KRAKSAAN, INIBARUBERITA.ID – Pelaksanaan Program Revitalisasi di Kelompok Bermain (KB) Ihyaul Islam, Desa Prasi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan. Pihak sekolah mengaku resah dengan munculnya berbagai informasi miring dan framing berlebihan dari sejumlah oknum LSM dan pihak lain.
Kepala KB Ihyaul Islam, Anis Kamilia, menilai kegaduhan yang muncul lebih disebabkan oleh miskomunikasi terkait mekanisme program. Beberapa informasi yang beredar di media massa dinilai tidak utuh dan cenderung menggiring opini.
“Pada dasarnya program ini tidak ada masalah. Semua tahapan pelaksanaan sudah kami jalankan sesuai prosedur dan mekanisme yang ditetapkan,” tegas Anis, Kamis (9/10).
Ia menjelaskan, Program Revitalisasi bukan program yang dikerjakan asal-asalan. Setiap proses memiliki aturan baku dan tahapan resmi yang harus dipatuhi oleh pihak sekolah sebagai penerima manfaat.
Menurut Anis, pelaksanaan di lapangan juga berada di bawah pengawasan. Ada pengawas lapangan dan konsultan perencana yang terlibat langsung mengawal jalannya pembangunan, sehingga prosesnya tidak berjalan sendiri.
“Pengawas ada, konsultan perencana juga ada. Semua terlibat. Jadi tidak benar kalau program ini dijalankan tanpa pengawasan,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya sangat menyayangkan jika ada pihak luar yang membangun framing berlebihan tanpa konfirmasi. Apalagi revitalisasi merupakan program dari pemerintah pusat yang mekanismenya sudah jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Anis menegaskan, pihaknya terbuka terhadap pengawasan publik, termasuk dari LSM. Namun ia berharap pencarian informasi dilakukan secara berimbang, berbasis data, dan tidak sepihak.
“Silakan kalau ingin mengetahui prosesnya. Datanya bisa diakses melalui pemerintah pusat maupun instansi terkait. Jangan hanya berdasarkan asumsi,” katanya.
Ia mengaku, pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran berharga. Informasi yang belum terverifikasi sempat viral dan menyudutkan pihak sekolah, padahal fakta di lapangan tidak seperti yang diberitakan.
“Dari pengalaman kemarin, ada informasi yang terlalu digiring sehingga pemberitaannya sangat menyudutkan kami. Kami berharap ke depan informasi soal program ini dikonfirmasi dulu ke sumber resmi,” pungkasnya.
“Tim Redaksi”







