Menu

Mode Gelap
Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2 Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Joyfull Ramadhan dan Selasar Hangat, Kemenag Gresik Bagikan 720 Bingkisan

Pendidikan

Gelar Lomba Menghias Bubur Suro, Anggota DPRD Gresik Apresiasi Kreatifitas Siswi SMP Mu’allimat NU Gresik,

badge-check


					Gelar Lomba Menghias Bubur Suro, Anggota DPRD Gresik Apresiasi Kreatifitas Siswi SMP Mu’allimat NU Gresik, Perbesar

Bagikan

IniBaruBerita.id, Gresik – Peringatan Asyura, tiap 10 Muharram di Kabupaten Gresik Jawa Timur dilaksankan dengan berbagai macam cara, salah satunya memasak dan menghias bubur suro sehingga disajikan kekinian.

Sekolah yang melestarikan tradisi ini adalah SMP Mu’allimat NU di Gresik. Tradisi turun temurun ini dilakukan sejak 1986. Para murid menghias bubur suro dengan aneka toping.

“Jadi lebih kekinian, memang ada kesulitan tapi senang bisa melestarikan tradisi,” kata Putri Indah Lestari, siswa kelas 8 usai menghias bubur suro, Sabtu (29/7).

Sementara itu, Kepala Sekolah, M. Syarifudin mengatakan, selain tradisi kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan siswa agar terampil memasak bubur suro. “Lomba memasak bubur suro hasilnya bisa dimakan bersama setelah sebelumnya dinilai oleh para juri,” ujarnya.

Para siswa dipersilakan mengkreasikan kreativitas mereka agar penganan dari beras itu lebih menarik saat disajikan. Bubur Suro tersebut mereka kreasikan dengan topping mulai dari telur gulung, udang, kering tempe hingga daging sapi. Tak ketinggalan, buah delima, jagung, tomat, serta aneka sayur.

“Ini untuk melestarikan tradisi. Melalui lomba menghias bubur Suro, anak-anak akan mengenal tradisi leluhur mereka,” terangnya.

Kegiatan melestarikan tradisi ini diapresiasi Anggota DPRD Gresik Syaikhu Busyiri. Menurut dia, kegiatan semacam ini akan menumbuhkan daya kreativitas siswa serta bentuk pelestarian tradisi.

“Tradisi dari nenek moyang tetap terus dilestarikan jangan sampai punah, memang ada standar rasanya dan memang hampir rasanya sama tapi yang lebih penting adalah mereka harus berkreasi untuk memberikan toping tambahan,” imbuh dia.

Dia melihat, bubur suro yang disajikan sangat enak dan bervariasi. Ada daging maupun hasil laut. Ini bagian dari penyampaian rasa syukur, utamanya mengingat peristiwa 10 Asyura di zaman Nabi Nuh.

“Saat itu di zaman Nabi Nuh ada badai dan banjir, ketika badai selesai, sebagai wujud syukur dia memerintahkan semua apa yang ada sisa perbekalan untuk dimasak sebagai rasa syukur setelah melewati bencana banjir, dan hari ini diperingati oleh umat Islam hingga kini,” tutup dia. (ang/tfq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pupuk Kepedulian, UPT SMPN 1 Gresik Gelar Ramadan Fest, Bagikan 2.000 Takjil hingga Nuzulul Quran

7 Maret 2026 - 21:45 WIB

Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo

17 Januari 2026 - 13:19 WIB

PGRI Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-80 dengan Aksi Donor Darah Bersama Guru

27 November 2025 - 14:26 WIB

Dispendik Gresik Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Peringatan Hari Guru Nasional

27 November 2025 - 07:40 WIB

Peringati Hari Guru Nasional, Ketua PGRI Gresik: Guru Harus Tingkatkan Kompetensi di Era Digital

26 November 2025 - 23:09 WIB

Trending di Pendidikan