Menu

Mode Gelap
Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9 Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

Pemerintahan

Perhutani Bondowoso Salurkan TJSL untuk Pembangunan Mushola

badge-check


					Perhutani Bondowoso Salurkan TJSL untuk Pembangunan Mushola Perbesar

BONDOWOSO, Inibaruberita.id – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, Perhutani menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung percepatan pembangunan Mushola Al-Hidayah sekaligus penguatan sarana Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Bantuan diserahkan pada Jumat (28/11) di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Keuangan, SDM Umum dan Sarpra KPH Bondowoso, Heddy Shita Fraksna Srimintarti Dewi, didampingi Kasi Produksi dan Ekowisata Sugianto, KSS SDM dan Umum Dwi Cahyani, serta Asper Panarukan Thofik Imam Hidayat.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso melalui Heddy menyampaikan bahwa penguatan pendidikan keagamaan merupakan langkah strategis untuk membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan peduli lingkungan.

“Pendidikan spiritual sejak dini akan membentuk habitus sosial yang berlandaskan moralitas dan kepedulian ekologis. Kami berharap bantuan TJSL ini dapat memperkuat akhlak dan kesadaran lingkungan anak-anak di sekitar hutan,” ujarnya.

Heddy menambahkan bahwa program TJSL bukan hanya bersifat bantuan material, tetapi memiliki multiplier effect terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan hutan. Integrasi nilai religius dan pendidikan lingkungan diyakini mampu menumbuhkan etika ekologis yang berkelanjutan.

Sementara itu, Mastik, pengasuh Mushola Al-Hidayah, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Perhutani Bondowoso yang dianggap sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Bantuan ini sangat berarti bagi pengembangan fasilitas pendidikan dan kegiatan religius anak-anak. Kami akan memaksimalkan penggunaannya demi memperkuat dimensi spiritual sekaligus kesadaran ekologis mereka,” tuturnya.

Melalui program ini, Perhutani KPH Bondowoso menegaskan perannya sebagai agent of sustainability, yaitu institusi pengelola hutan yang tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan sosial-edukatif serta penguatan harmoni manusia dan lingkungan.

(Kom-PHT/Bdw/Mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9

9 September 2026 - 13:38 WIB

SILPA Tinggi dan BTT Hampir Habis, Pemkab Probolinggo Berjanji Benahi Pengelolaan APBD

3 September 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Curah Bubur Ditutup Total, DPRD Probolinggo Soroti Keselamatan Warga di Jalur Alternatif

3 September 2026 - 03:05 WIB

Trending di Pemerintahan