PROBOLINGGO, IniBaruBerita.id – Suasana Alun-Alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mendadak semarak saat gelaran SAE Carnival 2026 berlangsung. Ribuan pasang mata menyaksikan parade penuh warna yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karnaval tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi panggung untuk menunjukkan kreativitas, seni, budaya, dan keberagaman masyarakat Kabupaten Probolinggo. Berbagai kontingen tampil dengan konsep dan kostum yang beragam, sehingga sepanjang jalur karnaval dipenuhi kemeriahan dan antusiasme warga.

Salah satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian adalah kontingen Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Probolinggo. Membawa tema legenda Nusantara Cindelaras, tim Setwan menyuguhkan pertunjukan teatrikal berjalan yang dikemas secara kreatif dan atraktif.
Bukan sekadar berjalan dalam barisan, para peserta tampil seolah membawa penonton masuk ke dalam dunia Cindelaras. Kostum-kostum megah dengan perpaduan kain tradisional dan ornamen yang detail memperkuat karakter kerajaan, kehidupan hutan, serta nuansa magis yang menjadi bagian dari cerita.
Kreativitas tersebut semakin hidup melalui ekspresi, gerakan, dan penataan karakter yang ditampilkan para peserta. Penonton pun terlihat antusias menikmati setiap bagian pertunjukan yang melintas di hadapan mereka.

Sekretaris DPRD Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerja keras dan kekompakan seluruh tim yang terlibat dalam SAE Carnival 2026.
“Kisah Cindelaras kami pilih karena membawa pesan moral yang sangat relevan dan kuat, yakni tentang kebenaran yang pada akhirnya akan selalu terungkap, serta ketangguhan untuk memperjuangkan hak,” ujar Yulius.
Menurut Yulius, pemilihan kisah Cindelaras bukan semata-mata untuk mengejar kemeriahan dalam karnaval. Di balik pertunjukan tersebut terdapat pesan tentang pentingnya keberanian, keteguhan dalam menghadapi cobaan, serta keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.
Melalui SAE Carnival 2026, Setwan Kabupaten Probolinggo juga ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan masyarakat. Cerita rakyat yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui berbagai bentuk pertunjukan.
Kemeriahan SAE Carnival 2026 akhirnya menjadi gambaran semangat masyarakat dalam merayakan kemerdekaan. Kreativitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya berpadu menjadi satu dalam sebuah perayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan positif bagi masyarakat.
Penampilan Setwan Kabupaten Probolinggo dengan legenda Cindelaras pun menjadi salah satu warna tersendiri dalam perhelatan karnaval tersebut—membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui seni, budaya, kreativitas, dan kebersamaan.***







