Menu ✖

Mode Gelap
Air PDAM Kembali Mengalir di Malasan Wetan, Warga Apresiasi Pengawalan Komisi II DPRD Probolinggo 7 OPD Pemkab Probolinggo Transaksikan Rp691 Juta ke Satu Penyedia, Pengadaan Jadi Sorotan JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah, Alfiana Firda Afnaini Salurkan Bak Sampah ke Lima Desa Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo

Pendidikan

Dibuka Kadispendik Gresik, Peringatan Hari Anak Sedunia Gelar Bedah Buku hingga Edukasi Anti-Bullying

badge-check


					Dibuka Kadispendik Gresik, Peringatan Hari Anak Sedunia Gelar Bedah Buku hingga Edukasi Anti-Bullying Perbesar

Gresik — Peringatan Hari Anak Sedunia di Gressmall Gresik berubah menjadi ruang penuh inspirasi, kreativitas, dan edukasi ketika Media Cahaya Pena menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung dunia anak.

Mulai dari bedah buku karya pelajar, sosialisasi pencegahan kekerasan dan bullying, hingga pameran lukisan, semua dirancang untuk mengingatkan publik bahwa suara dan hak anak harus dilindungi dan difasilitasi.

Acara yang berlangsung dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Dr. S. Hariyanto, serta dihadiri pejabat Cabang Dispendik Gresik Propinsi Jawa Timur, Mardiyanto, Dinas KBPPPA, Reni dan Budayawan Gresik Kris Aji, memperkuat pesan bahwa Hari Anak Sedunia bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat peran seluruh pihak dalam perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Kadispendik S. Hariyanto menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Sedunia harus menjadi pengingat bahwa anak memiliki empat hak dasar yang wajib dipenuhi, hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang, dan partisipasi.

“Empat hak anak ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama orang tua dan lingkungan,” ujar Hariyanto.

Ia juga menyoroti pentingnya memastikan sekolah menjadi ruang aman bagi anak. Program anti kekerasan dan anti bullying yang kini diterapkan di seluruh sekolah di Gresik menjadi bentuk nyata upaya perlindungan tersebut.

Pimpinan Redaksi Media Cahaya Pena, M. Sholeh, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmennya dalam memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan literasi anak menuju Indonesia Emas 2045. Anak-anak perlu diberikan ruang berkarya, sekaligus pemahaman tentang bahaya kekerasan dan bullying di sekolah,” ujarnya.

Media Cahaya Pena tidak hanya mengajak anak-anak berkarya melalui buku dan karya seni, tetapi juga menghadirkan edukasi yang relevan dengan tantangan anak masa kini.

Ini menunjukkan bahwa literasi tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada pemahaman emosional, sosial, serta keberanian menyuarakan hak-hak diri.

Salah satu nilai penting dalam kegiatan ini adalah keterlibatan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Media Cahaya Pena menilai inklusivitas harus menjadi bagian dari pendidikan dan ruang sosial.

“Keberadaan mereka tidak boleh disepelekan,” tegas M. Sholeh.

Partisipasi ABK dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semua anak tanpa kecuali memiliki hak yang sama untuk berkarya, didengar, dan dihargai.

Tidak hanya penuh edukasi dan kreativitas, acara ini juga dilengkapi berbagai layanan publik:

Dispendukcapil layanan cetak KTP dan KK. Dinkes, cek kesehatan gratis, DPMPTS, Layanan Perijinan NIB, dan UPT Layanan Pendidikan ABK, konsultasi penanganan anak disabilitas.

Kehadiran layanan ini membuat peringatan Hari Anak Sedunia semakin relevan bukan hanya merayakan anak, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi keluarga.

Melalui kegiatan ini, Media Cahaya Pena menunjukkan bahwa literasi adalah cara paling manusiawi untuk menjaga masa depan anak. Dengan membaca, menulis, berkarya, memahami hak diri, dan mendapat dukungan lingkungan, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, kritis, dan berani menyuarakan kebenaran.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo

4 November 2026 - 11:12 WIB

DPRD Kabupaten Probolinggo Dorong Penguatan Literasi, Perjuangkan Bantuan Buku untuk 98 Perpustakaan

29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

AMPP Soroti Proyek Sekolah Rp1,15 Miliar Belum Terealisasi, Desak Bupati Evaluasi Kadis Dikdaya

16 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Lewat ORASI, Siswa UPT SMPN 1 Gresik Belajar Bisnis hingga Profesi Kesehatan

15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Program Revitalisasi KB Ihyaul Islam Prasi Disorot, Pihak Sekolah Sayangkan Framing Berlebihan

9 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Trending di Kebudayaan