Menu

Mode Gelap
Tanggal 9 Besok Terakhir! BPPKAD Gresik Ajak Masyarakat Manfaatkan Bebas Denda dan Diskon PBB-P2 Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Polisi Tutup Jalur Madakaripura Probolinggo Usai Insiden Jembatan Putus Wilmar Nabati Indonesia Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan 19.640 Kg Sembako untuk Masyarakat Gresik Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Joyfull Ramadhan dan Selasar Hangat, Kemenag Gresik Bagikan 720 Bingkisan

Pendidikan

Abaikan SE Kemenag, MAN 1 Gresik Tetap Gelar Tasyakuran Kelulusan dengan Iuran Siswa Jutaan Rupiah

badge-check


					Abaikan SE Kemenag, MAN 1 Gresik Tetap Gelar Tasyakuran Kelulusan dengan Iuran Siswa Jutaan Rupiah Perbesar

Bagikan

Foto : Prosesi Tasyakuran Kelulusan Siswa kelas XII Tahun Ajaran 2024/2025 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik.

 

Gresik – Tasyakuran kelulusan siswa kelas XII Tahun Ajaran 2024/2025 yang digelar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik berlangsung meriah. Ribuan peserta mulai guru, siswa-siswi, serta para tamu undangan termasuk jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bungah hadir memadati halaman sekolah setempat.

Informasi yang dihimpun, tasyakuran kelulusan siswa yang digelar megah dengan diisi serangkaian acara tersebut menelan biaya cukup fantastis. Kabarnya masing-masing orang tua murid diminta membayar iuran mencapai jutaan rupiah dengan dalih untuk sejumlah kebutuhan, salah satunya untuk biaya tasyakuran.

“Bayarnya 1.270.000, tapi itu ada rincian lainnya,” kata salah satu Siswa MAN 1 Gresik peserta tasyakuran yang enggan disebut identitasnya, Rabu (14/2025).

Kepala Sekolah MAN 1 Gresik Muhari melalui Seksi Humas As’ad mengungkapkan, nominal pembayaran telah disepakati sebelumnya melalui rapat wali murid dan komite. Meski sebagian orang tua murid keberatan dengan adanya iuran atau dana tambahan untuk biaya tasyakuran.

“Bahwa adanya uang dari wali murid sudah merupakan kesepakatan dari wali murid dan komite,” ujarnya.

Ia menyebut, total ada 418 siswa kelas XII yang lulus Tahun Ajaran 2024/2025. Namun bagi orang tua murid yang tidak sepakat nominal iuran yang telah disepakati dengan alasan keberatan, mereka tidak mengikuti tasyakuran.

“Tidak semua wali murid dari 418 siswa ini setuju dengan adanya tambahan dana sebesar 1.270.000. Namun sesuai kesepakatan terbanyak yaitu 95% dari wali murid siswa setuju. Sedangkan 5% tidak setuju,” terang As’ad.

As’ad menerangkan bahwa jika tasyakuran kelulusan siswa kelas XII MAN 1 Gresik Tahun Ajaran 2024/2025 tidak diselenggarakan, pihak sekolah khawatir siswa-siswi justru menyelenggarakan acara di tempat lain seperti hotel tanpa persetujuan sekolah, bahkan menyalahi aturan yang berlaku.

“Ada kekhawatiran jika siswa melakukan perpisahan sendiri di hotel dengan cara yang tidak baik,” tandas dia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Pardi mengaku telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada pihak sekolah agar tidak menarik biaya untuk kegiatan Tasyakuran maupun Pembinaan Kelulusan Siswa yang dapat memberatkan orang tua murid.

“Kemenag tidak berkaitan dengan anggaran dan sudah kami berikan edaran tidak boleh ada dana yang memberatkan,” tegasnya.

Pardi tidak menampik bahwa Kemenag tidak melarang pihak sekolah di bawah naungannya untuk menggelar tasyakuran dan pembinaan. Namun dengan catatan sudah mendapat persetujuan melalui rapat wali murid dan komite, serta tidak ada biaya yang memberatkan.

“Mereka (panitia tasyakuran MAN 1 Gresik, red) sudah mendapat persetujuan melalui rapat wali murid. Kami berpegangan pada aturan dari atasnya,” jelasnya.

Sebagai informasi, Tasyakuran kelulusan siswa kelas XII Tahun Ajaran 2024/2025 yang digelar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik belakangan menuai pro dan kontra dan viral dalam unggahan di postingan akun media sosial (Medsos) Facebook. Berbagai kalangan berkomentar dan tidak sedikit yang menganggap acara tersebut sekedar seremonial sekaligus hanya menambah beban biaya orang tua murid.

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pupuk Kepedulian, UPT SMPN 1 Gresik Gelar Ramadan Fest, Bagikan 2.000 Takjil hingga Nuzulul Quran

7 Maret 2026 - 21:45 WIB

Mahasiswa KKN UTM Inovasikan Limbah Plastik LDPE Jadi Paving Block di Desa Manyarejo

17 Januari 2026 - 13:19 WIB

PGRI Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT ke-80 dengan Aksi Donor Darah Bersama Guru

27 November 2025 - 14:26 WIB

Dispendik Gresik Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Peringatan Hari Guru Nasional

27 November 2025 - 07:40 WIB

Peringati Hari Guru Nasional, Ketua PGRI Gresik: Guru Harus Tingkatkan Kompetensi di Era Digital

26 November 2025 - 23:09 WIB

Trending di Pendidikan