Menu

Mode Gelap
Kepala Kemenhaj Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sururi sebagai Ketua DPD FK KBIHU Gresik  Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-79, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Bersama LBH Justisia Arunakara Desak Kepala BPPKAD Probolinggo Buka Penjelasan Soal Dugaan Insentif Pajak Rp560 Juta Realisasi Pajak Daerah Capai 52,91 Persen, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh Reno Handoyo Jadi Satu-satunya Pendaftar Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Panitia Tegaskan Tak Ada Pendaftaran Susulan Pembangunan Gedung SMPI Tarbiayatul Hasan Disorot, Kepala Sekolah Mengaku Tak Dilibatkan

Ekonomi

Tekan Biaya Produksi, Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur

badge-check


					Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur (Foto: Dok. Pemkab Probolinggo) Perbesar

Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur (Foto: Dok. Pemkab Probolinggo)

PROBOLINGGO, IniBaruBerita.co.id – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wirajaya, Desa Warujinggo, Kecamatan Leces, resmi memulai langkah baru menuju pertanian modern yang berkelanjutan. Sekitar 30 petani setempat antusias mengikuti pelatihan pembuatan Nitrobakter dan Jadam Sulfur pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan bahan-bahan organik lokal, inovasi ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia yang kian mahal.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Warujinggo, Ahmadi, menyampaikan bahwa nitrobakter merupakan bakteri pengikat nitrogen yang sangat menguntungkan. Kelebihannya, bakteri ini dapat dibuat secara mandiri oleh petani menggunakan bahan sederhana yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

“Nitrobakter dapat dibuat dari kotoran ternak kambing sebanyak 5 kg, gula pasir 1 kg, urea 5 kg, garam 1 kg, dan air 200 liter,” urai Ahmadi.

Setelah melalui proses fermentasi selama dua hingga tiga minggu, ramuan organik ini siap diaplikasikan ke lahan pertanian.

“Hasilnya dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 30 sampai 50 persen,” tambahnya.

Selain kesuburan tanah, aspek perlindungan tanaman juga menjadi fokus dalam pelatihan ini. POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya, Ika Ratmawati, menerangkan bahwa Jadam Sulfur merupakan solusi ampuh sebagai insektisida dan fungisida alami.

Teknologi ini dinilai sangat efektif untuk menekan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

  • Ekonomis: Biaya pembuatan jauh lebih murah dibanding pestisida pabrikan.
  • Aman: Tidak meninggalkan residu beracun pada hasil panen.
  • Mandiri: Bahan baku mudah didapat dan bisa diracik sendiri oleh petani.

“Jadam Sulfur menjadi alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman yang murah dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan yang tepat, produk ini mampu menjaga kesehatan tanaman tanpa dampak negatif terhadap ekosistem,” ujar Ika.

Apresiasi tinggi datang dari Koordinator PPL BPP Leces, Tri Laksono Hendro. Menurutnya, penerapan teknologi pertanian berbasis kearifan lokal adalah jawaban tepat di tengah tantangan sektor pertanian saat ini.

“Antusiasme petani sangat baik. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di lapangan sehingga mampu membantu petani mengurangi biaya produksi, meningkatkan hasil panen, dan menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Tri.

Sinyal positif juga ditunjukkan oleh pihak petani. Pengurus Gapoktan Wirajaya, Moh Latip, mengaku pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat konkret dan aplikatif. Ia berharap program edukasi seperti ini bisa terus bergulir.

“Pelatihan ini sangat membantu karena kami diajarkan membuat pupuk hayati dan pestisida sendiri. Harapannya ke depan ada pelatihan lanjutan agar petani di Desa Warujinggo semakin memahami sistem pertanian ramah lingkungan dan mandiri dalam sarana produksi,” pungkas Latip.

Reporter: Hilmi

Editor: Fitria R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Strategi ESG JIIPE, Padukan Data Sains dan Rehabilitasi Pesisir Kalimireng

30 Juni 2026 - 12:17 WIB

Gressmall Waspadai Daya Beli Pengunjung di Tengah Kenaikan Harga BBM

15 Juni 2026 - 06:51 WIB

Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik

16 Maret 2026 - 07:29 WIB

Harga Cabai Meroket di Pasaran Lumajang, Omset Pedagang Turun Hingga 50 Persen

9 Januari 2025 - 07:01 WIB

Berhadiah Umroh Bagi Warga Probolinggo yang Menemukan Kades Terlibat Money Politik

26 November 2024 - 11:37 WIB

Trending di Agama