Menu

Mode Gelap
Kepala Kemenhaj Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sururi sebagai Ketua DPD FK KBIHU Gresik  Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-79, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Bersama LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta Realisasi Pajak Daerah Capai 52,91 Persen, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh Reno Handoyo Jadi Satu-satunya Pendaftar Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Panitia Tegaskan Tak Ada Pendaftaran Susulan Pembangunan Gedung SMPI Tarbiayatul Hasan Disorot, Kepala Sekolah Mengaku Tak Dilibatkan

Pemerintahan

Pemkab Probolinggo Perkuat Pemerataan Pendidikan Terpencil lewat Sekolah Multigrade Multilayanan

badge-check


					Suasana dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Parenting Perbesar

Suasana dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Parenting

Probolinggo, inibaruberita.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat pemerataan pendidikan di wilayah terpencil melalui pengembangan sekolah kelas rangkap (multigrade) berbasis multilayanan. Model ini menjadi strategi untuk memastikan seluruh anak di daerah sulit akses mendapatkan pendidikan yang layak, berkualitas, serta didukung layanan kesehatan dan perlindungan anak.

Penguatan konsep multigrade multilayanan ini dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Parenting bertema “Memperkuat Akses Pendidikan di Daerah Terpencil” yang diselenggarakan INOVASI pada Selasa–Rabu (25–26/11/2025). Kegiatan berlangsung di Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Sukapura dan di Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.

FGD tingkat sekolah berlangsung di Sukapura pada Selasa (25/11/2025) dengan melibatkan unsur kecamatan, tokoh adat, pemerintah desa, Puskesmas, kader posyandu, komite sekolah, orang tua siswa, pengawas, kepala sekolah hingga guru. Diskusi menekankan bahwa pembelajaran multigrade harus berjalan beriringan dengan layanan kesehatan, perlindungan anak dan penguatan pola asuh keluarga.

Pada Rabu (26/11/2025), FGD tingkat Kabupaten digelar di Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo dan dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, serta berbagai perangkat daerah seperti Dinkes, Bapelitbangda, DP3AP2KB, DPMD dan Disdikdaya.

Dalam forum tersebut, Dinkes menyoroti tingginya risiko penyakit ginjal pada usia sekolah akibat konsumsi jajanan tidak sehat. Karena itu, sekolah didorong memperkuat kantin sehat melalui pendampingan Kesling dan Promkes.

DP3AP2KB menegaskan pentingnya penanganan perundungan (bullying) melalui konselor dan Forum GenRe yang aktif memberikan edukasi literasi digital, anti-NAPZA, kesehatan reproduksi dan kampanye anti-bullying.

Sementara DPMD mengingatkan adanya missing link pendataan anak SD yang tidak masuk jalur BKB maupun BKR. Meski desa mengalami penurunan anggaran, kolaborasi PAUD–SD Satu Atap dinilai tetap sangat potensial.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Hani, menegaskan bahwa penerapan pembelajaran multigrade terbukti meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil. “Keberhasilan sistem ini terlihat dari peningkatan jumlah sekolah pelaksana multigrade yang awalnya hanya 8 sekolah pada 2018, kini sudah diterapkan di 185 sekolah,” ungkapnya.

Ia menegaskan komitmen TP PKK menjadi mitra strategis dalam pengembangan program lanjutan Multigrade Multi Services (MGMS). Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci memperkuat layanan pendidikan dan ketahanan keluarga.

“Ketika semua pihak saling bersinergi dan menjadi support system yang baik untuk tumbuh kembang anak, Kabupaten Probolinggo pasti semakin SAE,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono melalui Kabid Pembinaan SD, Sri Agus Indariyati, menyatakan kesiapan lintas sektor memperkuat pilot project PAUD–SD Satu Atap di SDN Sariwani 2 dan SDN Sapikerep 3 Sukapura sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.

“Dengan dukungan pemerintah daerah, desa, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, PKK hingga masyarakat, Kabupaten Probolinggo menargetkan peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah terpencil, jaminan kesehatan dan keselamatan anak, penguatan pola asuh dan nutrisi, pencegahan bullying serta pemerataan akses pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Model Sekolah Multigrade Multilayanan ini diharapkan menjadi penggerak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo, terutama pada indikator Rata-Rata Lama Sekolah (RRLS) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-79, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Bersama

25 Juli 2026 - 03:46 WIB

LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta

20 Juli 2026 - 09:11 WIB

Realisasi Pajak Daerah Capai 52,91 Persen, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh

14 Juli 2026 - 18:12 WIB

Cegah Jalur Ilegal, Disnaker Probolinggo Gandeng Petugas Sensus Ekonomi Edukasi Perlindungan PMI

3 Juni 2026 - 14:21 WIB

Angkat Isu Kekerasan Anak, Dinas KBPPPA Gresik Gelar Lomba Film untuk Pelajar SMP

23 Mei 2026 - 13:10 WIB

Trending di Pemerintahan