Gresik – UPT SMP Negeri 1 Gresik menghadirkan program ORASI (Orang Tua Sumber Inspirasi) dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 640 siswa kelas 7 dan 8 untuk mengenal dunia kerja, kewirausahaan, serta pengalaman profesional secara langsung dari narasumber yang berpengalaman.
Kepala UPT SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, mengatakan program ORASI dirancang untuk memperluas wawasan murid agar tidak hanya belajar melalui buku pelajaran, tetapi juga mendapatkan inspirasi dari pengalaman nyata orang tua murid.
“Melalui ORASI, kami ingin mengenalkan literasi profesi, literasi finansial, dan pengalaman dunia kerja secara nyata. Kami berharap siswa dapat memperoleh inspirasi langsung sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekolah menghadirkan H. Moh. Tajuddin, AM.d.PK, SE, MM, MMRS, yang dikenal sebagai CEO Family Bakery sekaligus Kepala Rekam Medik Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG).
Kedua peran tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami dua bidang profesi yang berbeda, yakni kewirausahaan dan pelayanan kesehatan.
Dari sisi kewirausahaan, Tajuddin berbagi wawasan mengenai pentingnya jeli melihat peluang bisnis, berani mencoba hal baru, serta memulai usaha dari skala kecil. Siswa juga diajak memahami pentingnya sikap pantang menyerah, mental tangguh dalam menghadapi kegagalan, dan kreativitas untuk terus berinovasi.
Selain itu, pengelolaan keuangan dan pemanfaatan media digital untuk memasarkan produk menjadi bagian dari materi yang disampaikan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman siswa mengenai literasi finansial serta dasar-dasar membangun usaha.
Sementara dari perspektif profesional kesehatan, murid diperkenalkan pada pentingnya ketelitian, keakuratan, dan integritas dalam mengelola data pasien. Kerahasiaan informasi medis, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam pekerjaan juga menjadi nilai penting yang perlu dipahami sejak dini.
Pengalaman sebagai Kepala Rekam Medik RSSG turut memberikan gambaran mengenai penerapan ilmu sains, teknologi informasi, dan etika profesi dalam dunia kerja, termasuk pentingnya administrasi yang tertib dan akurat dalam pelayanan kesehatan.
Beri Avita menjelaskan, pemilihan narasumber dari bidang bisnis dan kesehatan dilakukan agar siswa memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai pilihan profesi dan cita-cita di masa depan.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengambil pelajaran dari pengalaman, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ORASI, sekolah berharap budaya membaca dan belajar terus tumbuh di kalangan siswa. Mereka juga didorong untuk mulai mengenali minat dan bakat serta merancang cita-cita sejak duduk di bangku SMP.
“Anak-anak harus terus meningkatkan budaya membaca dan belajar dari pengalaman orang-orang di sekitar. Mulailah mengenali minat dan bakat serta merancang cita-cita sejak sekarang. Jangan lupa berdoa dan memohon rida dari orang tua,” pesannya.
Program ORASI menjadi salah satu upaya UPT SMPN 1 Gresik dalam mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah melalui pembelajaran kontekstual, dengan menghadirkan pengalaman nyata sebagai sumber inspirasi bagi siswa.
Reporter : Angga Purwancara







