Menu

Mode Gelap
Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9 Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

Politik

Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk

badge-check


					Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Perbesar

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, mengkritik tingginya harga tiket pesawat domestik serta buruknya layanan maskapai yang dinilai menghambat pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Menurut Nila Yani, sektor pariwisata Indonesia sebenarnya tengah mengalami kebangkitan. Namun, dalam persaingan global, Indonesia dinilai mulai tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang semakin agresif menarik wisatawan mancanegara.

Ia menilai ketertinggalan tersebut bukan semata karena kurangnya promosi, melainkan adanya persoalan struktural yang belum terselesaikan. “Persoalan utama kita terletak pada konektivitas ke destinasi yang masih terbatas, biaya perjalanan domestik yang mahal, serta kesiapan layanan di daerah yang belum konsisten,” ujarnya.

Nila Yani juga menyoroti tingginya harga tiket pesawat domestik yang kerap dikeluhkan masyarakat. Bahkan, pada momentum libur panjang terakhir, biaya perjalanan ke sejumlah destinasi dalam negeri disebut lebih mahal dibandingkan perjalanan ke luar negeri.

“Ini adalah persoalan berulang yang tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi yang jelas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain harga tiket, ia turut menyoroti kualitas layanan maskapai domestik yang dinilai masih jauh dari harapan. Beberapa masalah yang disampaikan antara lain keterlambatan penerbangan tanpa kepastian, kebersihan pesawat yang kurang terjaga, hingga minimnya perawatan serta pembaruan fasilitas di dalam pesawat.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap citra pariwisata Indonesia di mata wisatawan. “Jika tiket domestik lebih mahal dari internasional dan pelayanan maskapai seperti ini, maka wajar jika publik mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap pariwisata nasional,” katanya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk segera melakukan komunikasi lintas sektor guna menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh, terutama terkait transportasi, harga tiket, konektivitas, serta keberlanjutan lingkungan di destinasi prioritas.

“Ke depan, kita tidak bisa lagi bekerja secara sektoral. Pariwisata harus dibangun secara terpadu agar benar-benar menjadi motor pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi nasional,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

4 September 2026 - 07:32 WIB

DPRD Kabupaten Probolinggo Gelar RDP, Telusuri Dugaan Kejanggalan Dana PIP SDN 2 Sokaan

21 Agustus 2026 - 16:03 WIB

DPR RI Minta Penataan PPPK Tak Mengabaikan Guru Madrasah Swasta

21 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Fotonya Mendadak Viral Jadi Cabup Gresik, H. Nadlir Akhirnya Buka Suara hingga Sebut Bupati Gus Yani

16 Juni 2026 - 02:34 WIB

Wisman Naik di Tengah Tekanan Global, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Sektor Domestik

5 Juni 2026 - 12:51 WIB

Trending di Politik