Menu

Mode Gelap
Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9 Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Semarak, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

Pemerintahan

Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan Tegaskan Dukungan Penyediaan Lahan untuk Sekolah Terintegrasi

badge-check


					Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan Tegaskan Dukungan Penyediaan Lahan untuk Sekolah Terintegrasi Perbesar

Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan menegaskan komitmen Kementerian ATR/BPN dalam mendukung pembangunan Sekolah Terintegrasi sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN), khususnya dari sisi penyediaan tanah dan penataan ruang.

Hal itu disampaikan Ossy Dermawan dalam Rapat Tingkat Menteri Pembangunan Sekolah Terintegrasi yang digelar di Ruang Rapat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (29/1/2026).

“Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tentu kami dukung penuh, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tanah dan pengaturan ruangnya,” kata Ossy dalam rapat yang dihadiri para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, baik secara luring maupun daring.

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan sekolah terintegrasi akan lebih mudah dilakukan apabila lahan telah tersedia, baik dari pemerintah daerah maupun dari aset negara seperti BUMN dan BUMD. Menurutnya, ATR/BPN akan berperan pada tahapan verifikasi status tanah hingga penerbitan sertifikat.

“Jika tanah sudah tersedia, tugas kami melakukan verifikasi kepemilikan, memastikan legalitas, dilanjutkan pengukuran, pendaftaran, dan penerbitan sertipikat,” ujarnya.

Ossy juga membuka peluang pemanfaatan aset negara, termasuk bekas lahan perkebunan dan tanah telantar, dengan penyesuaian tata ruang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemanfaatan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah yang memungkinkan penggunaan tanah untuk kepentingan umum, termasuk pendidikan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pembangunan Sekolah Terintegrasi tidak mengorbankan lahan pertanian produktif. “Sebisa mungkin tidak menyasar sawah atau lahan pertanian, karena pengendalian alih fungsi lahan menjadi perhatian Presiden,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kementerian ATR/BPN siap bersinergi dengan Kemenko PMK dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung pengadaan tanah hingga sertipikasi lokasi sekolah terintegrasi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan pentingnya kepastian status lahan agar percepatan pembangunan tidak terhambat.

“Kami berkomitmen mendukung percepatan realisasi program ini, mulai dari penyiapan lahan, regulasi, hingga dukungan anggaran agar penugasan Presiden segera terlaksana,” ujarnya.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9

9 September 2026 - 13:38 WIB

SILPA Tinggi dan BTT Hampir Habis, Pemkab Probolinggo Berjanji Benahi Pengelolaan APBD

3 September 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Curah Bubur Ditutup Total, DPRD Probolinggo Soroti Keselamatan Warga di Jalur Alternatif

3 September 2026 - 03:05 WIB

Trending di Pemerintahan