Menu

Mode Gelap
Sabet Juara di Ajang MTQ XXXII Kabupaten Gresik, MINU Tratee Putera Konsisten Cetak Generasi Qur’ani Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2 Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik

Pemerintahan

Pemdes Betiting Cerme Gandeng Kampus Negeri Jiran untuk Deteksi Penyakit Tanaman Melalui Smartphone

badge-check


					Pemdes Betiting Cerme Gandeng Kampus Negeri Jiran untuk Deteksi Penyakit Tanaman Melalui Smartphone Perbesar

Bagikan

 

GRESIK, IniBaruBerita.id – Desa Betiting memang berbeda dengan desa lain di Kabupaten Gresik. Desa yang masuk wilayah Kecamatan Cerme ini “Go Internasional” kini tengah menjalin kerjasama dengan negara Jiran Malaysia.

Kepala Desa Betiting Cerme, Musoli mengatakan, Desanya menjadi tempat penelitian kerjasama pengembangan tematik hasil kerjasama antara PENS dengan UTM (University Teknologi Mara) Malaysia.

“Penelitian dilakukan hari ini, Rabu (2/10) di Desa Betiting. Melibatkan banyak ahli, termasuk dari Malaysia,” ujar Kades Musoli.

Ditambahkan kades, penelitian antar negara ini meliputi deteksi hama penyakit tanaman dengan smartphone, portable device dan drone.

Pengendali hama burung pipit, menggunakan tali perak otomatis. Smart Soil tester dan terakhir pemetaan lahan dengan drone.

Para peneliti, kata Musoli, terdiri dari Mike Yuliana Ketua P3M yang juga ketua tim peneliti, didampingi Budarni staf dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. Sedangkan ahli dari UTM Malaysia adalah Prof Azlina Idris.

Kades berharap dengan diadakan penelitian antarnegara imi, bisa semakin memajukan pertanian dan potensi pertanian di Desa Betiting sehingga pada akhirnya petani bisa makmur karena produksi yang melimpah.

“Kenapa di Betiting? karena di desa kami, bisa panen padi hingga 3 kali dalam setahun. Ini sangat luar biasa dibanding desa lainnya. Meski desa kami dikepung kawasan perumahan, tetapi kami masih memiliki wilayah pertanian potensial. Inilah ya g mendorong Dinas Pertanian Gresik menjadikan desa kami sebagai pusat penelitian, sekaligus membantu petani kami dalam menghadapi segala jenis hama pertanian,” kata Kades Musoli bangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2

8 April 2026 - 10:59 WIB

Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak

2 April 2026 - 18:33 WIB

Bantu Warga Jelang Lebaran, BKMS dan Tenant KEK JIIPE Sediakan 2.300 Paket Sembako Murah

12 Maret 2026 - 16:45 WIB

Kinerja Jajaran BPN Bali Diapresiasi, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Data Pertanahan

12 Maret 2026 - 16:14 WIB

Bupati Lepas Kampanye Zakat BAZNAS Gresik, 50 Sopir Angkot Dapat Bantuan

11 Maret 2026 - 10:01 WIB

Trending di Pemerintahan