Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, mengapresiasi kinerja Kementerian Pariwisata yang dinilai berhasil menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik global. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata pada Selasa (3/6/2026).
Nila menyebut, peningkatan jumlah kunjungan wisman pada kuartal pertama 2026 menjadi sinyal positif bagi citra dan daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata nasional tetap memiliki daya tarik kuat meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi dunia.
“Di saat kondisi ekonomi global sedang tidak mudah dan nilai tukar rupiah menghadapi tekanan, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi sinyal positif bahwa daya tarik pariwisata Indonesia tetap kuat di mata dunia,” ujarnya.
Ia menilai, berbagai upaya promosi dan pengembangan destinasi yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil. Kepercayaan wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia dinilai tetap terjaga di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil.
Lebih lanjut, Nila menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Selain menghasilkan devisa, sektor ini juga mampu menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lainnya melalui efek pengganda (multiplier effect).
Karena itu, ia mendorong agar tren pertumbuhan wisman terus dijaga melalui peningkatan kualitas destinasi, kemudahan aksesibilitas, serta penguatan daya saing pariwisata nasional.
“Pariwisata merupakan salah satu sektor yang terbukti memiliki efek pengganda yang besar bagi perekonomian. Momentum pertumbuhan wisman ini harus terus dijaga dan diperkuat,” katanya.
Meski demikian, Nila mengingatkan pentingnya penguatan pasar wisatawan nusantara sebagai penopang sektor pariwisata. Menurutnya, keseimbangan antara pasar internasional dan domestik menjadi kunci keberlanjutan pariwisata nasional.
“Ke depan, kita ingin melihat pariwisata Indonesia semakin kuat, baik di pasar global maupun domestik. Jika kunjungan wisatawan asing terus tumbuh dan wisatawan nusantara juga bergerak aktif, maka sektor ini akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin kokoh,”tutupnya.
Reporter : Angga Purwancara







