PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Probolinggo menggelar konferensi kabupaten di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (6/7/2024).
Konferensi untuk memilih pengurus baru masa khidmat 2023-2028 ini mengambil tema “IGTKI-PGRI Menyongsong Masa Depan Organisasi Dalam Reformasi 5.0 Melalui Pemberdayaan Guru Taman Kanak-kanak yang Profesional dan Bermartabat”.

Kegiatan yang diikuti oleh pengurus IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo dan IGTKI-PGRI Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo Indah Rohani Dwijoko Nurjayadi, pengurus IGTKI-PGRI Provinsi Jawa Timur Wasianing, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim dan Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah.
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Abdul Hapi menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan kesinambungan roda organisasi IGTKI-PGRI berdasarkan aturan pada AD/ART IGTKI-PGRI. Selain itu sebagai pengkaderan personalia organisasi IGTKI-PGRI secara berkelanjutan.
“Pada konferensi IGTKI-PGRI akan memilih kepengurusan di periode 2023-2028. Mudah-mudahan pengurus yang terpilih nanti mampu membawa aspirasi teman-teman guru TK yang membawahi IGTKI lebih baik. Mudah-mudahan kesejahteraan teman-teman guru TK akan lebih meningkat,” ujarnya.

Hapi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh IGTKI-PGRI di Kabupaten Probolinggo.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman guru TK semua, terutama kepada pengurus IGTKI-PGRI yang selama ini bersama-sama membesarkan organisasi. Mohon maaf saya tidak bisa lanjut di IGTKI karena saya sudah tidak lagi menjadi guru TK. Saya mohon ijin keluar dari guru TK untuk mengajar di SD. Saya sudah 23 tahun mengajar di TK,” terangnya.
Sementara pengurus IGTKI-PGRI Provinsi Jawa Timur Wasianing mengharapkan IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo bisa mendapatkan pengurus yang lebih baik lagi dari pengurus sebelumnya yang sudah baik serta jujur dan amanah demi kemajuan Kabupaten Probolinggo.
“Perlu diketahui, karena pemilihan ini 5 tahun sekali, nantinya yang akan dipilih adalah 40% itu dari pengurus lama dan 60% dari pengurus yang baru. Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Hapi yang sudah naik posisinya dari TK ke SD,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus di IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2018-2023 yang telah bekerja profesional.
“Saya melihat sendiri, pengurus IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo luar biasa. Hal itu terlihat saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan kegiatan, peran IGTKI betul-betul terlihat. Bahkan mewarnai setiap kegiatan. Dalam konferensi ini, pilihkan orang-orang yang mau dan mampu mengurus organisasi. Mudah-mudahan pengurus baru minimal sama dengan sebelumnya,” katanya.
Joko menerangkan indeks pendidikan Kabupaten Probolinggo di Jawa Timur masih rendah. Ia meyakini guru TK tidak akan bangga dengan predikat di Kabupaten Probolinggo.
“Ayo ke depan kita harus smart dan membuat program ekstrim. Sebab kalau hanya normatif saja tidak bisa. Kita harus memperbaiki data, apalagi sekolah TK di Kabupaten Probolinggo ada di semua dusun. Ini akan mempermudah dalam mendata anak usia sekolah dan jangan sampai usia sekolah tidak sekolah. Jangan tidak sekolah dengan alasan apapun,” jelasnya.

Menurut Joko, salah satu program ekstrim ini bagaimana lembaga sekolah itu harus memberikan daya tarik supaya orang tua tertarik dan anaknya mau bersekolah. Semua harus merubah ikon sekolah menyesuaikan keinginan wali murid. “Ketika kita merubah sesuai pangsa pasar sekarang, maka lembaganya akan menjadi destinasi dari wali murid,” terangnya.
Joko meyakini kepengurusan IGTKI akan membawa dampak kepada guru TK yang tersebar di Kabupaten Probolinggo. “Guru itu jangan hanya dijadikan tempat bekerja untuk mencari mata pencarian. Guru ini jadikan sebagai profesi. Kalau menjadi profesi itu akan ada panggilan hati untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad







