Menu

Mode Gelap
Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9 Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

Sosial Budaya

Anjang Sana Jadi Media Kerukunan Antar Umat Beragama Warga Lereng Gunung Semeru

badge-check


					Anjang Sana Jadi Media Kerukunan Antar Umat Beragama Warga Lereng Gunung Semeru Perbesar

LUMAJANG – Bulan ramadhan semua umat muslim wajib melaksanakan ibadah puasa, tak terkecuali masyarakat Desa Kandangan, Kecamatan Senduro Lumajang yang berada di bawah kaki gunung Semeru.

 

Selain beragama muslim, warga setempat juga memeluk agama Hindu dan Kristen. Namun, perbedaan kepercayaan dalam memeluk agama tidak membuat warga Desa Kandangan menjadi pecah belah atau bermusuhan.

 

Menurut Jumanang Kepala Desa Kandangan, masyarakat sangat menjunjung tinggi kerukunan antara umat beragama, salah satunya dengan cara anjang sana.

 

“Anjang sana itu gini, kalau hari raya umat muslim. Orang Hindu berkunjung ke orang muslim, dan sebaliknya jika hari raya orang Hindu, orang muslim berkunjung ke rumah orang hindu” kata Jumanang Kepala Desa Kandangan.

 

Selain anjang sana, warga desa juga bisa saling menghormati hari hari besar masing masih agama. Dibulan ramadhan ini, warga yang memeluk agama Hindu tidak ada yang makan atau minum diluar rumah.

 

“Kalau bulan ramadhan kayak gini orang Hindu makan dan minum di dalan rumah, karena mereka saling menjaga dan menghormati” sambung Jumanang.

 

Jumanang menambahkan jika perilaku gotong royong dan saling menghormati antar umat beragama juga dilakukan oleh umat muslim dan warga lainnya.

 

“Kemarin waktu hari raya Nyepi, umat muslim yang melakukan penjagaan dan keamanan” kata Jumanang.

 

Kepala Desa Kandangan berharap, agar warga desa tetap bisa menjaga dan merawat kerukunan antar umat beragama. Dengan demikian, ketentraman dan kedamaian warga bisa tetap terjaga dengan baik.

 

Karena Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama, sehingga sangat rawan dipecah belah.( Ardi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemdes Lengkong, Cerme Gelar Gebyar Perayaan HUT Kemerdekaan RI dengan Gelar Jalan Sehat hingga Fesyen Show

1 September 2025 - 07:35 WIB

PT. Freeport Indonesia Dukung Festival Nasi Krawu Komunitas Wartawan Gresik 2025

2 Juni 2025 - 12:30 WIB

PLT Bupati Gresik Apresiasi Kolaborasi KWG Gelar Festival Nasi Krawu di Wisata Alam Gosari

2 Juni 2025 - 12:23 WIB

Kolaborasi Komunitas Wartawan Gresik dan Mitra Sukseskan Festival Nasi Krawu di Wagos

2 Juni 2025 - 10:51 WIB

Sentil Pengangguran, Teater Jurnalis Kembali Ramaikan Gelaran Festival Nasi Krawu KWG di Wagos

2 Juni 2025 - 08:40 WIB

Trending di Banda