Menu ✖

Mode Gelap
Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan Diduga Oknum Penyidik Polres Probolinggo Tidak Profesional Dinilai Merendahkan Profesi LBH Final Golkar Cup 2026 di Batur Meriah, Sepak Bola Dorong Semangat Kebersamaan dan UMKM Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

Pemerintahan

Wujudkan Ketersediaan Pangan Warga, Pemerintah Desa Randupadangan Gresik Buat Lumbung Pangan

badge-check


					Wujudkan Ketersediaan Pangan Warga, Pemerintah Desa Randupadangan Gresik Buat Lumbung Pangan Perbesar

 

GRESIK, IniBaruBerita.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Randupadangan, Kec. Menganti, Kab. Gresik menyadari ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. Untuk itu, melalui pembangunan “Lumbung Pangan Desa”, Pemdes Randupadangan mendukung terciptanya swasembada pangan bagi masyarakatnya.

Kepala Desa (Kades) Randupadangan, Anhar, Kamis (24/10/2024) menyampaikan bahwa, desanya memiliki potensi pertanian yang besar, khusunya penghasil padi. Komoditas ini sebagian juga dikirim ke daerah lain. Untuk itu, melalui Lumbung Pangan Desa, ia mengoptimalkan potensi pertanian tersebut untuk ketahanan pangan menjaga masyarakatnya.

“Makanya lumbung pangan sangat penting sekali karena menjadi kekuatan pangan desa, dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Anhar.

Sekadar diketahui, Lumbung Pangan Desa merupakan tempat penyimpanan stok bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Nantinya sangat berguna saat terjadi kekurangan bahan pangan seperti bencana alam.

Anhar menyampaikan, sebenarnya Lumbung Pangan Desa sudah lama digadang-gadang. Namun, pembangunannya baru terealisasi tahun 2024 ini, itupun baru tahap pertama. Tahap selanjutnya akan dilanjutkan tahun 2025 mendatang.

“Semoga tahun depan bisa selesai sehingga dapat difungsikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani,” imbuh Anhar didampingi Sekretaris Desa Randupadangan Samsul Arif.

Anhar menyebut, Lumbung Pangan Desa bukan hanya sebagai tempat penyimpanan bahan saja, juga sebagai distribusi bahan pangan pokok yang dikelola Pemdes dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Inovasi ini bentuk keseriusan pemerintah desa dalam rangka menjaga ketahanan pangan, mengingat produktivitas pertanian sangat banyak ditambah dengan hasil perkebunan,” imbuhnya.

Senada juga disampaikan Riadi, Bendahara Desa Randupandangan, dibangunnya lumbung pangan desa ini diharapkan para petani tidak sepenuhnya menjual hasil pertanian ke tengkulak luar.

“Harapannya, dijual kepada warga Randupandangan sendiri dan dikonsumsi sendiri, jadi tidak sampai dijual keluar. Kalaupun ada tidak begitu banyak,” harapnya.

Dikatakan, setiap tahun bahan pangan selalu mengalami kenaikan harga. Utamanya komoditas beras dan bahan pokok lainnya. Dengan adanya lumbung pangan desa, menjadi solusi masyarakat tetap mendapatkan harga bahan pangan yang terjangkau.

Dalam pengelolaannya, nanti akan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) atau badan usaha lain yang berada dibawah pengawasan desa. “Untuk mengantisipasi harga pangan mahal dan gangguan produksi saat kemarau, lumbung pangan desa bisa menjadi solusi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9

9 September 2026 - 13:38 WIB

SILPA Tinggi dan BTT Hampir Habis, Pemkab Probolinggo Berjanji Benahi Pengelolaan APBD

3 September 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Curah Bubur Ditutup Total, DPRD Probolinggo Soroti Keselamatan Warga di Jalur Alternatif

3 September 2026 - 03:05 WIB

Trending di Pemerintahan