PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id — Penutupan total Jembatan Curah Bubur yang menjadi akses penghubung Kecamatan Tegal Siwalan dan Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena jembatan merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas warga di kedua wilayah.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat harus menggunakan sejumlah jalur alternatif untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Mulai dari perjalanan menuju sekolah dan tempat kerja, kegiatan perekonomian, hingga distribusi hasil pertanian, semuanya turut bergantung pada kondisi akses pengganti yang tersedia.
Melihat kondisi tersebut, dua anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Arif Hidayat atau Cak Dayat dan Fery Gita Rahayu, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah jalur alternatif yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
Dari hasil peninjauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian dan pembenahan. Kondisi permukaan jalan, minimnya penerangan, serta terbatasnya papan penunjuk arah menjadi beberapa persoalan yang dinilai perlu segera ditangani.
Tidak hanya itu, keduanya juga menemukan jalur yang digunakan pejalan kaki di bawah jembatan dengan kondisi medan cukup terjal dan berdebu. Jalur tersebut dinilai membutuhkan penanganan agar masyarakat, khususnya pelajar dan warga yang berjalan kaki, dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.
Persoalan akses tersebut dinilai tidak bisa dipandang semata sebagai dampak sementara pembangunan. Sebab, selama jembatan belum dapat digunakan kembali, jalur alternatif menjadi tumpuan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Usai melakukan peninjauan, Cak Dayat dan Fery Gita Rahayu kemudian melakukan koordinasi bersama pihak kontraktor serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo. Sejumlah temuan di lapangan disampaikan untuk menjadi bahan evaluasi sekaligus mencari solusi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan secara layak.
Cak Dayat menegaskan, pembangunan Jembatan Curah Bubur merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan konektivitas dan infrastruktur daerah. Karena itu, pihaknya memberikan dukungan terhadap proses pembangunan tersebut.
Namun demikian, dukungan terhadap pembangunan, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
«“Pembangunan jembatan tentu kita dukung. Tetapi keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama proses pembangunan harus tetap menjadi prioritas. Pembangunan bukan hanya tentang bagaimana jembatan selesai, tetapi juga bagaimana masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman dan layak selama proses itu berlangsung,” tegas Cak Dayat.»
Ia berharap pihak pelaksana bersama pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jalur alternatif, terutama pada titik yang membutuhkan perbaikan, penerangan maupun pemasangan rambu dan papan petunjuk arah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pada hakikatnya bukan hanya menghasilkan bangunan fisik yang kokoh, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses yang aman selama proses pembangunan berjalan.
Dengan adanya koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah dan kontraktor, diharapkan berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Sehingga pembangunan Jembatan Curah Bubur dapat berjalan lancar, sementara kebutuhan masyarakat tetap terakomodasi hingga jembatan tersebut nantinya kembali dapat digunakan.
Pembangunan boleh berjalan, tetapi keselamatan dan kepentingan masyarakat tidak boleh tertinggal.***







