Gresik — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-80 PGRI tahun 2025 menjadi momentum penting bagi para pendidik di Kabupaten Gresik. Ketua PGRI Gresik, Beri Avita Prasetiya, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dalam peringatan HGN yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), Beri menyampaikan bahwa guru dituntut untuk menjadi sosok yang dicintai dan ditunggu kehadirannya oleh siswa.
“Momentum Hari Guru Nasional ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh Bapak Ibu Guru di Gresik untuk meningkatkan profesionalismenya, sehingga betul-betul menjadi guru yang dirindukan siswa,”ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Beri yang juga Kepala UPT SMP Negeri Satu Gresik menambahkan bahwa PGRI berkomitmen untuk terus membersamai para guru dalam meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan kesejahteraan.
“Di bawah wadah PGRI, mari kita wujudkan guru yang bermartabat dan menjadi teladan bagi seluruh siswa,”katanya.
Pada kesempatan tersebut, Beri turut mengapresiasi program pembelajaran keagamaan yang digencarkan di sekolah-sekolah negeri, termasuk tuntas baca-tulis Al-Qur’an dan kelas Tahfiz. Ia menyebut SMP Negeri 1 Gresik sebagai salah satu sekolah yang telah merasakan dampak positifnya.
“Anak-anak di sini rutin mengaji kitab dan tiap bulan bisa khatmil Qur’an. Ini sesuai dengan motto sekolah, mengakar kuat, menjulang tinggi,” ungkapnya.
Sebagai Ketua MKKS SMP Negeri, Beri juga menjelaskan bahwa seluruh SMP Negeri di Gresik kini telah memiliki program ekstrakurikuler baca tulis Al-Qur’an. Ia berharap semua siswa yang lulus dari SMP negeri sudah mampu mengaji dan menjadi anak yang saleh.
“Harapannya, anak-anak bisa mendoakan orang tuanya dan menjadi generasi yang baik dunia akhirat,”harapnya.
Sementara terkait dengan tantangan yang dihadapi para guru, seperti teknologi kecerdasan buatan (AI), Beri menyebut guru tidak boleh menolak perkembangan zaman. Menurutnya, teknologi justru harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Guru informatika kini sudah memiliki buku terkait coding dan kecerdasan buatan atau AI. Ini terintegrasi dengan semua mata pelajaran agar siswa memiliki bekal informasi dan kemampuan digital,” jelasnya.
Ia juga menyoroti dukungan pemerintah melalui fasilitas digital di sekolah.“Digitalisasi yang diberikan pak Presiden Prabowo, seperti Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) di dalam kelas membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Namun tetap, kedatangan guru tak akan tergantikan teknologi,” tegasnya.
Beri menutup pesannya dengan ajakan bagi seluruh guru untuk terus belajar. “Kami mendorong seluruh Bapak Ibu Guru untuk selalu meningkatkan kompetensinya. Belajar, belajar, belajar. Dengan begitu, guru tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan, bukan digantikan teknologi,” katanya.
Reporter : Angga Purwancara







