LUMAJANG, IniBaruBerita.id – Harga cabai di pasaran Lumajang mengalami kenaikan yang signifikan hingga tembus 100 ribu per kilo gram. Selain cabai, kenaikan juga terjadi pada bumbu dapur lainnya seperti tomat, bawang merah dan bawang putih.
Akibat kenaikan harga pada sejumlah bumbu dapur terutama cabai, membuat omset pedagang di pasar baru Lumajang mengalami penurunan hingga 50 persen, hal itu terjadi lantaran para konsumen mengurangi jumlah pembelian mereka.
“Akibat kenaikan harga, saya jadi mengalami penurunan omset. Soalnya yang biasanya beli 1 kilo, kini hanya beli 1 ons ” kata Umi pedagang di Pasar Baru Lumajang, Rabu (08/01/25).
Untuk harga cabai rawit merah sebelumnya hanya 50 ribu perkilo, kini naik menjadi 100 perkilo, untuk tomat sebelumnya hanya 10 ribu perkilo, kini naik menjadi 14 ribu perkilo. Sedangkan untuk bawang merah sebelumnya hanya 20 ribu perkilo, kini naik menjadi 35 ribu perkilo dan untuk bawang putih sebelumnya hanya 35 ribu perkilo, kini naik menjadi 38 ribu perkilo.
Menurutnya, kenaikan harga ini sudah dirasakan sejak akhir tahun 2024 kemarin, pasalnya tingginya permintaan pasar tidak di imbangi dengan hasil panen petani.
“Mungkin karena musim hujan banyak tanaman yang rusak, sehingga hasil panen menurun dan tidak bisa mencukupi kebutuhan pasar,” sambung Umi.
Kondisi ini dikeluhkan oleh konsumen, terutama ibu rumah tangga yang merasa terbebani oleh kenaikan harga tersebut. Pasalnya demi mencukupi kebutuhan dapur, mereka terpaksa mengurangi pembelian.
“Sekarang cabai dan bawang mahal, jadi saya cuma beli sedikit aja. Kalau biasanya saya langsung beli 1 kilo, tapi kalau sekarang ya gak bisa soalnya biar uangnya bisa buat beli yang lain,” keluh Tuti warga yang berbelanja di pasar baru Lumajang.
Masyarakat berharap kepada pemerintah agar bisa menstabilkan kenaikan harga yang terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok. Karena masyarakat mengaku kawatir jika harga akan terus naik, seiring cuaca yang tidak menentu.
Reporter: Ardianto







