Menu

Mode Gelap
Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2 Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Joyfull Ramadhan dan Selasar Hangat, Kemenag Gresik Bagikan 720 Bingkisan

Peristiwa

Distribusikan Beras CSR Penuh Kutu dan Kerikil, Warga Demo BUMDes Roomo

badge-check


					Distribusikan Beras CSR Penuh Kutu dan Kerikil, Warga Demo BUMDes Roomo Perbesar

Bagikan

GRESIK, IniBaruBerita.id – Kasus beras CSR yang tidak layaknl konsumsi di Desa Roomo Kecamatan Manyar, akhirnya memantik reaksi warga desa setempat, Selasa (17/9/2024).

 

Bertempat di balai Desa Roomo, puluhan warga yang kebanyakan emak-emak menggelar aksi demo, memprotes beras jelek dan menuntut kejelasan soal pengadaan beras bantuan dari sebuah perusahaan yang berada di Desa Roomo.

 

Mereka mengaku, beras yang diperoleh sejak Jumat lalu saat dimasak baunya apek, ada yang berkutu, menir, bahkan berkrikil.

 

“Pokoknya beras dari desa sangat tidak layak makan. Kita ini disuruh makan nasi apa makan kerikil,” keluh seorang peserta demo.

 

Warga lain mengungkapkan, sebenarnya jatah beras CSR tersebut Rp 14.000/kg tetapi diduga oleh panitia dibelikan seharga Rp 9.000/kg.

 

Setiap rumah mendapat jatah 10 kg, tetapi warga menyebut beras yang diterimanya cuma 8 kg. “Cuma 8 kg, itupun bau apek,” tambahnya.

 

Zahid, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Desa Roomo mengatakan pihaknya menuntut agar pihak desa terbuka dalam pengadaan beras CSR ini.

 

“Kita dak mau tau apakah mereka mark up atau malah rugi, kedatangan kita ini cuma ingin transparansi pengadaannya. Sekalian minta bukti, dimana mereka beli beras, harganya berapa,” ujar Zahid.

 

Zahid juga menegaskan, warga yang sudah menerima beras jelek itu tidak perlu mengembalikan ke desa. Tetapi mereka menuntut jatah beras yang baru, dan layak konsumsi 10 kg/rumah.

 

“Pengadaan beras untuk 1150 KK ini tidak melibatkan RT dan RW, semuanya ditangani sendiri oleh Bumdes,” ujarnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Roomo Kecamatan Manyar, mengeluhkan bantuan berupa beras yang tidak layak konsumsi.

 

Beras tidak layak konsumsi itu, viral di media sosial (medsos). Seperti di Grup Facebook Suara Rakyat Gresik (SRG) pada Senin (16/9/2024). Banyak netizen yang menanggapi postingan kabar beras CSR tersebut.

 

Seperti komentar akun atas nama Broto Negoro, yang menuliskan, “CSR biasane sejumlah duit… perkoro berupa beras panitia ne takono no” tulisnya.

 

Komentar itu, ditanggapi akun bernama Agus Zainul Bashori, “iyaaaa pak Broto sebaiknya diusut baik baik …saja .dan mungkin beras yg bgitu rupa salah dlm mngatonginya…. mohon ditanyakan dn di buktikan.. krana LABEL kereeeeeeeen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus

30 Maret 2026 - 02:07 WIB

Remaja Tenggelam di Mayangan Probolinggo Ditemukan Setelah Dua Hari Dicari

6 Desember 2025 - 23:18 WIB

Diduga Rem Blong, Minibus Wisatawan Asing Masuk Jurang di Jalur Bromo Probolinggo

30 November 2025 - 08:10 WIB

Ibiza Club Surabaya Tingkatkan Keselamatan Pengunjung, Sediakan Ambulans Siaga Usai Insiden MRY

29 November 2025 - 17:08 WIB

PKL GP Ansor Probolinggo Jadi Magnet Kaderisasi Regional: Gaet 62 Peserta dari Jateng hingga Ponorogo

28 November 2025 - 02:22 WIB

Trending di Peristiwa