Menu

Mode Gelap
Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9 Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

News

Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung

badge-check


					Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung Perbesar

PROBOLINGGO, InibaruBerita.id – Festival Antikorupsi 2026 digelar meriah di Gelora Merdeka Kraksaan, Sabtu (12/9/2026). Mural bertema antikorupsi menghiasi tembok, pesan integritas dikumandangkan, dan pemerintah kembali mengajak masyarakat untuk menjauhi praktik korupsi.

Namun, di balik kemeriahan itu, ada pertanyaan yang belum mendapatkan jawaban tuntas.

Kalau bicara antikorupsi begitu lantang, bagaimana dengan dugaan pemotongan honor instruktur dan anggota Paskibraka yang sampai sekarang masih “berproses”?

Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. Persoalan honor menyangkut hak mereka yang telah menjalankan tugas. Ketika dugaan persoalan muncul, masyarakat tentu berhak mengetahui sejauh mana pemerintah bekerja untuk mencari kejelasan.

Jangan sampai semangat antikorupsi hanya berhenti di atas panggung dan berubah menjadi slogan yang indah didengar, tetapi kehilangan daya ketika berhadapan dengan persoalan nyata di lingkungan pemerintahan sendiri.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Probolinggo, Imron Rosyadi, mengatakan kegiatan festival dan mural merupakan bagian dari edukasi mengenai pentingnya integritas.

“Kalau terkait giat tadi dan mural adalah upaya Pemkab untuk memberikan edukasi dan pentingnya integritas pada masyarakat,” ujar Imron Rosyadi melalui WhatsApp, Sabtu (12/9/2026).

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai dugaan pemotongan honor instruktur dan Paskibraka, jawabannya masih singkat.

“Terkait dengan pemotongan honor di atas, sekarang masih berproses, Pak,” jelasnya.

Dua kata itu tentu belum cukup untuk menghapus tanda tanya yang berkembang di tengah masyarakat.

Publik tidak sedang meminta pemerintah membuat mural baru. Publik juga tidak sedang membutuhkan slogan tambahan.

Jika dugaan tersebut terbukti tidak benar, sampaikan hasil pemeriksaan dan luruskan persoalannya. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau kesalahan administrasi, masyarakat tentu berharap ada langkah korektif sesuai aturan.

Jangan biarkan persoalan menggantung terlalu lama. Sebab, ketidakjelasan bukan hanya melelahkan pihak yang merasa dirugikan, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap proses pengawasan pemerintah.

Festival Antikorupsi seharusnya menjadi momentum untuk membuktikan bahwa integritas bukan sekadar tulisan di tembok.

Integritas justru diuji ketika pemerintah menghadapi persoalan yang sensitif, ketika ada laporan yang harus diperiksa, dan ketika ada pihak yang menunggu hak serta kejelasan.

Masyarakat tentu akan melihat apakah semangat antikorupsi benar-benar diterapkan dalam praktik atau hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Sebab, festival pada akhirnya akan selesai. Panggung akan dibongkar. Mural akan menjadi bagian dari tembok.

Tetapi pertanyaan mengenai dugaan pemotongan honor Paskibraka tidak akan hilang hanya karena festival telah usai.

Dan pembuktiannya sederhana: buka prosesnya, periksa secara objektif, sampaikan hasilnya, lalu ambil langkah sesuai aturan.

Karena bagi masyarakat, kejujuran bukan sekadar tema festival. Kejujuran adalah keberanian pemerintah memberikan jawaban ketika publik bertanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian

18 September 2026 - 23:20 WIB

Kompensasi Tower Tak Kunjung Cair, Warga Kramat Agung Adukan Persoalan ke DPRD Probolinggo

27 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Warga Semampir Desak Jalan Rusak Akibat Proyek KDMP Kraksaan Segera Diperbaiki, DPRD Minta Kontraktor Bertanggung Jawab

6 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Gressmall Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan HUT ke-81 RI Lewat Lomba Menghias Tumpeng

6 Agustus 2026 - 10:07 WIB

BKMS dan Tenant JIIPE Salurkan 44 Hewan Kurban untuk Warga Gresik

27 Mei 2026 - 14:10 WIB

Trending di News