Menu

Mode Gelap
Kepala Kemenhaj Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sururi sebagai Ketua DPD FK KBIHU Gresik  Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-79, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Bersama LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta Realisasi Pajak Daerah Capai 52,91 Persen, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh Reno Handoyo Jadi Satu-satunya Pendaftar Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Panitia Tegaskan Tak Ada Pendaftaran Susulan Pembangunan Gedung SMPI Tarbiayatul Hasan Disorot, Kepala Sekolah Mengaku Tak Dilibatkan

Pendidikan

Gelar Lomba Menghias Bubur Suro, Anggota DPRD Gresik Apresiasi Kreatifitas Siswi SMP Mu’allimat NU Gresik,

badge-check


					Gelar Lomba Menghias Bubur Suro, Anggota DPRD Gresik Apresiasi Kreatifitas Siswi SMP Mu’allimat NU Gresik, Perbesar

IniBaruBerita.id, Gresik – Peringatan Asyura, tiap 10 Muharram di Kabupaten Gresik Jawa Timur dilaksankan dengan berbagai macam cara, salah satunya memasak dan menghias bubur suro sehingga disajikan kekinian.

Sekolah yang melestarikan tradisi ini adalah SMP Mu’allimat NU di Gresik. Tradisi turun temurun ini dilakukan sejak 1986. Para murid menghias bubur suro dengan aneka toping.

“Jadi lebih kekinian, memang ada kesulitan tapi senang bisa melestarikan tradisi,” kata Putri Indah Lestari, siswa kelas 8 usai menghias bubur suro, Sabtu (29/7).

Sementara itu, Kepala Sekolah, M. Syarifudin mengatakan, selain tradisi kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan siswa agar terampil memasak bubur suro. “Lomba memasak bubur suro hasilnya bisa dimakan bersama setelah sebelumnya dinilai oleh para juri,” ujarnya.

Para siswa dipersilakan mengkreasikan kreativitas mereka agar penganan dari beras itu lebih menarik saat disajikan. Bubur Suro tersebut mereka kreasikan dengan topping mulai dari telur gulung, udang, kering tempe hingga daging sapi. Tak ketinggalan, buah delima, jagung, tomat, serta aneka sayur.

“Ini untuk melestarikan tradisi. Melalui lomba menghias bubur Suro, anak-anak akan mengenal tradisi leluhur mereka,” terangnya.

Kegiatan melestarikan tradisi ini diapresiasi Anggota DPRD Gresik Syaikhu Busyiri. Menurut dia, kegiatan semacam ini akan menumbuhkan daya kreativitas siswa serta bentuk pelestarian tradisi.

“Tradisi dari nenek moyang tetap terus dilestarikan jangan sampai punah, memang ada standar rasanya dan memang hampir rasanya sama tapi yang lebih penting adalah mereka harus berkreasi untuk memberikan toping tambahan,” imbuh dia.

Dia melihat, bubur suro yang disajikan sangat enak dan bervariasi. Ada daging maupun hasil laut. Ini bagian dari penyampaian rasa syukur, utamanya mengingat peristiwa 10 Asyura di zaman Nabi Nuh.

“Saat itu di zaman Nabi Nuh ada badai dan banjir, ketika badai selesai, sebagai wujud syukur dia memerintahkan semua apa yang ada sisa perbekalan untuk dimasak sebagai rasa syukur setelah melewati bencana banjir, dan hari ini diperingati oleh umat Islam hingga kini,” tutup dia. (ang/tfq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Gedung SMPI Tarbiayatul Hasan Disorot, Kepala Sekolah Mengaku Tak Dilibatkan

13 Juli 2026 - 07:20 WIB

Viral Siswa Tak Lolos SPMB, Dispendik Gresik Tegaskan Proses Berjalan Sesuai Aturan dengan Prinsip Transparansi

17 Juni 2026 - 09:54 WIB

Dinas Pendidikan Gresik Raih Penghargaan Nasional, Bukti Nyata Komitmen Tingkatkan Mutu

10 Juni 2026 - 18:22 WIB

Kadisperpusip Gresik Apresiasi Konsistensi PT Smelting Salurkan CSR untuk Perkuat Literasi Daerah

22 Mei 2026 - 03:01 WIB

Sabet Juara di Ajang MTQ XXXII Kabupaten Gresik, MINU Tratee Putera Konsisten Cetak Generasi Qur’ani

21 April 2026 - 02:24 WIB

Trending di Pendidikan