Menu

Mode Gelap
Sabet Juara di Ajang MTQ XXXII Kabupaten Gresik, MINU Tratee Putera Konsisten Cetak Generasi Qur’ani Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2 Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik

Pemerintahan

Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak

badge-check


					Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak Perbesar

Bagikan

GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kesetaraan dan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Hal tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Autisme Sedunia 2026 yang digelar melalui kegiatan Akses Nyata Gerakan Kesehatan Anak Spektrum Autisme (Angkasa) di Gressmall Gresik, Kamis (2/4/2026).

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus hadir untuk mendengar dan memenuhi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus, baik dari sisi pendidikan maupun layanan pendukung lainnya.

“Di momen Hari Autisme Sedunia ini, kami terus mencoba mendengar aspirasi dari anak-anak istimewa, mulai dari pihak sekolah hingga wali murid. Pemerintah daerah hadir melalui berbagai layanan untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani.

Ia menambahkan, Pemkab Gresik tidak hanya menunggu, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah umum agar mampu menangani anak berkebutuhan khusus. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan bagi guru dengan metode pengajaran yang disesuaikan.

“Guru-guru di sekolah umum kami beri pelatihan agar bisa memahami cara mengajar anak-anak istimewa dengan pendekatan yang tepat, mendorong kemandirian, mengurangi potensi tantrum, serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Gresik juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan (bullying) dan lebih ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. Pendidikan inklusif dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Gresik sebagai kabupaten ramah anak.

Gus Yani juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap anak autis. Menurutnya, penerimaan tanpa stigma menjadi hal utama dalam membangun masyarakat inklusif.

“Penerimaan tanpa syarat menjadi poin penting. Jangan melihat mereka dengan kacamata kompetisi atau menganggap mereka nakal,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Gresik telah menyediakan Unit Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus yang dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari terapi hingga layanan penjemputan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membuka parade anak-anak inklusif yang berlangsung meriah di area pusat perbelanjaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S. Hariyanto, mengungkapkan bahwa sekitar 100 anak inklusif turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Autisme Sedunia memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong inklusi sosial, memperkuat advokasi hak asasi manusia, mendorong deteksi dini dan intervensi, serta merayakan keunikan anak autis.

“Tren jumlah anak berkebutuhan khusus di Gresik terus meningkat, sehingga ini menjadi perhatian kita bersama agar kesetaraan terus digaungkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dispendik Gresik menegaskan bahwa seluruh lembaga pendidikan formal diwajibkan menerima anak berkebutuhan khusus dan memberikan layanan sesuai dengan bakat serta minat mereka.

“Sekolah tidak boleh menolak anak autis atau anak berkebutuhan khusus. Semua harus diterima dan difasilitasi dengan baik,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kasi SMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Joko Sutopo, yang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan perhatian, pemahaman, dan komitmen dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, nilai kesabaran, keikhlasan, dan konsistensi menjadi kunci dalam proses pendampingan, baik oleh tenaga pendidik maupun orang tua. Ia juga menyoroti pentingnya program kelas industri yang mulai diterapkan di sejumlah satuan pendidikan, termasuk sekolah luar biasa (SLB), guna membekali siswa dengan keterampilan menghadapi dunia kerja.

Pemkab Gresik berharap, melalui berbagai langkah tersebut, anak-anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh hak yang sama, mulai dari akses pendidikan hingga peluang kerja di masa depan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2

8 April 2026 - 10:59 WIB

Bantu Warga Jelang Lebaran, BKMS dan Tenant KEK JIIPE Sediakan 2.300 Paket Sembako Murah

12 Maret 2026 - 16:45 WIB

Kinerja Jajaran BPN Bali Diapresiasi, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Data Pertanahan

12 Maret 2026 - 16:14 WIB

Bupati Lepas Kampanye Zakat BAZNAS Gresik, 50 Sopir Angkot Dapat Bantuan

11 Maret 2026 - 10:01 WIB

Rakerda BPN Sumsel, Sekjen ATR/BPN Tekankan Tiga Instrumen Penting Kepemimpinan

7 Maret 2026 - 21:38 WIB

Trending di Pemerintahan