Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kabupaten Probolinggo Bahas Nasib PPPK dan Persoalan Agraria dengan Anggota DPR RI Sunday Clinic RS Petrokimia Gresik, Periksa Kesehatan Lebih Fleksibel di Akhir Pekan 25 Pejabat Resmi Digeser, Bupati Gresik Akhirnya Buka Suara Soal Mutasi Eselon II Perubahan Desil DTSEN Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Probolinggo Dorong Transparansi Data Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan Diduga Oknum Penyidik Polres Probolinggo Tidak Profesional Dinilai Merendahkan Profesi LBH

Pemerintahan

98 Desa di Probolinggo Target Miliki Perpusdes Inklusi Sosial

badge-check


					98 Desa di Probolinggo Target Miliki Perpusdes Inklusi Sosial Perbesar

 

PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Dinas perpustakaan dan kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo menargetkan tahun ini perpustakaan desa (Perpusdes) di 98 Desa berbasis inklusi sosial.

 

Hal tersebut menjadi pembahasan saat bimbingan teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan teknologi informasi komunikasi (SPPTIK), Kamis (18/7/2024).

 

Sekretaris Dispersib Kabupaten Probolinggo Muhammad Abduh Ramin melalui pustakawan ahli muda Hesthiyono Suko Adhi mengatakan, pihaknya terus berupaya memberikan pemahaman terhadap pentingnya perpustakaan desa.

“Dari 325 desa, hampir 50 persen lebih memiliki perpusdes. Namun, optimalisasi fungsi perpusdes inilah yang masih perlu dibangun selaras,” ujarnya.

 

Menurutnya konsep perpustakaan konvensional, yang menjadikan perpustakaan hanya sebagai fasilitas untuk membaca buku kurang menyentuh terhadap kepentingan masyarakat. Konsep tersebut ialah perpusdes inklusi sosial.

 

“Konsep yang digunakan bukan lagi konvensional. Namun dijadikan perpus dijadikan harus menjadi pusat informasi. Melaui buku, internet dan fasilitas lain. Termasuk peningkatan skill dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

 

Perubahan perpustakaan konvensional di Kabupaten Probolinggo menjadi inklusi sosial sudah dilakukan di beberapa desa. Sampai saat ini telah ada 71 desa replikasi konsep tersebut.

“Tahun ini, kita targetkan 27 Desa replikasi Perpusdes Inklusi sosial,” ujarnya.

 

Guna menyentuh hal tersebut, pihak dispersip melakukan kolaborasi dengan sejumlah pihak. Mulai dari tim penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, DPMD, 10 orang duta digital Kementrian Desa (Kemndes) dan kader digital yang merupakan eksekutor pada program pemerintah smart Village atau Desa cerdas.

 

“Ada 50 desa di Kabupaten Probolinggo yang masuk pada Desa cerdas. Darisanalah kita dorong penerapannya. Monev dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan pengaplikasian konsep tersebut,” tambahnya.

 

Selain perpus inklusi sosial, bus Persib juga mendorong dalam penyelenggaraan perpustakaan digital. Sejauh ini ada sekitar 100 desa yang memiliki perpustakaan digital.

 

“Melalui kader digital, kita akan memfasilitasi perpustakaan digitalnya. Saat nanti desa tersebut memiliki website, maka kita bisa memberikan nickname dan password untuk dapat terhubung dengan perpustakaan digital. Karena memang berbasis website,” tandasnya.

 

Reporter : Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Kabupaten Probolinggo Bahas Nasib PPPK dan Persoalan Agraria dengan Anggota DPR RI

25 September 2026 - 15:00 WIB

25 Pejabat Resmi Digeser, Bupati Gresik Akhirnya Buka Suara Soal Mutasi Eselon II

25 September 2026 - 09:51 WIB

Perubahan Desil DTSEN Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Probolinggo Dorong Transparansi Data

25 September 2026 - 09:27 WIB

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Trending di Pemerintahan