Menu

Mode Gelap
BKMS dan Tenant JIIPE Salurkan 44 Hewan Kurban untuk Warga Gresik Angkat Isu Kekerasan Anak, Dinas KBPPPA Gresik Gelar Lomba Film untuk Pelajar SMP Kadisperpusip Gresik Apresiasi Konsistensi PT Smelting Salurkan CSR untuk Perkuat Literasi Daerah Icon Mall Gresik Hadirkan Food City, Pusat Kuliner UMKM yang Nyaman dan Terjangkau Jauh-jauh dari Korsel, Enam Aktivis Lingkungan Kepincut Pengelolaan Sampah di Desa Randuboto Gresik Dishub Gresik Tanamkan Nilai Etika dan Disiplin Lewat Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini

Politik

Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk

badge-check


					Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Perbesar

Bagikan

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, mengkritik tingginya harga tiket pesawat domestik serta buruknya layanan maskapai yang dinilai menghambat pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Menurut Nila Yani, sektor pariwisata Indonesia sebenarnya tengah mengalami kebangkitan. Namun, dalam persaingan global, Indonesia dinilai mulai tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang semakin agresif menarik wisatawan mancanegara.

Ia menilai ketertinggalan tersebut bukan semata karena kurangnya promosi, melainkan adanya persoalan struktural yang belum terselesaikan. “Persoalan utama kita terletak pada konektivitas ke destinasi yang masih terbatas, biaya perjalanan domestik yang mahal, serta kesiapan layanan di daerah yang belum konsisten,” ujarnya.

Nila Yani juga menyoroti tingginya harga tiket pesawat domestik yang kerap dikeluhkan masyarakat. Bahkan, pada momentum libur panjang terakhir, biaya perjalanan ke sejumlah destinasi dalam negeri disebut lebih mahal dibandingkan perjalanan ke luar negeri.

“Ini adalah persoalan berulang yang tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi yang jelas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain harga tiket, ia turut menyoroti kualitas layanan maskapai domestik yang dinilai masih jauh dari harapan. Beberapa masalah yang disampaikan antara lain keterlambatan penerbangan tanpa kepastian, kebersihan pesawat yang kurang terjaga, hingga minimnya perawatan serta pembaruan fasilitas di dalam pesawat.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap citra pariwisata Indonesia di mata wisatawan. “Jika tiket domestik lebih mahal dari internasional dan pelayanan maskapai seperti ini, maka wajar jika publik mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap pariwisata nasional,” katanya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk segera melakukan komunikasi lintas sektor guna menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh, terutama terkait transportasi, harga tiket, konektivitas, serta keberlanjutan lingkungan di destinasi prioritas.

“Ke depan, kita tidak bisa lagi bekerja secara sektoral. Pariwisata harus dibangun secara terpadu agar benar-benar menjadi motor pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi nasional,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kartini Masa Kini, Nila Yani Dorong Kebijakan yang Menyentuh Perempuan

27 April 2026 - 07:20 WIB

Belasungkawa Atas Meninggalnya Affan Kurniawan, Anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti Ajak Ojol Perempuan Gresik Doa Bersama

30 Agustus 2025 - 10:30 WIB

Anggota DPR RI Komisi VII, Nila Yani Hardiyanti Dukung Pemerinta Tinjau Ulang Royalti Musik Indonesia

8 Agustus 2025 - 18:35 WIB

Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Hardiyanti Menolak Tegas Eksplorasi yang Mengancam Kelestarian Raja Ampat

7 Juni 2025 - 10:02 WIB

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Ajak Gen Z Amalkan Nilai-nilai 4 Pilar

19 Mei 2025 - 13:50 WIB

Trending di Politik