Gresik – Gressmall Gresik terus berinovasi dalam memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik bagi para pengunjung setianya. Kali ini, Gressmall secara resmi memperkenalkan fasilitas “Sudut Baca”, sebuah perpustakaan mini yang terletak strategis di area food court Gressmall.
Kehadiran fasilitas ini merupakan langkah nyata manajemen dalam mendukung peningkatan minat baca dan budaya literasi, khususnya di kalangan remaja dan anak-anak di Kabupaten Gresik.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menjelaskan bahwa ide awal “Sudut Baca” ini muncul dari keinginan untuk mengoptimalkan ruang kosong menjadi fasilitas yang edukatif. Bekerja sama dengan penyewa (tenant) Gramedia, fasilitas ini menyediakan koleksi lebih dari 100 judul buku yang dapat dinikmati pengunjung sambil bersantai.
“Awalnya kami memiliki ruang kosong dan ingin memanfaatkannya sebagai sudut baca. Kami bekerja sama dengan Gramedia yang menyumbangkan koleksi bukunya. Jadi, sambil pelanggan beristirahat atau menunggu pesanan makanan, mereka bisa membaca buku,” ujar Erich Pramono, Jumat (06/03/2024).
Sebelumnya “Sudut Baca” sempat berada di area dekat tenant Gramedia, kini “Sudut Baca” telah menetap di area food court selama dua bulan terakhir. Pemindahan ini bertujuan untuk mengintegrasikan fasilitas literasi dengan area bermain anak (kids corner) yang sudah ada sebelumnya, seperti fasilitas mewarnai dan permainan kartu.
Erich Pramono Bangun mengungkapkan bahwa selama dua bulan hadir di area food court, respon masyarakat sangat positif, baik yang terlihat langsung di lokasi maupun melalui interaksi di media sosial.
“Beberapa pengunjung memberikan komentar positif melalui Instagram kami. Mereka menyambut baik inisiatif ini karena merasa fasilitas literasi untuk anak muda,” ungkapnya.
Dikatakan Erich, meski banyak pengunjung yang tertarik untuk meminjam buku dan membawanya pulang, untuk saat ini pihak manajemen masih membatasi penggunaan buku hanya di area Gressmall demi menjaga kelengkapan koleksi.
“Banyak yang bertanya apakah buku-bukunya bisa dipinjamkan dibawa pulang. Secara otomatis kami belum memperbolehkan, namun kami juga tidak bisa mengawasi secara ketat setiap saat. Makanya kami mengapresiasi kejujuran pengunjung yang mengembalikan buku ke raknya setelah selesai membaca,” bebernya.
Selain itu, Erich menambahkan bahwa pemilihan koleksi buku dilakukan secara pencampuran untuk menyesuaikan dengan segmentasi pengunjung food court yang didominasi oleh anak muda dan keluarga.
Beberapa koleksi pilihan antara lain fokus pada komik, buku pengetahuan umum, novel, fiksi dan nonfiksi. Manajemen juga secara rutin melakukan pemilahan buku yang rusak untuk diganti dengan koleksi baru guna menjamin kenyamanan pembaca.
Inovasi ini sejalan dengan fenomena rendahnya tingkat literasi masyarakat, khususnya Gen Z di Kabupaten Gresik. Oleh karena itu, Gressmall berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi. Melalui “Sudut Baca”, Gressmall berharap dapat mengalihkan perhatian anak muda dari ketergantungan pada gawai (smartphone) ke kebiasaan membaca yang bermanfaat.
“Literasi itu sangat penting bagi anak-anak dan harus dimulai sejak dini. Kami tidak ingin langsung memaksa mereka membaca buku yang tebal, tetapi dimulai dari yang menarik minat mereka seperti komik, novel, fiksi dan nonfiksi atau pengetahuan umum,” tambah Erich.
Di dekatnya, Gressmall membuka pintu kolaborasi bagi komunitas literasi maupun penerbit lokal untuk mengadakan kegiatan edukatif di area Gressmall.
“Saya sangat senang jika ada komunitas yang ingin mengadakan bedah buku atau diskusi literasi di sini. Apalagi jika yang dibahas adalah buku karya penulis lokal atau sejarah budaya Gresik, kami sangat mendukung,” tutupnya.
Reporter : Angga Purwancara







