Menu

Mode Gelap
Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan Diduga Oknum Penyidik Polres Probolinggo Tidak Profesional Dinilai Merendahkan Profesi LBH Final Golkar Cup 2026 di Batur Meriah, Sepak Bola Dorong Semangat Kebersamaan dan UMKM Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

Pemerintahan

Cegah Banjir Dan Tanah Longsor, Dinas PUTR Lumajang Lakukan Gugur Gunung di Dam Rakinten

badge-check


					Cegah Banjir Dan Tanah Longsor, Dinas PUTR Lumajang Lakukan Gugur Gunung di Dam Rakinten Perbesar

 

LUMAJANG, IniBaruBerita.id – Memasuki musim hujan, Dinas Pekerjaan umum dan tata ruang ( PUTR ) Lumajang, bersama pemerintah Desa Tukum dan Pemerintah Kecamatan Tekung. melakukan normalisasi sungai di Dam Rakinten, Desa Tukum dengan cara gugur gunung, Rabu (20/11/24)

Menurut Joko Heri Prasetyo, pelaksana tugas bidang sumber daya air, dinas pekerjaan umum dan tata ruang Lumajang. Kegiatan ini dilakukan sudah masuk periode ke 5 dan untuk di Dam Rakinten ini, petugas melakukan normalisasi sepanjang 800 meter. Dengan cara gotong royong.

“Gugur gunung ini merupakan kegiatan rutin petugas pekerjaan umum dan tata ruang, bersama kelompok himpunan petani pemakai air dan pemerintah di wilayah masing-masing” ucap Joko PLT Kabid SDA Dinas PUTR Lumajang.

Normalisasi di dam rakinten yang dilakukan dengan cara gugur gunung ini, diharapkan bisa memupuk rasa gotong royong antar Pemerintah Desa hingga Pemerintah Kabupaten dan masyarakat. Serta sekaligus diharapkan bisa mencegah terjadinya banjir, tanah longsor dan memperlancar air ke are pertanian warga.

“Jaringan irigasi rakinten ini mengairi 190 hektar yang berada di 3 desa. Desa Tukum, Desa Denok dan Desa Wonokerto Kecamatan Tekung, kami disini menggelorakan semangat gotong royong antara pemerintah dengan pemerintah Desa, kecamatan, maupun kelompok hippa dan petani untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, gotong royong dan rasa memiliki terkait dengan insfratruktur jaringan irigasi” pungkas Joko. (Ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9

9 September 2026 - 13:38 WIB

SILPA Tinggi dan BTT Hampir Habis, Pemkab Probolinggo Berjanji Benahi Pengelolaan APBD

3 September 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Curah Bubur Ditutup Total, DPRD Probolinggo Soroti Keselamatan Warga di Jalur Alternatif

3 September 2026 - 03:05 WIB

Trending di Pemerintahan