Menu

Mode Gelap
Wisman Naik di Tengah Tekanan Global, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Sektor Domestik Berenang di Wisata Ranu Betok Probolinggo, Dua Pemuda Tewas Tenggelam Tekan Biaya Produksi, Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur Rahasia Sehat dari Si Ungu: Mengenal Deretan Manfaat Teh Daun Ungu bagi Tubuh Viral Begal Nakes di Probolinggo Ternyata Rekayasa, Ini Motif Aslinya! Cegah Jalur Ilegal, Disnaker Probolinggo Gandeng Petugas Sensus Ekonomi Edukasi Perlindungan PMI

Ekonomi

Harga Cabai Meroket di Pasaran Lumajang, Omset Pedagang Turun Hingga 50 Persen

badge-check


					Harga Cabai Meroket di Pasaran Lumajang, Omset Pedagang Turun Hingga 50 Persen Perbesar

LUMAJANG, IniBaruBerita.id – Harga cabai di pasaran Lumajang mengalami kenaikan yang signifikan hingga tembus 100 ribu per kilo gram. Selain cabai, kenaikan juga terjadi pada bumbu dapur lainnya seperti tomat, bawang merah dan bawang putih.

Akibat kenaikan harga pada sejumlah bumbu dapur terutama cabai, membuat omset pedagang di pasar baru Lumajang mengalami penurunan hingga 50 persen, hal itu terjadi lantaran para konsumen mengurangi jumlah pembelian mereka.

“Akibat kenaikan harga, saya jadi mengalami penurunan omset. Soalnya yang biasanya beli 1 kilo, kini hanya beli 1 ons ” kata Umi pedagang di Pasar Baru Lumajang, Rabu (08/01/25).

Untuk harga cabai rawit merah sebelumnya hanya 50 ribu perkilo, kini naik menjadi 100 perkilo, untuk tomat sebelumnya hanya 10 ribu perkilo, kini naik menjadi 14 ribu perkilo. Sedangkan untuk bawang merah sebelumnya hanya 20 ribu perkilo, kini naik menjadi 35 ribu perkilo dan untuk bawang putih sebelumnya hanya 35 ribu perkilo, kini naik menjadi 38 ribu perkilo.

Menurutnya, kenaikan harga ini sudah dirasakan sejak akhir tahun 2024 kemarin, pasalnya tingginya permintaan pasar tidak di imbangi dengan hasil panen petani.

“Mungkin karena musim hujan banyak tanaman yang rusak, sehingga hasil panen menurun dan tidak bisa mencukupi kebutuhan pasar,” sambung Umi.

Kondisi ini dikeluhkan oleh konsumen, terutama ibu rumah tangga yang merasa terbebani oleh kenaikan harga tersebut. Pasalnya demi mencukupi kebutuhan dapur, mereka terpaksa mengurangi pembelian.

“Sekarang cabai dan bawang mahal, jadi saya cuma beli sedikit aja. Kalau biasanya saya langsung beli 1 kilo, tapi kalau sekarang ya gak bisa soalnya biar uangnya bisa buat beli yang lain,” keluh Tuti warga yang berbelanja di pasar baru Lumajang.

Masyarakat berharap kepada pemerintah agar bisa menstabilkan kenaikan harga yang terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok. Karena masyarakat mengaku kawatir jika harga akan terus naik, seiring cuaca yang tidak menentu.

Reporter: Ardianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Kang. Aryo

    Penstabilan harga dalam jangka menengah dan jangka panjang secara berkelanjutan dengan hasil panen olahan berupa olahan bumbu masak, sedang jangka pendek bisa dilakukan tiap2 konsumen dengan menerapkan Pawon Urip. Penerapan solusi dengan pasar murah hanya akan mengeluarkan pembiayaan berlebih, bisa dilakukan pasar murah hanya untuk menghabiskan stock barang cadangan kebencanaan yang mendekati rusak (expired)

    Reply
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Tekan Biaya Produksi, Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur

4 Juni 2026 - 02:11 WIB

Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik

16 Maret 2026 - 07:29 WIB

Berhadiah Umroh Bagi Warga Probolinggo yang Menemukan Kades Terlibat Money Politik

26 November 2024 - 11:37 WIB

Resmikan Central Market Buyos Yosowilangun, Ketua DPRD Gresik Dukung Desa Mandiri

16 Oktober 2024 - 23:15 WIB

Resmi Dikukuhkan, HIPMI Gresik Siap Bantu Pemkab Tekan Angka Pengangguran

29 Juli 2024 - 04:36 WIB

Trending di Bisnis