Menu

Mode Gelap
Sabet Juara di Ajang MTQ XXXII Kabupaten Gresik, MINU Tratee Putera Konsisten Cetak Generasi Qur’ani Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2 Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik

Pemerintahan

Diperta Gelar Bimtek Peningkatan Kualitas Bahan Baku Tembakau Melalui GHP

badge-check


					Diperta Gelar Bimtek Peningkatan Kualitas Bahan Baku Tembakau Melalui GHP Perbesar

Bagikan

 

 

PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kualitas bahan baku tembakau melalui Good Handling Practices (GHP) di Ridho Resort Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, Senin dan Selasa (22-23/7/2024).

 

Kegiatan yang dibuka oleh Pelaksana (Plt) Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi ini diikuti oleh 100 orang petani/buruh tani dari 14 kecamatan potensi tembakau di Kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan selama 2 hari dengan peserta 50 orang per hari.

Hari pertama diikuti petani dari 7 kecamatan meliputi Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Gadung, Krejengan, Besuk dan Kraksaan serta hari kedua diikuti petani 7 kecamatan meliputi Pajarakan, Maron, Kuripan, Bantaran, Wonomerto, Lumbang dan Sukapura. Mereka didampingi oleh JF Penyuluh Pertanian Ahli Muda Diperta Kabupaten Probolinggo Febti Suryani dan 14 Koordinator PPL.

 

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi exciting luas panen tembakau di Kabupaten Probolinggo dan permasalahannya, pengenalan dan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG), potensi serapan tembakau Paiton serta penanganan panen dan pasca panen tembakau oleh Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah, Pengelola Gudang Sistem Resi Gudang Prabowo, Mitra Djarum Muhammad Arif serta Ketua Asosiasi Petani Tembakau (APTI) Kabupaten Probolinggo Mudzakkir.

Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas dan petani/buruh tani tembakau dalam hal penanganan panen dan pasca panen tembakau agar kualitas tembakau yang dihasilkan petani sesuai dengan standar pasar/pabrikan sehingga mampu mengurangi kerugian petani tembakau dan meningkatkan nilai jual tembakau yang dihasilkannya. “Manfaatnya meningkatkan kualitas dan keamanan produk, meminimalkan kerugian pasca panen dan meningkatkan daya saing produk di pasar,” ungkapnya.

 

Menurut Faiq, permasalahan agribisnis tembakau belum sesuainya mutu, jumlah dan harga tembakau; belum dilaksanakannya Good Agriculture Practices (GAP) dan GHP dengan baik; transfer teknologi ke Tingkat petani belum optimal serta belum optimalnya kemitraan usaha antara petani dengan Perusahaan pengelola/pabrik rokok.

 

“Selain itu, belum semua petani memperhatikan informasi perubahan iklim dan cuaca; perencanaan produksi oleh pabrik rokok belum sesuai dengan luas areal yang ditanam oleh petani; petani masih sulit mengakses dana/kredit berbunga rendah baik untuk modal kerja/usaha tani maupun untuk dana investasi seperti alih teknologi alat serta rantai pemasaran masih relatif panjang terutama usaha tani tembakau tanpa kemitraan,” jelasnya.

Sementara Plt Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi mengatakan tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Probolinggoo. Pada tahun 2023, luas areal tanam tembakau Paiton VO seluas 10.392 hektar dengan total produksi 15.841,65 ton. Sedangkan luas areal tanam tembakau Jawa seluas 1.120 hektar dengan total produksi 583 ton dan untuk luas areal tanam tembakau Kasturi seluas 47 hektar dengan total produksi 51,70 ton.

 

“Permasalahan utama pada usaha tani tembakau selain budidaya adalah pemasaran. Pemasaran tembakau (terutama tembakau Paiton VO) sangat dipengaruhi oleh kebutuhan industri rokok baik kuantitas maupun kualitasnya. Perlu adanya penanganan pasca panen tembakau yang baik agar dapat memenuhi standar pabrikan pada saat musim hujan,” katanya.

Reporter : Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2

8 April 2026 - 10:59 WIB

Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak

2 April 2026 - 18:33 WIB

Bantu Warga Jelang Lebaran, BKMS dan Tenant KEK JIIPE Sediakan 2.300 Paket Sembako Murah

12 Maret 2026 - 16:45 WIB

Kinerja Jajaran BPN Bali Diapresiasi, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Data Pertanahan

12 Maret 2026 - 16:14 WIB

Bupati Lepas Kampanye Zakat BAZNAS Gresik, 50 Sopir Angkot Dapat Bantuan

11 Maret 2026 - 10:01 WIB

Trending di Pemerintahan