Menu

Mode Gelap
BKMS dan Tenant JIIPE Salurkan 44 Hewan Kurban untuk Warga Gresik Angkat Isu Kekerasan Anak, Dinas KBPPPA Gresik Gelar Lomba Film untuk Pelajar SMP Kadisperpusip Gresik Apresiasi Konsistensi PT Smelting Salurkan CSR untuk Perkuat Literasi Daerah Icon Mall Gresik Hadirkan Food City, Pusat Kuliner UMKM yang Nyaman dan Terjangkau Jauh-jauh dari Korsel, Enam Aktivis Lingkungan Kepincut Pengelolaan Sampah di Desa Randuboto Gresik Dishub Gresik Tanamkan Nilai Etika dan Disiplin Lewat Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini

Pendidikan

Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo

badge-check


					Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo Perbesar

Bagikan

Gresik — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dengan mengolah limbah plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) menjadi produk paving block bernilai ekonomis.

Plastik LDPE yang diolah merupakan jenis plastik sekali pakai seperti kantong kresek dan plastik es yang selama ini kurang diminati untuk didaur ulang karena harga jualnya rendah. Akibatnya, limbah tersebut sering menumpuk dan merusak lingkungan.

Koordinator kegiatan, M. Fikih Ardiansah, mengatakan program ini bertujuan memberikan nilai tambah pada sampah plastik agar bermanfaat secara ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

“Selama ini plastik LDPE dianggap tidak bernilai. Melalui inovasi ini kami ingin mengubahnya menjadi produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujar Fikih, Jumat (16/1/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Makin Gemes dan Bank Sampah Bersemi (BSB) Desa Manyarejo.

Warga tidak hanya menerima materi, namun juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan plastik menjadi paving block. Proses produksi dimulai dari pengenalan alat, pemilahan dan pelehan plastik pada suhu tertentu, hingga pencetakan ke dalam cetakan paving block.

Dengan metode sederhana tersebut, masyarakat diharapkan mampu memproduksi secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Menurut Fikih, paving block berbahan LDPE memiliki daya tahan yang cukup baik untuk kebutuhan skala kecil, seperti halaman rumah, teras, dan jalan setapak.

“Produk ini cukup kuat untuk infrastruktur ringan. Selain mengurangi sampah, masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil produksinya,” ujarnya.

Program inovasi ini mendapat respon positif dari warga Desa Manyarejo. Mereka menilai kegiatan tersebut memberi pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah yang produktif.

Ke depan, mahasiswa KKN UTM berharap pengolahan plastik LDPE menjadi paving block dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai solusi lingkungan yang bernilai ekonomi.

 

 

Reporter: Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kadisperpusip Gresik Apresiasi Konsistensi PT Smelting Salurkan CSR untuk Perkuat Literasi Daerah

22 Mei 2026 - 03:01 WIB

Sabet Juara di Ajang MTQ XXXII Kabupaten Gresik, MINU Tratee Putera Konsisten Cetak Generasi Qur’ani

21 April 2026 - 02:24 WIB

Pupuk Kepedulian, UPT SMPN 1 Gresik Gelar Ramadan Fest, Bagikan 2.000 Takjil hingga Nuzulul Quran

7 Maret 2026 - 21:45 WIB

PGRI Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-80 dengan Aksi Donor Darah Bersama Guru

27 November 2025 - 14:26 WIB

Dispendik Gresik Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Peringatan Hari Guru Nasional

27 November 2025 - 07:40 WIB

Trending di Pendidikan