PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Probolinggo mendapat sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo. Warga Kelurahan Semampir mendesak agar kerusakan jalan dan saluran drainase yang diduga terdampak aktivitas proyek segera dipulihkan.
RDP yang digelar pada Rabu (5/8/2026) di Ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Probolinggo itu menghadirkan warga terdampak, perwakilan pemerintah daerah, pengurus KDMP, kontraktor pelaksana, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Gang 2, Jalan Patimura, RT 01/RW 06, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan. Warga menegaskan tidak menolak pembangunan Gedung KDMP sebagai program pemerintah. Namun, mereka meminta dampak yang ditimbulkan selama proses pembangunan segera ditangani.
Dalam forum tersebut, warga mengungkapkan kerusakan paving jalan lingkungan yang diduga terjadi akibat tingginya intensitas kendaraan berat, khususnya dump truk yang keluar masuk lokasi proyek.
Selain menyebabkan paving ambruk di sejumlah titik, aktivitas kendaraan proyek juga diduga mengganggu fungsi saluran drainase. Akibatnya, ketika hujan turun, air meluap dan menggenangi permukiman warga.
Keluhan tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Eeng, perwakilan warga Kelurahan Semampir, melalui Klinik Aspirasi DPRD Kabupaten Probolinggo pada 1 Juli 2026. Menurutnya, kondisi jalan terus mengalami kerusakan seiring berlangsungnya pembangunan Gedung KDMP.
Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo, H. Syaiful Bahri, bersama Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Mochammad Al Fatih atau Gus Fatih.
Dalam pembahasannya, DPRD menegaskan bahwa seluruh kerusakan infrastruktur yang diduga timbul akibat aktivitas pembangunan harus menjadi perhatian serius dan segera diperbaiki oleh pihak pelaksana sebelum Gedung KDMP mulai beroperasi.
“Program pemerintah harus tetap berjalan, tetapi jangan sampai merugikan masyarakat. Jalan rusak, drainase tersumbat hingga rumah warga terdampak banjir harus segera diselesaikan sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” tegas H. Syaiful Bahri.
Senada dengan itu, Gus Fatih meminta kontraktor pelaksana dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar persoalan yang dikeluhkan warga tidak berlarut-larut.
Menurutnya, pembangunan yang bertujuan meningkatkan perekonomian desa harus tetap memperhatikan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Warga Semampir berharap perbaikan jalan lingkungan dan saluran drainase dapat segera direalisasikan, terutama sebelum memasuki musim hujan. Mereka juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap mobilitas kendaraan proyek agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi.
Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi. Namun, warga berharap pelaksanaan program tersebut tetap dibarengi dengan tanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat sekitar.







