Menu

Mode Gelap
Wisman Naik di Tengah Tekanan Global, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Sektor Domestik Berenang di Wisata Ranu Betok Probolinggo, Dua Pemuda Tewas Tenggelam Tekan Biaya Produksi, Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur Rahasia Sehat dari Si Ungu: Mengenal Deretan Manfaat Teh Daun Ungu bagi Tubuh Viral Begal Nakes di Probolinggo Ternyata Rekayasa, Ini Motif Aslinya! Cegah Jalur Ilegal, Disnaker Probolinggo Gandeng Petugas Sensus Ekonomi Edukasi Perlindungan PMI

Ekonomi

Tekan Biaya Produksi, Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur

badge-check


					Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur (Foto: Dok. Pemkab Probolinggo) Perbesar

Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur (Foto: Dok. Pemkab Probolinggo)

PROBOLINGGO, IniBaruBerita.co.id – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wirajaya, Desa Warujinggo, Kecamatan Leces, resmi memulai langkah baru menuju pertanian modern yang berkelanjutan. Sekitar 30 petani setempat antusias mengikuti pelatihan pembuatan Nitrobakter dan Jadam Sulfur pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan bahan-bahan organik lokal, inovasi ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia yang kian mahal.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Warujinggo, Ahmadi, menyampaikan bahwa nitrobakter merupakan bakteri pengikat nitrogen yang sangat menguntungkan. Kelebihannya, bakteri ini dapat dibuat secara mandiri oleh petani menggunakan bahan sederhana yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

“Nitrobakter dapat dibuat dari kotoran ternak kambing sebanyak 5 kg, gula pasir 1 kg, urea 5 kg, garam 1 kg, dan air 200 liter,” urai Ahmadi.

Setelah melalui proses fermentasi selama dua hingga tiga minggu, ramuan organik ini siap diaplikasikan ke lahan pertanian.

“Hasilnya dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 30 sampai 50 persen,” tambahnya.

Selain kesuburan tanah, aspek perlindungan tanaman juga menjadi fokus dalam pelatihan ini. POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya, Ika Ratmawati, menerangkan bahwa Jadam Sulfur merupakan solusi ampuh sebagai insektisida dan fungisida alami.

Teknologi ini dinilai sangat efektif untuk menekan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

  • Ekonomis: Biaya pembuatan jauh lebih murah dibanding pestisida pabrikan.
  • Aman: Tidak meninggalkan residu beracun pada hasil panen.
  • Mandiri: Bahan baku mudah didapat dan bisa diracik sendiri oleh petani.

“Jadam Sulfur menjadi alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman yang murah dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan yang tepat, produk ini mampu menjaga kesehatan tanaman tanpa dampak negatif terhadap ekosistem,” ujar Ika.

Apresiasi tinggi datang dari Koordinator PPL BPP Leces, Tri Laksono Hendro. Menurutnya, penerapan teknologi pertanian berbasis kearifan lokal adalah jawaban tepat di tengah tantangan sektor pertanian saat ini.

“Antusiasme petani sangat baik. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di lapangan sehingga mampu membantu petani mengurangi biaya produksi, meningkatkan hasil panen, dan menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Tri.

Sinyal positif juga ditunjukkan oleh pihak petani. Pengurus Gapoktan Wirajaya, Moh Latip, mengaku pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat konkret dan aplikatif. Ia berharap program edukasi seperti ini bisa terus bergulir.

“Pelatihan ini sangat membantu karena kami diajarkan membuat pupuk hayati dan pestisida sendiri. Harapannya ke depan ada pelatihan lanjutan agar petani di Desa Warujinggo semakin memahami sistem pertanian ramah lingkungan dan mandiri dalam sarana produksi,” pungkas Latip.

Reporter: Hilmi

Editor: Fitria R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik

16 Maret 2026 - 07:29 WIB

Harga Cabai Meroket di Pasaran Lumajang, Omset Pedagang Turun Hingga 50 Persen

9 Januari 2025 - 07:01 WIB

Berhadiah Umroh Bagi Warga Probolinggo yang Menemukan Kades Terlibat Money Politik

26 November 2024 - 11:37 WIB

Resmikan Central Market Buyos Yosowilangun, Ketua DPRD Gresik Dukung Desa Mandiri

16 Oktober 2024 - 23:15 WIB

Resmi Dikukuhkan, HIPMI Gresik Siap Bantu Pemkab Tekan Angka Pengangguran

29 Juli 2024 - 04:36 WIB

Trending di Bisnis