Menu

Mode Gelap
Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9 Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

Pemerintahan

Bupati Gresik Dorong Warga Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis Sejak Dini Tanpa Perlu Tunggu Sakit

badge-check


					Bupati Gresik Dorong Warga Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis Sejak Dini Tanpa Perlu Tunggu Sakit Perbesar

Gresik – Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) menggelar Forum Kolaborasi dan Dialog Publik bertema “Deteksi Dini untuk Selamatkan Generasi” di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Jumat (5/12/2025). Acara yang dihadiri para Kepala Puskesmas se-Gresik ini mengangkat peran media massa dalam menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih aktif memeriksakan kesehatan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang hadir sebagai narasumber dialog menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat bahwa layanan kesehatan tidak hanya digunakan ketika sakit. Ia menyampaikan bahwa arahan Menteri Kesehatan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan puskesmas sebagai fasilitas pelayanan publik yang terjangkau.

“Pemeriksaan kesehatan dasar harus menjadi langkah pencegahan. Jangan menunggu sakit untuk datang ke puskesmas. Ini konsep yang perlu terus diinformasikan ke masyarakat,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani.

Menurut Bupati, masih banyak warga yang mengira pemeriksaan di puskesmas memerlukan biaya, padahal layanan dasar dapat diakses secara gratis. Karena itu, ia meminta seluruh puskesmas memberikan layanan yang cepat dan responsif.

“Kalau ada warga sakit, Kepala Puskesmas harus bijak, layani dulu. Dari tingkat satu ke tingkat tiga, kelas tiga sudah ditanggung UHC. Masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya kebijakan Universal Health Coverage (UHC) dalam memberikan jaminan layanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pembatasan layanan tertentu di rumah sakit kerap terjadi karena aturan pusat yang mewajibkan proses rujukan berjenjang melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Saat ini masih terdapat tiga puskesmas di Gresik yang belum memiliki fasilitas rawat inap. Jika seluruhnya sudah lengkap, pelayanan dapat berlangsung 24 jam.“Gresik adalah kota industri, jadi pelayanan kesehatan 24 jam itu wajib,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Bupati kembali menyoroti program prioritas Kementerian Kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) terkait pemeriksaan kesehatan masyarakat secara gratis setahun sekali. Ia meminta seluruh jajaran puskesmas aktif turun ke lapangan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Cek gratis setahun sekali, kontrol, dan terus cek kesehatan warga butuh keaktifan. Artinya Puskesmas harus turun ke bawah, keliling RT RW dan Desa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KWG, Miftahul Arif menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang layanan kesehatan.

“Alhamdulillah hari ini KWG bersama Dinas Kesehatan berkolaborasi menghadirkan Pak Bupati, Polres, dan Kejaksaan Gresik karena semua punya keterkaitan dalam rangka menyadarkan sehat masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap dialog publik ini memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendorong mereka lebih berani memanfaatkan layanan kesehatan sejak dini.

“Masih banyak warga yang takut cek kesehatan. Kami ingin melalui acara ini masyarakat tidak takut lagi, dan Dinas Kesehatan semakin proaktif menolong warga yang membutuhkan. Kalau dari celah hukum bisa bersinergi dengan polres dan kejaksaan, yang kesehatan warga yang utama,” katanya.

Acara ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan media untuk memperkuat edukasi ke masyarakat tentang pentingnya deteksi dini sebagai upaya menyelamatkan generasi dan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat Gresik.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9

9 September 2026 - 13:38 WIB

SILPA Tinggi dan BTT Hampir Habis, Pemkab Probolinggo Berjanji Benahi Pengelolaan APBD

3 September 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Curah Bubur Ditutup Total, DPRD Probolinggo Soroti Keselamatan Warga di Jalur Alternatif

3 September 2026 - 03:05 WIB

Trending di Pemerintahan