Menu

Mode Gelap
Sabet Juara di Ajang MTQ XXXII Kabupaten Gresik, MINU Tratee Putera Konsisten Cetak Generasi Qur’ani Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2 Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik

Pendidikan

INSIDA Gresik Siap Cetak Lulusannya Jadi Sociopreneur yang Islami

badge-check


					INSIDA Gresik Siap Cetak Lulusannya Jadi Sociopreneur yang Islami Perbesar

Bagikan

Gresik,inibaruberita.id- Institut Agama Islam Darut Taqwa (INSIDA) di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menggelar sarasehan Hari Santri Nasional (HSN) yang diikuti sebanyak 250 mahasiswa, Selasa (24/10).

 

Dengan tema ‘prepare your future with islamic sociopreneur‘ sarasehan ini menghadirkan tiga narasumber. Di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromain, Ketua DPP Perempuan HKTI Jawa Timur, Lia Istifhama, dan Trainer Nasional Erfand Rakhashiwy.

 

Rektor INSIDA Gresik Syifaul Qulub mengatakan, sarasehan HSN ini diselenggarakan sebagai refleksi para mahasiswa. Sebab, lulusan INSIDA diharapkan bisa menjadi SDM yang kelak memberi manfaat untuk lingkungannya.

 

“Forum ini sebagai penguatan nalar akademis mahasiswa agar mereka nantinya bisa menjadi lulusan yang punya jiwa enterpreneur kemudian bisa memberi manfaat untuk banyak orang,”kata Syifaul Qulub.

 

Sebagai kampus berbasis pesantren, pria yang akrab dipanggil Gus Afuk ini menambahkan, bahwa mental mahasiswanya harus disiapkan sejak dini di era disrupsi ini agar mereka nantinya mampu bersaing kompetitif saat memasuki era bonus demografi.

 

“Karena itu kami ambil tema ‘prepare your future with islamic sociopreneur‘ supaya mereka menyiapkan masa depannya. Mengingat saat ini era disrupsi, ada banyak persaingan karena bonus demografi,”jelasnya.

 

Afuk juga berharap, mahasiswa INSIDA harus mampu melakukan penjiwaan santri. Dengan begitu, mahasiswa bisa mengimplementasikan entrepreneurship yang sesuai dengan syariat islam. Kemudian mengembangkan ruang outcomenya agar jiwa usahanya bisa membentuk sebuah lingkungan yang islami.

 

“Seperti menjadi pengusaha yang tidak sekedar berorientasi pada profit, melainkan ada outcome yang bermanfaat untuk lingkungannya, dengan sendirinya itu sudah bernilai syar’i,”tegasnya.

 

Sementara salah satu Narsumb, Nurul Haromain yang juga istri Bupati Gresik ini menyemangati peserta bahwa santri tidak boleh hanya bisa mengaji, melainkan santri juga harus bisa mandiri secara ekonomi.

 

“Dengan bisa mandiri secara ekonomi tentunya bisa membantu lebih banyak orang. Seperti KH. Muzajjad dari Kajen, kabupaten Pati. Beliau menggarap sawah dengan memberdayakan dan memberi keuntungan bagi warga setempat, ini yang disebut islamic sociopreneur,”terang Nurul seusai presentasi. (ang/tfq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sabet Juara di Ajang MTQ XXXII Kabupaten Gresik, MINU Tratee Putera Konsisten Cetak Generasi Qur’ani

21 April 2026 - 02:24 WIB

Pupuk Kepedulian, UPT SMPN 1 Gresik Gelar Ramadan Fest, Bagikan 2.000 Takjil hingga Nuzulul Quran

7 Maret 2026 - 21:45 WIB

Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo

17 Januari 2026 - 13:19 WIB

PGRI Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-80 dengan Aksi Donor Darah Bersama Guru

27 November 2025 - 14:26 WIB

Dispendik Gresik Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Peringatan Hari Guru Nasional

27 November 2025 - 07:40 WIB

Trending di Pendidikan