Menu ✖

Mode Gelap
7 OPD Pemkab Probolinggo Transaksikan Rp691 Juta ke Satu Penyedia, Pengadaan Jadi Sorotan JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah, Alfiana Firda Afnaini Salurkan Bak Sampah ke Lima Desa Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo Golkar Probolinggo Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput Lewat Rakerda dan Pelantikan Massal Pengurus Kecamatan Tuntas 100 Persen! LPJ LDNU Gresik Buktikan Sukses Besar Dakwah Aswaja Selama 5 Tahun

Pendidikan

Gelar Lomba Menghias Bubur Suro, Anggota DPRD Gresik Apresiasi Kreatifitas Siswi SMP Mu’allimat NU Gresik,

badge-check


					Gelar Lomba Menghias Bubur Suro, Anggota DPRD Gresik Apresiasi Kreatifitas Siswi SMP Mu’allimat NU Gresik, Perbesar

IniBaruBerita.id, Gresik – Peringatan Asyura, tiap 10 Muharram di Kabupaten Gresik Jawa Timur dilaksankan dengan berbagai macam cara, salah satunya memasak dan menghias bubur suro sehingga disajikan kekinian.

Sekolah yang melestarikan tradisi ini adalah SMP Mu’allimat NU di Gresik. Tradisi turun temurun ini dilakukan sejak 1986. Para murid menghias bubur suro dengan aneka toping.

“Jadi lebih kekinian, memang ada kesulitan tapi senang bisa melestarikan tradisi,” kata Putri Indah Lestari, siswa kelas 8 usai menghias bubur suro, Sabtu (29/7).

Sementara itu, Kepala Sekolah, M. Syarifudin mengatakan, selain tradisi kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan siswa agar terampil memasak bubur suro. “Lomba memasak bubur suro hasilnya bisa dimakan bersama setelah sebelumnya dinilai oleh para juri,” ujarnya.

Para siswa dipersilakan mengkreasikan kreativitas mereka agar penganan dari beras itu lebih menarik saat disajikan. Bubur Suro tersebut mereka kreasikan dengan topping mulai dari telur gulung, udang, kering tempe hingga daging sapi. Tak ketinggalan, buah delima, jagung, tomat, serta aneka sayur.

“Ini untuk melestarikan tradisi. Melalui lomba menghias bubur Suro, anak-anak akan mengenal tradisi leluhur mereka,” terangnya.

Kegiatan melestarikan tradisi ini diapresiasi Anggota DPRD Gresik Syaikhu Busyiri. Menurut dia, kegiatan semacam ini akan menumbuhkan daya kreativitas siswa serta bentuk pelestarian tradisi.

“Tradisi dari nenek moyang tetap terus dilestarikan jangan sampai punah, memang ada standar rasanya dan memang hampir rasanya sama tapi yang lebih penting adalah mereka harus berkreasi untuk memberikan toping tambahan,” imbuh dia.

Dia melihat, bubur suro yang disajikan sangat enak dan bervariasi. Ada daging maupun hasil laut. Ini bagian dari penyampaian rasa syukur, utamanya mengingat peristiwa 10 Asyura di zaman Nabi Nuh.

“Saat itu di zaman Nabi Nuh ada badai dan banjir, ketika badai selesai, sebagai wujud syukur dia memerintahkan semua apa yang ada sisa perbekalan untuk dimasak sebagai rasa syukur setelah melewati bencana banjir, dan hari ini diperingati oleh umat Islam hingga kini,” tutup dia. (ang/tfq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo

4 November 2026 - 11:12 WIB

DPRD Kabupaten Probolinggo Dorong Penguatan Literasi, Perjuangkan Bantuan Buku untuk 98 Perpustakaan

29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

AMPP Soroti Proyek Sekolah Rp1,15 Miliar Belum Terealisasi, Desak Bupati Evaluasi Kadis Dikdaya

16 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Lewat ORASI, Siswa UPT SMPN 1 Gresik Belajar Bisnis hingga Profesi Kesehatan

15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Program Revitalisasi KB Ihyaul Islam Prasi Disorot, Pihak Sekolah Sayangkan Framing Berlebihan

9 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Trending di Kebudayaan