Gresik – Sebuah foto selebaran digital (flyer) yang menampilkan Bendahara DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Gresik sekaligus Anggota DPRD Gresik periode 2024–2029, H. Nadlir, sebagai Calon Bupati Gresik periode 2029–2034 mendadak viral dan memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, H. Nadlir memberikan klarifikasinya langsung mengenai beredarnya flyer tersebut. H. Nadlir mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul pembuatan maupun penyebar flyer yang mencatut nama dan foto dirinya dengan narasi “Saatnya Gresik Naik Kelas”.
Ia menjelaskan bahwa dirinya pertama kali mengetahui keberadaan foto tersebut setelah diberi tahu oleh Sekretaris DPC PDIP Gresik, H. Toriqi Fajerin, yang kemudian juga dikonfirmasi oleh Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani.
“Saya tidak tahu siapa yang membuat. Justru saya diberi tahu oleh Kaji Riki (H. Toriqi Fajerin), lalu diperlihatkan juga oleh Pak Bupati (Gus Yani),” ujar H. Nadlir saat ziarah haji di rumah dinas Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, Senin (15/06/2026).
Menanggapi muatan dalam flyer politik yang beredar, H. Nadlir merespons dengan santai. Ia menilai ada kejanggalan dalam pembuatan media sosialisasi tersebut, salah satunya terdapat kesalahan penulisan (tipografi) yang cukup mendasar pada bagian nama atau identitas di dalam flyer.
“Ya saya biasa-biasa saja, wong tulisannya aja keliru, Bos. Tulisannya keliru, namanya ya,” tambahnya sembari tersenyum menanggapi kekeliruan tersebut.
Meski demikian, H. Nadlir tidak menampik bahwa peredaran flyer ini telah memicu kegaduhan dan menjadi topik pembicaraan yang cukup ramai di tengah masyarakat maupun di lingkaran internal politik lokal Gresik saat ini.
H. Nadlir sendiri menegaskan, bahwa dirinya masih tetap fokus menjalankan amanah tugasnya sebagai anggota legislatif di DPRD Kabupaten Gresik, serta mengawal program-program strategis partai, tanpa terganggu oleh isu-isu spekulatif pasca beredarnya flyer tersebut.
Sementara keberadaan flyer ini dinilai banyak pihak terlalu dini, mengingat fokus peta politik daerah saat ini belum mengarah pada periode tahun 2029. Lebih lanjut, beredarnya flyer ini juga memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat politik lokal.
Beberapa pihak menduga bahwa flyer tersebut sengaja dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menguji ombak (test the water) terkait elektabilitas sang politisi, atau justru sebagai bentuk guyonan politik.
Nampak dalam flyer tercantum, visi-misi seperti “Gresik Maju, Muda, Berkelanjutan”, “Ekonomi Kuat” dan “Pendidikan Berkualitas”, hingga tagar #GresikMasaDepanKita dalam desain tersebut, terlihat cukup rapi dan terstruktur, sehingga wajar jika sempat menimbulkan reaksi masyarakat di media sosial.
Reporter: Angga Purwancara







