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang telah memasuki tahap akhir. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat edukasi masyarakat berbasis teknologi.
Bupati Yani menambahkan bahwa pembangunan GUS merupakan investasi besar bagi generasi muda. Pembangunan Universal Science Center di Kecamatan Balongpanggang merupakan investasi jangka panjang untuk peningkatan literasi sains generasi muda di Gresik.
“Fasilitas ini kami rancang sebagai ruang edukasi publik yang interaktif, modern, dan mudah diakses. Harapannya, pusat sains ini menjadi ikon pembelajaran baru yang mendorong minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi,”bebernya.
Bupati juga menambahkan bahwa GUS akan menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat. Diharapkan setelah pembangunan selesai, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar, berekreasi, dan mengembangkan kreativitas sebagai ruang edukasi, inovasi, dan komunitas.
“Museum yang menjadi bagian dari GUS akan menampilkan konten kearifan lokal dengan teknologi modern agar tetap menarik dan relevan bagi generasi masa kini,”ungkapnya.
Sebelumnya Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pada APBD 2026 Pemkab Gresik akan semakin memperkuat fokus pelayanan dasar sebagai wujud APBD yang berpihak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
“APBD 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Setiap anggaran rupiah akan diarahkan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran,” tegasnya saat memberikan berbagai pada rapat paripurna di Gedung DPRD Gresik pekan lalu, (02/12/2025).
Reporter : Angga Purwancara







