Menu

Mode Gelap
Diduga Oknum Penyidik Polres Probolinggo Tidak Profesional Dinilai Merendahkan Profesi LBH Final Golkar Cup 2026 di Batur Meriah, Sepak Bola Dorong Semangat Kebersamaan dan UMKM Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

Politik

Al-Hassanah Foundation Tegaskan, Kalau Megawati Kartini Politik Pilpres 2024

badge-check


					Al-Hassanah Foundation Tegaskan, Kalau Megawati Kartini Politik Pilpres 2024 Perbesar

PROBOLINGGO, inibaruberita.id – Pengumuman Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden dari PDIP Perjuangan pada Jumat 21 April 2023 siang oleh Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuat kejutan terhadap peta politik.

Megawati, yang menurut kabar meminta sendiri pengumuman tersebut, mengesankan banyak orang. Pilihan momentum Hari Kartini dan perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah merupakan pilihan waktu atau momentum yang sangat bernilai politik. Gaung pencapresan Ganjar sangat kuat dan menjadi modal bargaining politik bagi PDIP terhadap koalisi dan partai politik lain.

Manuver Megawati Soekarnoputri ini, menurut Najib Salim Attamimi, sangat cerdas secara politik. “Ini bukti Megawati punya kelas tersendiri dan memiliki kecerdasan politik yang tinggi,” jelas Founder Al Hassanah Foundation Najib Salim Attamimi.

Tindakan Mega ini menjadi pembeda dirinya dengan Ketua Umum partai politik yang lain. Putri Bung Karno ini seperti ingin menunjukkan ke publik, inilah dirinya ketua partai politik terbesar pemenang pemilu, yang tentu memiliki jam terbang, kompetensi dan intuisi politik telah teruji.

Mega, kata Najib, menjaga komitmen dan bersikap konsisten melaksanakan amanah Kongres PDI Perjuangan yang memberinya hak prerogatif menunjuk calon presiden PDI Perjuangan. Mega terkesan seperti disalip atau momentumnya direbut oleh partai atau koalisi partai yang ingin menangguk dukungan rakyat dalam pileg dan pilpres 2024.

“Mega tidak mau dipaksa, dia juga tidak mau ikut-ikutan seperti ketua umum partai-partai lain,” kata Najib yang juga lama berkiprah di dunia politik.

PDI Perjuangan memang memiliki mekanisme yang berbeda dengan partai-partai lain dalam menentukan calon presiden. Perjalanan atau proses penggodokan capres ini sendiri berlangsung sangat lama di partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut.

Proses ini dijaga kualitasnya oleh Mega dengan mendengarkan aspirasi dan memeriksa dukungan berbagai pihak. Najib menilai pilihan Mega menjatuhkan pengumuman bertepatan dengan hari Kartini berhasil mengecoh lawan-lawan poltiknya.

Momentum Hari Kartini yang selalu diperingati tiap tahun namun ‘kosong’ peringatan tahun ini karena berimpitan dengan Idul Fitri kemudian dimanfaatkan untuk menyampaikan ‘pesan politik’.

Semula karena terkait dengan emansipasi atau pembebasan kaum wanita, banyak pihak menduga Mega akan mengumumkan Puan Maharani. Ternyata Mega mengumumkan Ganjar Pranowo. “Inilah kejutan Hari Kartini dari Mega,” jelas Najib.

Keputusan pengumuman pencapresan Ganjar Pranowo sendiri dikabarkan diminta Mega sehari sebelum diumumkan di Istana Batu Tulis. Cepatnya proses ini menutup ruang spekulasi politik yang berlebihan dan tidak produktif.

Pencapresan Ganjar Pranowo, kader internal PDI Perjuangan dalam sebuah momentum politik yang tepat ini, menurut Najib menunjukkan bahwa peran dan posisi politik Megawati. “Jadi Megawatilah Kartini politik kita hari ini,” tegasnya. (dyn/fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

4 September 2026 - 07:32 WIB

DPRD Kabupaten Probolinggo Gelar RDP, Telusuri Dugaan Kejanggalan Dana PIP SDN 2 Sokaan

21 Agustus 2026 - 16:03 WIB

DPR RI Minta Penataan PPPK Tak Mengabaikan Guru Madrasah Swasta

21 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Fotonya Mendadak Viral Jadi Cabup Gresik, H. Nadlir Akhirnya Buka Suara hingga Sebut Bupati Gus Yani

16 Juni 2026 - 02:34 WIB

Wisman Naik di Tengah Tekanan Global, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Sektor Domestik

5 Juni 2026 - 12:51 WIB

Trending di Politik