Menu

Mode Gelap
Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9 Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

Pemerintahan

Dinkes Gresik Sinergi dengan KWG Tekan AKI, AKB, dan Stunting

badge-check


					Dinkes Gresik Sinergi dengan KWG Tekan AKI, AKB, dan Stunting Perbesar

 

GRESIK, IniBaruBerita.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menegaskan komitmennya untuk menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting di wilayahnya.

Komitmen ini dituangkan dalam acara talk show “Strategi Penurunan AKI, AKB, dan Stunting melalui Pendekatan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik”.

Kegiatan hasil sinergi antara Dinkes Gresik dan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) dibuka langsung oleh Plt Bupati, Aminatun Habibah di Gedung Nasional Indonesia Gresik, Senin (30/9/2024).

Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan bahwa pendekatan integrasi layanan primer akan memberikan dampak terhadap penurunan AKI, AKB, dan stunting.

“Saya berharap dari kegiatan ini kita bisa menemukan solusi yang bermanfaat bagi teman-teman di Puskesmas dan Dinkes untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Lebih lanjut, Aminatun mengatakan angka kematian ibu dan bayi serta stunting dipengaruhi berbagai hal. Di antaranya faktor sosial ekonomi baik kemiskinan serta pola asuh yang kurang tepat

“Faktor ekonomi, terutama kemiskinan, menjadi salah satu penyebab utama, juga kesalahan pola asuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr. Mukhibbatul Khusnah, menjelaskan mulai tahun 2022 terjadi peningkatan angka kematian bayi (AKB) dan prevalensi stunting.

Berdasarkan data, angka kematian ibu di Gresik mencapai 99 per 100 ribu kelahiran, angka kematian bayi 4,8 per 1000 kelahiran.

“Melalui upaya sinergi dan kolaborasi ini, kami yakin masalah ini bisa diselesaikan bersama, kami menggandeng media agar menyosialisasikan hal ini ke masyarakat,” tambahnya.

Kadinkes juga mengungkapkan bahwa penyebab utama kematian ibu kini mulai bergeser dari pendarahan dan hipertensi menjadi penyakit lain seperti diabetes dan hepatitis.

Sementara itu, penyebab utama kematian bayi adalah berat badan lahir rendah (BBLR) di bawah 2,5 kg, yang mengakibatkan daya tahan tubuh bayi rentan terhadap infeksi.

“Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan akses yang lebih baik bagi ibu hamil, terutama yang mengalami kekurangan energi kronis dan status gizi rendah,” tutupnya.

Reporter: Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9

9 September 2026 - 13:38 WIB

SILPA Tinggi dan BTT Hampir Habis, Pemkab Probolinggo Berjanji Benahi Pengelolaan APBD

3 September 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Curah Bubur Ditutup Total, DPRD Probolinggo Soroti Keselamatan Warga di Jalur Alternatif

3 September 2026 - 03:05 WIB

Trending di Pemerintahan