Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kabupaten Probolinggo Bahas Nasib PPPK dan Persoalan Agraria dengan Anggota DPR RI Sunday Clinic RS Petrokimia Gresik, Periksa Kesehatan Lebih Fleksibel di Akhir Pekan 25 Pejabat Resmi Digeser, Bupati Gresik Akhirnya Buka Suara Soal Mutasi Eselon II Perubahan Desil DTSEN Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Probolinggo Dorong Transparansi Data Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan Diduga Oknum Penyidik Polres Probolinggo Tidak Profesional Dinilai Merendahkan Profesi LBH

Pemerintahan

Pemdes Betiting Cerme Gandeng Kampus Negeri Jiran untuk Deteksi Penyakit Tanaman Melalui Smartphone

badge-check


					Pemdes Betiting Cerme Gandeng Kampus Negeri Jiran untuk Deteksi Penyakit Tanaman Melalui Smartphone Perbesar

 

GRESIK, IniBaruBerita.id – Desa Betiting memang berbeda dengan desa lain di Kabupaten Gresik. Desa yang masuk wilayah Kecamatan Cerme ini “Go Internasional” kini tengah menjalin kerjasama dengan negara Jiran Malaysia.

Kepala Desa Betiting Cerme, Musoli mengatakan, Desanya menjadi tempat penelitian kerjasama pengembangan tematik hasil kerjasama antara PENS dengan UTM (University Teknologi Mara) Malaysia.

“Penelitian dilakukan hari ini, Rabu (2/10) di Desa Betiting. Melibatkan banyak ahli, termasuk dari Malaysia,” ujar Kades Musoli.

Ditambahkan kades, penelitian antar negara ini meliputi deteksi hama penyakit tanaman dengan smartphone, portable device dan drone.

Pengendali hama burung pipit, menggunakan tali perak otomatis. Smart Soil tester dan terakhir pemetaan lahan dengan drone.

Para peneliti, kata Musoli, terdiri dari Mike Yuliana Ketua P3M yang juga ketua tim peneliti, didampingi Budarni staf dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. Sedangkan ahli dari UTM Malaysia adalah Prof Azlina Idris.

Kades berharap dengan diadakan penelitian antarnegara imi, bisa semakin memajukan pertanian dan potensi pertanian di Desa Betiting sehingga pada akhirnya petani bisa makmur karena produksi yang melimpah.

“Kenapa di Betiting? karena di desa kami, bisa panen padi hingga 3 kali dalam setahun. Ini sangat luar biasa dibanding desa lainnya. Meski desa kami dikepung kawasan perumahan, tetapi kami masih memiliki wilayah pertanian potensial. Inilah ya g mendorong Dinas Pertanian Gresik menjadikan desa kami sebagai pusat penelitian, sekaligus membantu petani kami dalam menghadapi segala jenis hama pertanian,” kata Kades Musoli bangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Kabupaten Probolinggo Bahas Nasib PPPK dan Persoalan Agraria dengan Anggota DPR RI

25 September 2026 - 15:00 WIB

25 Pejabat Resmi Digeser, Bupati Gresik Akhirnya Buka Suara Soal Mutasi Eselon II

25 September 2026 - 09:51 WIB

Perubahan Desil DTSEN Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Probolinggo Dorong Transparansi Data

25 September 2026 - 09:27 WIB

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Trending di Pemerintahan