Menu

Mode Gelap
Wisman Naik di Tengah Tekanan Global, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Sektor Domestik Berenang di Wisata Ranu Betok Probolinggo, Dua Pemuda Tewas Tenggelam Tekan Biaya Produksi, Gapoktan Wirajaya Leces Sukses Terapkan Teknologi Nitrobakter dan Jadam Sulfur Rahasia Sehat dari Si Ungu: Mengenal Deretan Manfaat Teh Daun Ungu bagi Tubuh Viral Begal Nakes di Probolinggo Ternyata Rekayasa, Ini Motif Aslinya! Cegah Jalur Ilegal, Disnaker Probolinggo Gandeng Petugas Sensus Ekonomi Edukasi Perlindungan PMI

Pemerintahan

Dinkes Gresik Sinergi dengan KWG Tekan AKI, AKB, dan Stunting

badge-check


					Dinkes Gresik Sinergi dengan KWG Tekan AKI, AKB, dan Stunting Perbesar

 

GRESIK, IniBaruBerita.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menegaskan komitmennya untuk menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting di wilayahnya.

Komitmen ini dituangkan dalam acara talk show “Strategi Penurunan AKI, AKB, dan Stunting melalui Pendekatan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik”.

Kegiatan hasil sinergi antara Dinkes Gresik dan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) dibuka langsung oleh Plt Bupati, Aminatun Habibah di Gedung Nasional Indonesia Gresik, Senin (30/9/2024).

Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan bahwa pendekatan integrasi layanan primer akan memberikan dampak terhadap penurunan AKI, AKB, dan stunting.

“Saya berharap dari kegiatan ini kita bisa menemukan solusi yang bermanfaat bagi teman-teman di Puskesmas dan Dinkes untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Lebih lanjut, Aminatun mengatakan angka kematian ibu dan bayi serta stunting dipengaruhi berbagai hal. Di antaranya faktor sosial ekonomi baik kemiskinan serta pola asuh yang kurang tepat

“Faktor ekonomi, terutama kemiskinan, menjadi salah satu penyebab utama, juga kesalahan pola asuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr. Mukhibbatul Khusnah, menjelaskan mulai tahun 2022 terjadi peningkatan angka kematian bayi (AKB) dan prevalensi stunting.

Berdasarkan data, angka kematian ibu di Gresik mencapai 99 per 100 ribu kelahiran, angka kematian bayi 4,8 per 1000 kelahiran.

“Melalui upaya sinergi dan kolaborasi ini, kami yakin masalah ini bisa diselesaikan bersama, kami menggandeng media agar menyosialisasikan hal ini ke masyarakat,” tambahnya.

Kadinkes juga mengungkapkan bahwa penyebab utama kematian ibu kini mulai bergeser dari pendarahan dan hipertensi menjadi penyakit lain seperti diabetes dan hepatitis.

Sementara itu, penyebab utama kematian bayi adalah berat badan lahir rendah (BBLR) di bawah 2,5 kg, yang mengakibatkan daya tahan tubuh bayi rentan terhadap infeksi.

“Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan akses yang lebih baik bagi ibu hamil, terutama yang mengalami kekurangan energi kronis dan status gizi rendah,” tutupnya.

Reporter: Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rahasia Sehat dari Si Ungu: Mengenal Deretan Manfaat Teh Daun Ungu bagi Tubuh

4 Juni 2026 - 01:10 WIB

Cegah Jalur Ilegal, Disnaker Probolinggo Gandeng Petugas Sensus Ekonomi Edukasi Perlindungan PMI

3 Juni 2026 - 14:21 WIB

Angkat Isu Kekerasan Anak, Dinas KBPPPA Gresik Gelar Lomba Film untuk Pelajar SMP

23 Mei 2026 - 13:10 WIB

Dishub Gresik Tanamkan Nilai Etika dan Disiplin Lewat Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini

13 Mei 2026 - 09:34 WIB

Investasi Keselamatan, Dishub Gresik Masifkan Edukasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini

30 April 2026 - 14:20 WIB

Trending di Pemerintahan