Menu ✖

Mode Gelap
Air PDAM Kembali Mengalir di Malasan Wetan, Warga Apresiasi Pengawalan Komisi II DPRD Probolinggo 7 OPD Pemkab Probolinggo Transaksikan Rp691 Juta ke Satu Penyedia, Pengadaan Jadi Sorotan JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah, Alfiana Firda Afnaini Salurkan Bak Sampah ke Lima Desa Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo

Pendidikan

Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo

badge-check


					Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo Perbesar

Gresik — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dengan mengolah limbah plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) menjadi produk paving block bernilai ekonomis.

Plastik LDPE yang diolah merupakan jenis plastik sekali pakai seperti kantong kresek dan plastik es yang selama ini kurang diminati untuk didaur ulang karena harga jualnya rendah. Akibatnya, limbah tersebut sering menumpuk dan merusak lingkungan.

Koordinator kegiatan, M. Fikih Ardiansah, mengatakan program ini bertujuan memberikan nilai tambah pada sampah plastik agar bermanfaat secara ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

“Selama ini plastik LDPE dianggap tidak bernilai. Melalui inovasi ini kami ingin mengubahnya menjadi produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujar Fikih, Jumat (16/1/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Makin Gemes dan Bank Sampah Bersemi (BSB) Desa Manyarejo.

Warga tidak hanya menerima materi, namun juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan plastik menjadi paving block. Proses produksi dimulai dari pengenalan alat, pemilahan dan pelehan plastik pada suhu tertentu, hingga pencetakan ke dalam cetakan paving block.

Dengan metode sederhana tersebut, masyarakat diharapkan mampu memproduksi secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Menurut Fikih, paving block berbahan LDPE memiliki daya tahan yang cukup baik untuk kebutuhan skala kecil, seperti halaman rumah, teras, dan jalan setapak.

“Produk ini cukup kuat untuk infrastruktur ringan. Selain mengurangi sampah, masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil produksinya,” ujarnya.

Program inovasi ini mendapat respon positif dari warga Desa Manyarejo. Mereka menilai kegiatan tersebut memberi pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah yang produktif.

Ke depan, mahasiswa KKN UTM berharap pengolahan plastik LDPE menjadi paving block dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai solusi lingkungan yang bernilai ekonomi.

 

 

Reporter: Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo

4 November 2026 - 11:12 WIB

DPRD Kabupaten Probolinggo Dorong Penguatan Literasi, Perjuangkan Bantuan Buku untuk 98 Perpustakaan

29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

AMPP Soroti Proyek Sekolah Rp1,15 Miliar Belum Terealisasi, Desak Bupati Evaluasi Kadis Dikdaya

16 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Lewat ORASI, Siswa UPT SMPN 1 Gresik Belajar Bisnis hingga Profesi Kesehatan

15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Program Revitalisasi KB Ihyaul Islam Prasi Disorot, Pihak Sekolah Sayangkan Framing Berlebihan

9 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Trending di Kebudayaan