Gresik — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik menggelar tes urin mendadak bagi seluruh pegawainya. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas ditemukannya kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan Dishub beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Khusaini, menjelaskan bahwa tes urin ini merupakan inisiatif internal Dishub yang berkoordinasi langsung dengan BNNK Gresik untuk memastikan seluruh aparatur bersih dari jeratan narkotika.
“Setelah kami mendapat informasi beberapa waktu lalu terkait adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Dinas Perhubungan, kami berinisiatif dan bekerja sama dengan BNN untuk tes urin seluruh karyawan-karyawati. Alhamdulillah direspons baik dan hari ini dapat dilaksanakan secara bertahap,” ujar Khusaini, Selasa (11/08/2026).
Terkait oknum staf Dishub yang sebelumnya sudah tertangkap tangan atas penyalahgunaan narkoba, Khusaini menegaskan pihak Pemkab Gresik mengambil tindakan tegas berupa sanksi administratif hingga pemecatan.
“Untuk staf yang tertangkap tangan, mulai bulan ini kita berikan sanksi penghentian gaji dan selanjutnya akan diproses pemecatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi, mengapresiasi langkah cepat Dishub Gresik. Pada pemeriksaan tahap awal ini, sebanyak 100 pegawai telah menjalani tes urin dan seluruhnya dinyatakan bersih dari narkoba.
“Untuk hari ini kita lakukan secara bertahap, masih 100 orang dan hasilnya negatif semuanya,” jelas AKBP Suharsi.
Suharsi menambahkan, kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Gresik untuk melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika secara masif di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). BNNK Gresik dipastikan akan menggelar tes urin secara bergantian ke instansi-instansi pemerintah daerah lainnya.
“Sesuai petunjuk Bapak Bupati, kita lakukan upaya pencegahan secara masif. BNN akan keliling ke setiap OPD untuk edukasi bahaya narkotika sekaligus tes urin lintas OPD, termasuk di lingkungan sekretariat dan seluruh pejabatnya,” terangnya.
Ia juga menyoroti beberapa dinas yang memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba karena beban kerja dan tingginya aktivitas di lapangan.
“OPD yang banyak aktivitas lapangan seperti Dishub, Satpol PP, maupun PU memiliki kerawanan tersendiri karena tekanan pressure pekerjaan. Karena itu, penting sekali dilakukan deteksi dini,” pungkas Suharsi.
Reporter : Angga Purwancara







