Sleman, DIY – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) bagi Taruna/i Tahun Akademik 2025–2026. Program ini diikuti 619 Taruna/i yang akan diterjunkan ke sejumlah daerah.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengatakan kegiatan KKN Pertanahan sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pembangunan nasional, termasuk di sektor pertanahan.
“Kegiatan KKNP-PTLP ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi pembangunan nasional, termasuk di bidang pertanahan,” ujar Ossy saat melepas Taruna/i STPN di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN, Sleman, Senin (9/2/2026).
Menurut Ossy, keterlibatan Taruna/i dalam KKNP-PTLP penting untuk membentuk profesionalisme aparatur pertanahan sejak dini. Melalui pengalaman lapangan, peserta tidak hanya mempelajari aturan dan prosedur, tetapi juga memahami aspek sosial dan ruang hidup masyarakat.
“Taruna/i belajar bahwa pertanahan tidak hanya soal regulasi, tetapi juga berkaitan dengan manusia, ruang hidup, dan dinamika sosial di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, dari sisi negara, KKNP-PTLP menjadi sarana menyiapkan aparatur pertanahan yang memahami kondisi lapangan serta mampu menerjemahkan kebijakan sesuai konteks daerah.
“Pengalaman lapangan akan membentuk aparatur pertanahan yang matang dan bertanggung jawab ke depan,” lanjut Ossy.
Dalam pelaksanaan tahun ini, ATR/BPN menempatkan 285 Taruna/i di DIY, 304 Taruna/i di Jawa Tengah, serta 30 Taruna/i di Aceh dan Sumatera Utara. Program tersebut merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung agenda strategis pertanahan nasional.
Kegiatan pelepasan Taruna/i turut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua STPN Sri Yanti Achmad, Kepala Kanwil BPN Provinsi DIY Sepyo Achanto, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah di lokasi penempatan.
Reporter : Angga Purwancara







